UNTUK INDONESIA
PUPR Selesaikan Pembangunan 16 Rusun di Jawa Tengah
Kementerian PUPR tela membangun hunian yang layak berupa Rusun bagi santri, mahasiswa dan aparatur sipil negara (ASN) di Jawa Tengah.
PUPR Selesaikan Pembangunan 16 Rusun di Jawa Tengah. (Foto: dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Jakarta - Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak hanya bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi, namun juga dalam mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fokus utama Pemerintah. Salah satunya dengan menyediakan hunian yang layak berupa Rumah Susun (Rusun) bagi santri, mahasiswa dan aparatur sipil negara (ASN).

Program pembangunan Rusun tetap dilanjutkan bagi MBR, ASN, mahasiswa dan santri.

Mengutip Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan pembangunan Rusun merupakan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki rumah layak huni. 

Selain pembangunan rusun untuk pekerja, MBR, TNI/Polri, mahasiswa, juga santri di pondok pesantren. Diharapkan dengan pembangunan rusun bisa memberikan kontribusi nyata bagi santri dan mahasiswa dalam menimba ilmu. 

“Program pembangunan Rusun tetap dilanjutkan bagi MBR, ASN, mahasiswa dan santri,” kata Khalawi.

Pada tahun 2015-2018, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan telah membangun Rusun sejumlah 728 tower dengan total 44.893 unit. 

Untuk tahun 2019 diselesaikan pembangunan 137 tower atau 6.873 unit Rusun, sehingga total rumah susun yang terbangun pada tahun 2015-2019 sejumlah 865 tower atau 51.766 unit. 

Di Provinsi Jawa Tengah, pada 2019 Kementerian PUPR telah meresmikan tujuh rusun sewa (rusunawa) yang diperuntukkan bagi MBR maupun pelajar/mahasiswa.

Di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017-2019 telah dibangun sebanyak 16 Rusun yang terdiri dari 8 Rusun Santri Pondok Pesantren, 3 Rusun Mahasiswa, 1 Rusun ASN/Polri, dan 4 Rusun untuk MBR. 

Seluruh Rusun yang dibangun telah dilengkapi fasilitas dasar yakni jaringan air bersih, sanitasi dan listrik. Selain itu setiap kamar juga telah dilengkapi dengan meubelair.

Rusun untuk santri umumnya memiliki 8-12 kamar tipe barak yang dapat menampung sekitar 216 santri/mahasiswa. Sedangkan Rusun Mahasiswa menggunakan kamar tipe 24 yang dapat dihuni 2 orang. 

Sementara Rusun ASN, diperuntukan bagi ASN yang belum menikah maupun yang sudah berkeluarga. Pada umumnya memiliki 3-4 lantai dengan tiga tipe kamar yakni tipe 24, 36 dan 45 dan jumlah unit sebanyak 36-58 unit.

Sebanyak empat Rusun Santri Pondok Pesantren di Provinsi Jawa Tengah yang dibangun tahun 2018 yakni Rusun Ponpes Al Qurani Azzayadi Solo Kabupaten Sukoharjo, Rusun Ponpes At Tauhiddiyah Kabupaten Tegal, Rusun Ponpes Misbahul Huda Al Amiriyah Kabupaten Tegal, dan Rusun Ponpes Bumi Damai Kabupaten Blora

Di Kabupaten Tegal, dua rusun yang dibangun masing-masing sebanyak 1 tower dengan tipe barak, dengan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar untuk Rusun Ponpes At Tauhiddiyah setinggi 3 lantai sebanyak 37 unit dan Rusun Ponpes Misbahul Huda Al Amiriyah dengan anggaran Rp 4,9 miliar setinggi 2 lantai sebanyak 24 unit.

Kedua rusun ponpes lainnya yang dibangun pada tahun 2018 yakni Rusun Ponpes Al Qurani Azzayadi Solo di Kabupaten Sukoharjo dibangun setinggi 3 lantai sebanyak 37 unit dengan anggaran Rp 6,8 miliar dan Rusun Ponpes Bumi Damai di Kabupaten Blora yang dibangun setinggi 2 lantai sebanyak 24 unit dengan anggaran Rp 4,5 miliar. 

Sedangkan pada tahun 2017 dibangun Rusun Ponpes Al Madani di Kota Semarang dengan anggaran Rp 6,41 miliar yang terdiri dari 1 tower tipe barak setinggi 3 lantai sebanyak 30 unit.

Sementara pada tahun 2019, telah selesai dibangun tiga Rusun Santri, yakni Rusun Ponpes Anwarul Falah Kabupaten Purworejo sebanyak 1 (satu) tower 2 Lantai dengan tipe Barak sejumlah 14 Unit dengan anggaran Rp 2,57 miliar, Rusun Ponpes Al-Husna Kabupaten Jepara sebanyak 1 (satu) tower 2 Lantai dengan tipe Barak sejumlah 14 Unit dengan anggaran Rp 2,6 miliar, dan Rusun Ponpes Al Inayah sebanyak 1 (satu) tower 2 Lantai dengan tipe Barak sejumlah 14 Unit dengan anggaran Rp 2,65 miliar.

Rusun Mahasiswa dan ASN

Selain Rusun Santri, Kementerian PUPR pada tahun 2018 juga membangun 2 rusun di Provinsi Jawa Tengah yang diperuntukkan bagi mahasiswa, masing-masing di Universitas Peradaban Kabupaten Brebes dengan anggaran Rp 11,1 miliar sebanyak 1 tower dengan tinggi 3 lantai berkapasitas 37 unit dan Universitas PGRI Semarang dengan anggaran Rp 11,8 miliar sebanyak 1 tower setinggi 4 lantai dengan kapasitas 50 unit. 

Sementara pada tahun 2017, telah dibangun Rusun Universitas Sains Al-Quran Kabupaten Wonosobo setinggi 3 lantai sebanyak 37 unit dengan anggaran Rp 7,7 miliar.

Selain membangun rusun lembaga pendidikan, pada tahun 2018 Kementerian PUPR juga telah membangun Rusun ASN Pemkot Surakarta (Tower 1) Kota Surakarta (48 unit) dan Rusun MBR BKT Kota Semarang (58 unit). 

Kedua rusun tersebut dibangun dengan tipe 36 setinggi 4 Lantai dengan anggaran masing-masing sebesar Rp 14 miliar dan Rp 13,5 miliar. Selanjutnya pada 2019, telah selesai dibangun tiga Rusun MBR di Jawa Tengah, yakni Rusun MBR Kota Tegal sebanyak 1 tower tipe 36,3 Lantai sebanyak 47 unit dengan anggaran Rp 16,5 miliar dan Rusun Kota Semarang Tower 1 dan Tower 2 tipe 36, 3 Lantai, dengan masing-masing tower sebanyak 47 unit dan anggaran Rp 16 miliar untuk setiap tower. [] 

Berita terkait
PUPR Selesaikan Dua Underpass di Yogyakarta
Kementerian PUPR Segera meresmikan dua underpass di Yogyakarta, yaitu underpass Kentungan dan underpass New Yogyakarta.
PUPR Segera Resmikan Tiga Bendungan di Jawa Timur
Kementerian PUPR tengah menyelesaikan tiga bendungan di Jawa Timur, yaitu Bendungan Bendo, Bendungan Tukul, dan Bendungan Gongseng.
PUPR Rampungkan Jembatan Tumbang Samba Kalteng
Kementerian PUPR sedang menyelesaikan pembangunan Jembatan Tumbang Samba yang didaulat menjadi yang terpanjang di Lintas Tengah Kalimantan.
0
Cuaca Buruk, Pelayaran Banda Aceh - Sabang Terganggu
Akibat cuaca buruk sejumlah pelayaran kapal cepat dan kapal lambat terganggu di Pelabuhan Banda Aceh dan Sabang.