UNTUK INDONESIA
Rade Tampubolon Soal Bisnis Buzzer dan Influencer
CEO & Co-founder SociaBuzz Rade Tampubolon menjelaskan soal bisnis buzzer dan influencer, dan juga cara kerjanya.
Rade Tampubolon. (Foto: Dok Rade Tampubolon)

Jakarta - CEO & Co-founder SociaBuzz Rade Tampubolon menjelaskan soal bisnis buzzer dan influencer, dan juga cara kerjanya. Fenomena buzzer belakangan ini ramai disorot di ruang pemberitaan media arus utama dan media sosial.

Berikut wawancara tertulis Tagar dan Rade Tampubolon, Rabu sore, 9 Oktober 2019.

Apa artinya buzzer?

Kalau menurut saya arti buzzer lebih ke pihak-pihak yang bisa menciptakan awareness atau buzz/noise di media sosial. Seperti ibaratnya lebah yang mengeluarkan suara bzzzzzz. Yang membuat orang jadi bertanya-tanya "Ada apa nih" atau "Apaan nih".

Apa artinya influencer?

Kalau influencer menurut saya lebih deep lagi daripada hanya awareness, jadi influencer lebih punya daya pengaruh terhadap action, behavior atau cara berpikir dari orang yang terkena pengaruh tersebut. Jadi bukan hanya bikin "bising" tapi lebih deep lagi pengaruhnya dibanding sekadar awareness. Yang membuat orang jadi berpikir "Menarik juga nih" "Pengen coba ah" dan sebagainya.

Siapa contoh buzzer di Indonesia?

Contoh buzzer sih saya enggak punya referensi tertentu, tapi umumnya banyak digunakan pada campaign-campaign brand atau politik untuk membuat noise atau awareness tersebut di media sosial.

Buzzer dan influencer mulai dikenal publik sejak media sosial sudah makin banyak digunakan masyarakat. 

Rade TampubolonRade Tampubolon. (Foto: Dok Rade Tampubolon)

Siapa contoh influencer di Indonesia?

Kalau influencer mungkin beberapa referensi seperti @mmehuillet yang cukup kuat pengaruhnya di bidang fashion, atau @catwomanizer yang cukup kuat pengaruhnya ke topik-topik seperti love & relationship. Mereka tidak hanya bisa menciptakan awareness tapi bisa membuat orang tertarik untuk action atau beli sesuatu, atau mengubah cara berpikir seseorang.

Apa plus minus buzzer? Plus minus influencer?

Plus minus buzzer dan influencer sih sebenarnya sesuai kebutuhan. Jika kita sebagai brand butuh awareness yang meluas, bisa pakai buzzer. Kalau butuh untuk meyakinkan orang menggunakan dan membeli produk bisa menggunakan influencer.

Sejak kapan ada buzzer di Indonesia? Influencer di Indonesia?

Buzzer dan influencer mulai dikenal publik sejak media sosial sudah makin banyak digunakan masyarakat. Sebenarnya di era sebelumnya artis-artis yang digunakan sebagai model iklan TV juga berfungsi untuk "influence" masyarakat membeli produknya. Jadi konsep influencer sebenarnya sudah ada sejak awal sejarah manusia, bahkan contoh paling awalnya saat Hawa meng"influence" Adam untuk ikutan makan apel.

SociaBuzz merupakan creative talent marketplace. Salah satunya adalah influencer dan buzzer, ada juga blogger, YouTuber dan lain-lain.

Rade TampubolonRade Tampubolon. (Foto: Dok Rade Tampubolon)

Perbedaan buzzer dalam dunia bisnis dan dunia politik?

Perbedaan buzzer dalam politik dan brand sebenarnya hampir mirip, dua-duanya untuk create awareness dan agar orang memilih brand tersebut atau sosok/pihak politik tertentu.

Perbedaan influencer dalam dunia bisnis dan dunia politik?

Sama seperti jawaban di atas.

SociaBuzz apa bisa disebut bisnis penyedia buzzer? Penyedia influencer?

SociaBuzz merupakan creative talent marketplace. Salah satunya adalah influencer dan buzzer, ada juga blogger, YouTuber dan lain-lain. Tidak hanya influencer dan buzzer, banyak juga talent dan penyedia jasa kreatif lainnya di SociaBuzz seperti fotografer, makeup artist, model, penyanyi, penulis, dan sebagainya.

Bagaimana cara kerja Sociabuzz

Cara kerja SociaBuzz kurang lebih seperti kita menggunakan marketplace online seperti Tokopedia, Bukalapak dan lain-lain. Jadi bisa langsung browsing talent-talent yang ada di SociaBuzz, pilih yang cocok, lalu booking. Setelah payment, SociaBuzz akan menampung uangnya dulu, dan baru diberikan ke talent jika pihak customer menyatakan jasanya sudah selesai didapatkan. []

Baca juga:

Berita terkait
Buzzer Alat Propaganda Digital Bisa Berbahaya bagi NKRI
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan buzzer merupakan alat efektif untuk melakukan propaganda.
Sejarah Keberadaan Buzzer Politik di Indonesia
Buzzer mulanya digunakan pada 2012 menjadi alat pendongkrak popularitas calon Gubernur DKI Jakarta Jokowi-Ahok yang bernama Jasmev.
Tidak Ada Buzzer dari Istana Presiden
Adita tidak memungkiri banyak netizen, yang dia sebut militan, yang membentuk polarisasi untuk mendukung blok tertentu.
0
Selebgram Awkarin dan Ruth Stefani Diperiksa Polisi
Dua selebgram yakni Awkarin dan Ruth Stefani memenuhi panggilan pemeriksaan Kepolisian Daerah Jawa Timur.