UNTUK INDONESIA
PSIS Semarang Belum Menyerah Bidik Posisi 8 Besar
PSIS Semarang optimistis menembus papan tengah atau finis peringkat delapan di kompetisi Shopee Liga 1 2019. Saat ini tim masih di papan bawah.
PSIS Semarang optimistis menembus papan tengah atau finis peringkat delapan di kompetisi Shopee Liga 1 2019. Di laga terakhir, PSIS dikalahkan Persib Bandung 1-2 sehingga gagal memperbaiki posisinya. (Foto: Tagar/Arif Purniawan)

Semarang - PSIS Semarang tetap optimistis mampu menembus papan tengah atau finis di peringkat delapan di kompetisi Shopee Liga 1 2019. Meski saat ini berada di papan bawah, pelatih Bambang Nurdiansyah yakin PSIS bisa memenuhi target itu. 

PSIS gagal menambah poin setelah menelan kekalahan 1-2 dari Persib Bandung. Kekalahan itu menggagalkan upaya PSIS untuk memperbaiki posisinya. 

Padahal, PSIS sebelumnya menunjukkan performa terbaik sat menjamu PSS Sleman di Maguwoharjo. Mereka sukses menang 3-0. Hanya, Laskar Mahesa Jenar gagal mempertahankan performanya. 

Tentu kami akan terus berusaha (mencapai target). Manajemen memang tidak mengatakan kepada saya soal target itu

Dengan hasil itu, PSIS masih harus bekerja keras untuk meningkatkan posisinya. Pelatih Bambang Nurdiansyah optimistis memenuhi target dari manajemen. Kendati saat ini posisi PSIS berada di papan bawah, yakni peringkat 14 dengan mengantongi poin 28.

“Tentu kami akan terus berusaha (mencapai target). Manajemen memang tidak mengatakan kepada saya soal target itu. Tetapi saya sebagai pelatih jangankan delapan besar, saya berharap bisa berprestasi lebih baik lagi. PSIS minimal di zona aman, tidak degradasi,” kata Bambang, Jumat, 8 November 2019.

Bambang optimistis tim bisa memperbaiki posisi di klasemen. Meski kalah dari Persib, namun PSIS memiliki catatan apik di tiga pertandingan terakhir. Mereka tercatat sekali menang, sekali imbang dan satu kali kalah. Kendati secara perolehan poin belum maksimal, tapi dari segi permainan sudah mengalami peningkatan.

“Pasti akan kita tingkatkan. Tapi jika ada yang kurang, kami akan perbaiki. Setiap selesai pertandingan akan kami evaluasi,” ucapnya.

Selepas pertandingan melawan Persib, sejumlah kelemahan akan dibenahi. Salah satu yang disorot oleh mantan pelatih Persita Tangerang dan Cilegon United itu adalah kelengahan dari barisan pertahanan yang berbuah gol pertama dari Ezechiel Ndouassel.

Bambang menyebut pemain belakang seperti kurang siap dalam mengantisipasi serangan lawan. Akibatnya, situasi tersebut bisa dimanfaatkan dengan apik oleh Eze, sapaannya, untuk mencetak gol. Terkait soal itu, dirinya akan berkonsultasi dengan pelatih fisik.

“Pemain seperti kurang siap. Apa pemanasannya yang kurang atau bagaimana. Ini akan kami diskusikan dengan pelatih fisik, agar dalam pertandingan berikut tidak terulang,” ujarnya.

Banur, sapaannya berharap para pemain sebisa mungkin tidak melakukan kesalahan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, karena saat ini PSIS membutuhkan banyak poin, agar musim depan bisa tetap berkompetisi di Liga 1 2020. Pemain harus bisa membaca situasi dengan baik.

“Posisi kami memang belum aman dan nyaman. Setidaknya ini harus membuat pemain termotivasi mendapatkan tiga poin. Pelatih itu sudah deg-degan (berdebar) setiap jelang pertandingan. Bangun tidur langsung berpikir ke tim,” tuturnya. []

Berita terkait
Persib Hat-trick Kemenangan Usai Taklukkan PSIS
Persib Bandung mencetak hat-trick kemenangan saat menaklukkan PSIS Semarang 2-1 di pertandingan Shopee Liga 1 2019 di Stadion Si Jalak Harupat.
Tuah Maguwoharjo Bikin PSIS Kembali Taklukkan PSS
PSIS Semarang merasakan tuah Stadion Maguwoharjo dengan mengalahkan PSS Sleman 3-0 di pertandingan Shopee Liga 1 2019.
PSIS Terpaksa Menjamu PSS di Maguwoharjo
PSIS Semarang menjamu PSS Sleman di Maguwoharjo karena tidak mendapat izin menggelar pertandingan di Kota Magelang.
0
Orang Batak Sudah Mulai Malu Berbahasa Batak
Trisna Pardede menggelar diskusi soal bahasa Batak bersama Saut Poltak Tambunan, penulis novel berbahasa Batak Si Tumoing Manapu Nipi.