UNTUK INDONESIA
Ramai Eks Kader PKS Jatim Deklarasikan Partai Gelora
Pengurus Partai Gelora Jatim telah mendaftar di Bakesbangpol Jatim untuk mendapatkan SKT sebagai parpol tingkat provinsi.
Pengurus Partai Gelora Jatim saat menyerahkan administrasi pendaftaran ke Badan Kesbangpol Jatim. (Foto: Tagar/Adi Suprayitno)

Surabaya - Sebanyak 30 persen eks kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur (Jatim) akan ikut mendeklarasikan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) yang dipimpin Anis Matta. Deklarasi diperkirakan akan dilaksanakan pada Februari- Maret 2020.

Ketua DPW Partai Gelora Jatim, Muhamad Siraj mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim untuk untuk mendaftar agar bisa mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) sebagai partai politik (parpol) di tingkat provinsi.

Jadi semua persyaratan untuk wilayah kecamatan harus selesai maksimal 6 Desember.

Hal itu bersamaan dengan rencana Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta mendaftar ke Kementerian Hukum dan HAM pada 10 Desember 2019. Sehingga seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II di Jatim saat ini melengkapi persyaratan sebelum 6 Desember 2019.

"Jadi semua persyaratan untuk wilayah kecamatan harus selesai maksimal 6 Desember. Jatim sudah terpenuhi dan terbentuk 38 pengurus," ujarnya.

Siraj mengungkap sejumlah kabupaten/kota sudah memenuhi syarat 100 persen. Beberapa daerah yang sudah mencapai 100 persen diantaranya Jember, Bojonegoro, Kota Mojokerto, Kota Malang, dan Lumajang. 

Sementara kabupaten/kota lainnya rata-rata persyaratannya sudah mencapai 70 persen. Hanya Kota Surabaya yang persyaratannya mencapai 80 persen.

"Kecamatan yang dipersyaratan kan harus 50 persen. Tapi rata-rata sudah selesai 70 persen. Tapi ada kabupaten/kota yang sudah selesai 100 persen," paparnya.

Mantan anggota DPRD Jatim itu mengungkapkan bahwa sebenarnya eks kader PKS yang pindah ke Partai Gelora tidak banyak sekitar 30 persen, mulai tingkat DPW sampai DPD. Sementara sisanya banyak berkolaborasi dengan masyarakat. Mengingat Gelora merupakan partai terbuka, sehingga mudah merekrut banyak tokoh masyarakat dan warga.

Pengasuh Ponpes Darul Fikri Sidoarjo itu menyebut Partai Gelora bukanlah partai ekslusif seperti PKS, melainkan partai inklusi. Untuk menjadi pengurus di Partai Gelora tidak perlu pengkaderan yang cukup lama. Partai Gelora hanya menerapkan pengkaderan dari sisi manajerial, mental, dan leadership.

"Artinya kalau PKS hanya orang tertentu kader yang mencapai great tertentu yang bisa menjadi pengurus. Kaya saya untuk menjadi kader ahli rata-rata butuh waktu 15-20 tahun," tuturnya.

Siraj menegaskan, bahwa Gelora berafiliasi partai islam nasionalis, sehingga terbuka untuk bagi siapa saja. Hal itu dibuktikan banyaknya tokoh yang masuk pengurus baik daerah maupun pusat. Hanya saja dirinya belum berani membeberkan semua nama tokohnya.

"Kalau pusat tokohnya seperti Dedi Mizwar," ucapnya. []

Baca juga:

Berita terkait
Wali Kota Malang Akui Target Pendapatan Rendah
KPK menyoroti rendahnya target pendapatan Pemkot Malang yang hanya Rp 501 miliar. Padahal Pemkot Malang target pendapatan bisa 10 kali lipat.
Satgas Pangan Akan Tindak Tegas Penimbun Sembako
Polres Batu dan Disperindag Kota Batu melakukan sidak di pasar dan SPBU untuk memastikan tidak ada penimbunan sembako jelang Natal dan Tahun Baru.
Pemuda di Banyuwangi Peras Janda dengan Foto Bugil
Pelaku meminta imbalan uang sebesar Rp 500 ribu dengan mengancam akan menyebarkan foto bugil kepada korban.
0
Banjir di Sumbawa NTB Tewaskan Satu Bocah SD
Bocah kelas 4 SD warga Dusun Untir, Desa Uma Beringin, Kecamatan Untir Iwes, Kabupaten Sumbawa, meninggal dunia akibat hanyut terbawa air banjir.