UNTUK INDONESIA
Rencana Paripurna, DPRD Sumut Malah Didemo BEM Mahasiswa
"Hari ini para anggota DPRD Sumut membuktikan kebobrokannya. Paripurna sesuatu yang tidak substantif, rapat pergantian pimpinan itu pun gagal," ujar koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Indonesia, Wira Putra di Gedung DPRD Sumut.
Sejumlah elemen Mahasiswa di antaranya Aliansi Mahasiswa Indonesia Sumut menolak kenaikan BBM dan Mahasiswa AMIK/Politeknik MBP yang menolak pemutusan sepihak aliran listrik oleh PLN di kampusnya, di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (9/4). (Wes)

Medan, (Tagar 9/4/2018) - Rencana DPRD Sumatera Utara lakukan sidang paripurna pergantian unsur pimpinan atas usulan Gerindra yaitu pergantian wakil ketua DPRD, Parlinsyah Harahap ke Sri Kumala yang gagal akibat tidak quorum, malah dihujani aksi unjuk rasa sejumlah elemen Mahasiswa di antaranya Aliansi Mahasiswa Indonesia Sumut menolak kenaikan BBM dan Mahasiswa AMIK/Politeknik MBP yang menolak pemutusan sepihak aliran listrik oleh PLN di kampusnya.

"Hari ini para anggota DPRD Sumut membuktikan kebobrokannya. Paripurna sesuatu yang tidak substantif, rapat pergantian pimpinan itu pun gagal," ujar koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Indonesia, Wira Putra di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan (9/4)

Menurut Wira, aksi-aksi mahasiswa yang telah berulang-ulang datang ke Gedung DPRD Sumut menolak kenaikan BBM telah dijanjikan oleh sejumlah anggota DPRD untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan unsur pimpinan dan pihak Pertamina namun belum terlaksana.

"Selama ini kami dijanjikan ikut RDP bahas kenaikan BBM. Namun sampai hari ini tidak teraksana. Jangan bodohi kami," katanya.

Sebelum itu, Koordinator Aksi Mahasiswa AMIK/Politeknik MBP Oki Ranianto Sembiring dan Pospera yang datang menuntut kebijakan manajer PLN Area Medan yang dianggap telah menghambat proses belajar mengajar di kampusnya.

"Pasang kembali listrik di kampus kami. Copot manajer PLN are Medan karena bertindak tidak profesional. Dan tinjau kembali peraturan direktur PLN yang tidak adil dan profesional pintanya," orasinya.

Usai berorasi, ratusan massa AMIK/Politeknik MBP meninggalkan gedung DPRD Sumut menuju Kantor PLN Medan untuj melanjutkan aksinya.

Sementara itu, ratusan  Aliansi Mahasiswa Indonesia yang terdiri dari BEM USU, Politeknik Negeri Medan, Universitas Panca Budi dan Polimedia hingga pukul 14.00 WIB masih terus bertahan di depan kantor DPRD menuntut agar mereka bisa masuk ke gedung DPRD, namun hingga pukul 14.30 mahasiswa belum juga dipersilakan masuk. (wes)


Berita terkait
0
Sultan Minta Sirip Malioboro Yogyakarta Ditata
Uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor akan berlanjut. Gubernur DIY Sri Sultan HB X minta siri-sirip Malioboro juga perlu ditata.