UNTUK INDONESIA
PSM Kalah di Laga Tandang Lawan Bhayangkara FC
PSM Makassar belum bisa memecahkan rekor tak pernah menang di laga tandang setelah dikalahkan Bhayangkara FC 3-2 di Stadion PTIK, Selasa.
Pemain Bhayangkara FC Bruno Matos (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makasar Hasim Kipuw (kanan) dalam pertandingan Shopee Liga 1 2019 di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa 29 Oktober 2019. Bhayangkara FC menang 3-2 atas PSM di laga tersebut. (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)

Jakarta - PSM Makassar masih belum bisa memecahkan rekor tak pernah menang di laga tandang. Saat dijamu Bhayangkara FC di kompetisi Shopee Liga 1 2019 di Stadion PTIK, Jakarta, Selasa 29 Oktober 2019 malam WIB, PSM dipaksa menyerah 2-3. 

PSM sesungguhnya berharap meraih kemenangan pertama di laga tandang. Apalagi mereka punya modal bagus karena sebelumnya menang 1-0 atas Madura United

Hanya, harapan itu tak kesampaian. Mereka justru kembali kehilangan poin dan belum bisa mematahkan rekor tak bagus itu. 

Lihat berapa banyak tendangan bebas dan lemparan ke dalam untuk Bhayangkara FC di area 60 meter kami

Kekalahan dari Bhayangkara FC menjadikan PSM tetap menduduki peringkat delapan dengan poin 33. Namun tim Juku Eja baru 23 kali menyelesaikan pertandingan. 

Sebaliknya, Bhayangkara FC berhasil memperbaiki posisinya. Kini, The Guardian yang memiliki poin 31 naik ke peringkat 10. 

Mengancam Gawang

Pertandingan itu sendiri berjalan ketat. PSM sudah mengancam gawang tuan rumah di menit-menit awal. 

Hanya, mereka justru kebobolan di menit keenam. Gol cepat tuan rumah dihasilkan Lee Yu Jun. Diawali tendangan bebas Bruno Matos yang berujung kemelut di depan gawang PSM. Bola liar ditendang Lee Yu Jun dan masuk ke gawang PSM. 

Gol itu membuat pemain PSM terlecut untuk bangkit. Hanya, mereka sempat kesulitan membobol gawang lawan. Meski demikian, upaya tim asuhan Darije Kalzeic mampu menyamakan skor di menit 33. 

Gol PSM tercipta lewat sundulan Rizky Pellu. Dirinya meneruskan umpan Rizky Eka yang gagal diselamatkan kiper Wahyu Tri Nugroho. Skor 1-1 bertahan sampai akhir babak pertama. 

Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC lebih agresif menekan lawan. Hasilnya, Bruno Matos sukses mencetak gol di menit 51. 

Pemain asal Brasil ini menunjukkan performa gemilang dengan mencetak gol keduanya di pertandingan itu. Matos membobol gawang lawan di menit 64. Skor berubah menjadi 3-1.

PSM hanya mampu memperkecil kekalahannya saat Ferdinand Sinaga mencetak gol menit 85. Gol berawal dari sundulan striker Amido Balde yang gagal dikuasai dengan sempurna kiper Wahyu. 

Situasi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Ferdinand. Dirinya menyambar bola rebound yang mengubah kedudukan menjadi 3-2. Skor itu bertahan sampai akhir pertandingan. 

Menanggapi kekalahan timnya, Kalezic merasa kecewa dengan kepemimpinan wasit Yeni Krisdianto. Menurutnya keputusan yang diambil Yeni kerap merugikan PSM. 

"Lihat berapa banyak tendangan bebas dan lemparan ke dalam untuk Bhayangkara FC di area 60 meter kami," kata Kalezic seperti dikutip Antara.

Dia menilai ada kejadian seperti Herman Dzumafo yang menendang bola lalu keluar. Namun wasit justru memberikan bola kepada Bhayangkara FC.

"Sebelum gol kedua, Dzumafo menendang bola dan mengenai dadanya, kemudian bola keluar. Namun ia (wasit) memberikan bola untuk Bhayangkara," ujar dia. 

Meski demikian, Kalezic tetap puas dengan penampila tim. Hanya, mereka akhirnya gagal meraih poin di laga tersebut. []

Berita terkait
Saatnya PSM Menang di Laga Tandang Lawan Bhayangkara FC
PSM Makassar ingin mematahkan mitos tak bisa menang saat melakoni laga tandang di kompetisi Shopee Liga 1 2019 melawamn Bhayangkara FC.
Pelatih PSM Tetap Puas Menang Lewat Titik Penalti
Pelatih Darije Kalezic tak kecewa PSM Makassar hanya menang tipis 1-0 atas Madura United di pertandingan Shopee Liga 1 2019, Kamis 24 Oktober 2019.
Kalahkan Bhayangkara FC, Ini yang Dievaluasi PSS
PSS Sleman meraih kemenangan 2-0 atas Bhayangkara FC. Namun pelatih Seto Nurdiyantoro tetap mengkritisi performa tim di laga tandang itu.
0
Pulang dari Zona Merah, 1 Warga Samosir ODP Covid-19
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Samosir, menetapkan seorang wanita sebagai ODP.