PUPR: PLBN Terpadu Dongkrak Ekonomi di Perbatasan RI

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan PLBN Terpadu sebagai pusat pertumbuhan ekonomi wilayah perbatasan.
PLBN Terpadu. (Foto: Tagar/PUPR)

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia sebagai bangsa besar, juga fungsi pertahanan keamanan dan sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia.

Menurutnya, pembangunan kawasan perbatasan merupakan instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam mendukung kegiatan sosial-ekonomi masyarakat sebagai beranda terdepan Indonesia.

"Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," ujar Basuki, Selasa, 22 Juni 2021.

Dia menjelaskan bahwa konstruksi PLBN Terpadu Serasan ini mulai dikerjakan sejak 5 November 2020 dan ditargetkan selesai 27 Februari 2022. Saat ini progres pembangunan fisiknya mencapai 31,02 persen.

"PLBN Terpadu Serasan merupakan pos lintas batas negara yang berada di Laut sehingga hanya dapat diakses melalui jalur perairan laut. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan perlu perhatian khusus namun tetap memperhatikan regulasi bangunan gedung negara dan bangunan gedung hijau sehingga memudahkan dalam operasional dan pemeliharaannya," ujarnya.

Dari data yang ada, kata Basuki, jumlah pelintas PLBN ini sekitar 30 orang per minggu. Namun keberadaan PLBN Terpadu Serasan memiliki nilai strategis sebagai beranda terdepan Indonesia karena berbatasan langsung dengan Negara Vietnam dan Kamboja di sebelah utara serta Singapura dan Malaysia bagian barat dan timur.

"Ke depan, pembangunan kawasan perbatasan PLBN Terpadu Serasan tidak hanya bangunan pos lintas batas saja, namun juga kantor syahbandar untuk mendukung pengawasan transportasi laut. PLBN ini berjarak sekitar 536,61 kilometer dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjung Pinang," katanya.

Sebagai infomasi, untuk meningkatkan kualitas layanan PLBN juga dibangun berbagai fasilitas, di antaranya gudang barang, gudang transit, serta mess dan wisma pegawai. Kemudian juga kantor administrasi, tower air, tempat cuci mobil, rumah dinas, pos jaga, power house, tempat pengelolaan sampah, rumah pompa air, dan bangunan penunjang lainnya. Total nilai kontrak pembangunan PLBN Serasan adalah sebesar Rp133,1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun jamak 2020-2022.


PLBN ini berjarak sekitar 536,61 kilometer dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjung Pinang.


Pengembangan PLBN merupakan wujud nyata implementasi dalam membangun Indonesia dari pinggiran dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Untuk itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa atau kota-kota besar saja, melainkan juga di kawasan perbatasan maupun di pulau-pulau terdepan Nusantara, termasuk di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. []

Baca Juga: Kementerian PUPR Membangun PLBN di Kabupaten Natuna

Berita terkait
Tiga PLBN Bisa Jadi Sentra Baru Ekonomi Seperti Batam
Presiden Jokowi menghendaki tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Aruk, Motain, dan Skou yang ada di perbatasan negara menjadi sentra baru ekonomi.
Kabar Gembira, Kementerian PUPR akan Bangun 4 PLBN Terpadu
Kementerian PUPR terus melanjutkan pembangunan infrastruktur pada kawasan perbatasan, pula-pulau kecil dan terdepan.
Pembangunan PLBN Sota di Merauke Dimulai Awal 2019
PLBN Sota menjadi PLBN kedua yang di Papua yang dilakukan perbaikan setelah sebelumnya PLBN Skouw di Jayapura.
0
PUPR: PLBN Terpadu Dongkrak Ekonomi di Perbatasan RI
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan PLBN Terpadu sebagai pusat pertumbuhan ekonomi wilayah perbatasan.