UNTUK INDONESIA
Ratusan Dosen UGM Deklarasi Tolak Pelemahan KPK
Ratusan dosen UGM Yogyakarta, menjadwalkan untuk menggelar deklarasi UGM Tolak Upaya Pelemahan KPK.
Ilustrasi - Gedung Universitas Gadjah Mada (UGM). (Foto: ugm.ac.id)

Sleman - Ratusan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, menjadwalkan untuk menggelar deklarasi UGM Tolak Upaya Pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dekan Fakultas Hukum UGM, Prof Sigit Riyanto, mengatakan, deklarasi tersebut akan digelar Minggu, 15 September 2019 di Balairung Gedung Pusat UGM, pukul 10.00, dengan dresscode pakaian warna hitam.

"Lebih dari 340 dosen telah mengajukan petisi #UGMTolakRevisiUUKPK," jelasnya melalui pesan Whatsapp, Sabtu, 14 September 2019.

Sigit menjelaskan, amanah konstitusi untuk  meningkatkan kesejahteraan umum mustahil tercapai, jika korupsi merajalela.

Amanah reformasi telah melahirkan KPK, lembaga anti rasuah yang tumbuh dan berkembang bersama demokrasi serta mendapat kepercayaan publik luas, bahkan menjadi rujukan internasional.

Dia menambahkan, upaya sistematis pelemahan KPK dan gerakan anti-korupsi yang agresif dan tanpa tedeng aling-aling, yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, sungguh mengacak-acak moralitas bangsa.

Pengajuan RUU KPK yang menurutnya tidak mengikuti prosedur legislasi, juga proses pemilihan calon pimpinan (capim) KPK yang penuh kontroversi, bahkan teror kepada para akademisi aktivis anti korupsi, tidak saja melemahkan KPK, namun juga gerakan anti korupsi bahkan melemahkan sendi-sendi demokrasi.

"Jika kondisi ini dibiarkan maka amanah reformasi dan Konstitusi berada dalam kondisi amat berbahaya," tegasnya.

Deklarasi besok juga mengundang tokoh nasional dan Civitas Akademika se-Indonesia.

Berikut daftar dashboard dukungan aksi dosen lintas perguruan tinggi per  11.18 WIB, Sabtu, 14 September 2019,

- UGM: 344 dosen (lanjut)

- UI: 160 dosen (lanjut)

- IPB: 102 dosen dan terus bertambah

- UII: 283 dan terus bertambah

- Unand: 100 dosen dan terus memanas

- Unmul: 114 dosen

- UNUSIA: 10 dosen (sementara)

- UMSH

- Unhas: 101 dosen

- UNS: 30 dosen

- Unair: 43 dosen

- ITB : 88 dosen

- UNPAD: 163

- UM Surabaya: 24 Dosen

- UNDIP: 54 dosen

- UBH: 27 dosen (lanjut)

-ULM : 18dosen

- UIR : 38 dosen

- Unnes: 40 (terus bergulir)

-UnIchsan: 43 dosen

- USU: 61 dosen

-Undana : 55 dosen (masih lanjut)

- Unram: 59 dosen (lanjut)

- Unsoed: 24 dosen

- Univ Paramadina: 38 dosen

- UNRI: 5 dosen

- UMSB: 16 dosen

- Unkhair: 36 dosen

- Univ Patria Artha: 14 dosen

- UIN Jakarta: 53 dosen

- UNSrat: 86 dosen

- UINAM: 18 dosen

- Univ Gorontalo: 22 dosen

Total: 2305 dosen dari 33 universitas-

UNTirta, Banten: 36 dosen

Total: 2305 dosen dari 33 universitas. []

Baca juga:

Berita terkait
Mitos Dusun Kasuran Sleman, Pantang Tidur di Kasur
Angin siang bertiup sepoi-sepoi menggoyangkan dedaunan di sekitar pemakaman di Dusun Kasuran, Margo Mulyo, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman.
Irfantoro, Barista Berkursi Roda di Kafe Cupable Sleman
Duduk di kursi roda, memegang secangkir kopi, Irfantoro meluncur menuju sebuah meja di sudut Kafe Cupable di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bawaslu Sleman Terancam Tak Bisa Awasi Pilkada 2020
Bawaslu kabupaten/kota terancam tak bisa mengawasi pelaksanaan Pilkada Tahun 2020 tersebut, tak terkecuali Bawaslu Kabupaten Sleman.
0
Alasan Driver Ojol Aksi Mogok Makan di Yogyakarta
Sejumlah driver ojek online (ojol) dari Go Car dan Grab Car menggelar aksi mogok makan sejak Selasa, 22 Oktober 2019.