UNTUK INDONESIA
Puncak Suhu Dingin di Malang Raya Terjadi Agustus
BMKG Karangploso Malang mengatakan terjadi perubahan suhu dingin di Malang Raya. Tahun ini suhu dingin terjadi pada Juli dan puncaknya Agustus.
Pintu masuk Alun-alun Tugu Kota Malang yang biasanya terbuka lebar disegel dengan kayu dan tali oleh Pemkot Malang sejak Malang Raya ditetapkan zona merah Covid-19, Jumat, 20 Maret 2020. (Foto: Tagar/Moh Badar Risqullah)

Malang - Badan Meteorologi Klimatologi dan Gefisika (BMKG) Karangploso Malang meprediksi puncak musim dingin di wilayah Malang Raya akan terjadi pada Agustus 2020 dengan suhu bisa mencapai 13 hingga 14 derajat celcius. Sampai saat ini, suhu di tiga wilayah ini rata-rata tercatat masih berada berkisar antara 16-17 derajat celcius.

Kepala Sub Bagian Observasi dan Informasi BMKG Karangploso Malang Anung Suprayitno mengatakan kondisi musim dingin di Malang Raya tahun ini ada perubahan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Dari biasanya terjadi pada Mei hingga September. Saat ini maju dengan terjadi pada Juli.

Makanya, kemungkinan untuk puncak suhu terdingin (Agustus 2020) nantinya diprediksi bisa mencapai 12 hingga 13 derajat celcius.

Hal tersebut dimungkinkannya karena pada Mei 2020 di wilayah Malang Raya masih terjadi hujan. Sehingga menyebabkan suhu dingin saat bulan itu belum begitu terasa.

”Umumnya (suhu dingin) dimulai sejak Mei hingga September. Akan tetapi, setiap tahun kan memang bervariasi. Sedangkan untuk tahun ini, puncaknya diperkirakan tetap di Agustus dengan perkiraan suhu antara 13 hingga 14 derajat celcius,” kata dia kepada Tagar, Rabu, 29 Juli 2020.

Baca juga:

Berdasarkan catatan BMKG, Anung menyampaikan suhu terdingin pernah terjadi pada tahun 1994 dengan suhu mencapai 11,5 derajat celcius. Sedangkan dua tahun sebelumnya, misalnya pada tahun 2019 suhu terendahnya tercatat mencapai 14 hingga 15,6 derajat celsius.

Kemudian, dia menambahkan pada tahun 2018 pernah terjadi frost atau embun beku. Hal itu diketahui karena suhu terendahnya tercatat mencapai 13 derajat celsius pada pagi hari pada Juli 2018.

”Makanya, kemungkinan untuk puncak suhu terdingin (Agustus 2020) nantinya diprediksi bisa mencapai 12 hingga 13 derajat celcius,” ujarnya.

Meski begitu, kata dia, terjadinya suhu dingin di wilayah Malang Raya ini memang lumrah terjadi setiap tahun. Dengan suhu ekstremnya biasa terjadi pada malam hingga pagi hari.

Hal itu disebabkan kondisi geografis wilayah ini dikelilingi oleh beberapa pegunungan. Diantaranya yaitu di sebelah utara terdapat Gunung Arjuno, di sebelah timur Gunung Semeru, di sebelah barat Gunung Panderman, Gunung Kawi, dan Gunung Kelud.

Selain itu, dia menjelaskan puncak suhu dingin di bulan Agustus 2020 ini juga dikarenakan bertepatan dengan wilayah selatan yang titik ekuatornya berada jauh dari garis edar matahari. Kemudian, tekanan udara di Belahan Bumi Selatan (BBS) lebih tinggi dari pada Belahan Bumi Utara (BBU).

”Sehingga, itulah yang menyebabkan pola sirkulasi angin bertiup dari selatan ke utara atau dari Benua Australia ke Benua Asia. Kemudian juga seiring Australia sedang terjadi musim dingin. Maka, aliran udara yang melewati wilayah kita bersifat kering dan dingin,” tuturnya.

”Oleh karena itulah, hal ini biasanya dikenal dengan istilah angina monsun timuran. Angin monsun timuran ini menjadi indikator bahwa kita berada pada musim kemarau,” kata dia.

Berdasarkan penjelasan BMKG, Angin monsun timuran rata-rata bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan biasanya bertiup pada April sampai Oktober dalam setiap tahunnya. Hal itu pula sering menyebabkan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia. Tidak terkecuali Malang.

”Karena kemunculannya suhu dingin di Malang ini sudah menjadi kebiasaan. Makanya, sebagian besar masyarakat mengenalnya dengan istilah bediding atau sudah waktunya memasuki musim dingin,” kata Anung.

Oleh sebab itu, Anung mengimbau masyarakat agar mempersiapkan dirinya ketika memasuki musim dingin ekstrem ini. Khususnya kesehatan bagi para lansia yang merupakan masuk kategori rentan terkena penyakit ketika terjadi musim ini terjadi. Selain, peternakan unggas dikatakannya juga bakal terganggu.

”Kesehatannya (untuk lansia) dijaga ketika suhu seperti ini. Tidak terkecuali yang memiliki peternakan unggas. Karena juga rentan terganggu. Apalagi, perubahan suhu antara siang dan malam itu berbeda,” ucapnya. [] (PEN)

Berita terkait
Laporan Jumlah Pasien Positif Covid di Malang Keliru
Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan adanya kekeliruan data laporan pasien konfirmasi positif Covid-19 dalam rentang waktu tiga hari.
Pemkot Malang Siapkan Kuburan Khusus Covid-19
Pemkot Malang akan memanfaatkan lahan kosong di Kecamatan Kedungkandang untuk dijadikan kuburan bagi pasien Covid-19
Kasatpol PP dan 2 Anggota DPRD Pemalang Positif Covid
‎‎Jumlah pejabat di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang positif Covid-19 bertambah. Kali ini kepala Satpol PP dan dua anggota DPRD.
0
Denny Siregar: Nadiem Makarim, Sudahi Belajar di Rumah
Denny Siregar meminta Nadiem Makarim menyudahi belajar di rumah, mengembalikan anak-anak ke sekolah dengan protokol, menjaga dengan tangan besi.