UNTUK INDONESIA
Protokol Kekarantinaan Antisipasi Penyebaran Corona
Pemerintah Indonesia melakukan protokol kekarantinaan untuk mengantisipasi penyebaran corona. Batas-batas negara dipantau, pekerja asing dipantau.
Wisatawan di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 7 Maret 2020. Sejak merebak virus corona covid-19, jumlah wisatawan mancanegara menurun. (Foto: Antara/Anis Efizudin)

Jakarta - Juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan pemerintah melalui protokol penanganan covid-19 telah menjaga batas-batas negara. Ia menyebut, pada tiap-tiap pintu masuk wilayah juga dilakukan pemantauan untuk mengantisipasi adanya orang yang berdampak menyebabkan suspect pada seseorang.

"Terkait protokol kekarantinaan, baik pada pintu gerbang masuk negara, baik dari penerbangan, pelabuhan maupun dari pos lintas batas darat, karena ketiga itu ada di Indonesia," kata Yuri di Kantor Presiden, Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2020.

Sebagai contoh yang bisa saya sampaikan beberapa perusahaan tambang Maluku Utara.

Bahkan, ia menuturkan, protokol penanganan corona juga memiliki protokol kekarantinaan. Pada protokol inilah, kata Yuri, diharuskan adanya karantina terutama untuk perusahaan yang mempekerjakan Warga Negara Asing (WNA).

"Kalau penerbangan jalur laut dan darat di Indonesia, juga kekarantianaan yang harus dilakukan oleh wilayah, sebagai contoh yang bisa saya sampaikan beberapa perusahaan tambang Maluku Utara. Itu mempekerjakan pekerja asing dan itu berasal dari daerah yang kita yakini transmisi dari orang ke orang, sangat dekat dari China," ucap Yuri.

Hal itu diperlukan, kata Yuri, mengingat banyaknya tenaga kerja asing (TKA) yang berasal dari China yang merupakan negara yang paling banyak terdampak virus corona.

"Kita tahu beberapa waktu Imlek China mereka libur kerja, pulang ke kampungnya, sekarang libur sudah selesai, mereka kembali sebelum penerbangan ditutup, prosedurnya tetap kekarantinaan," ujar Yuri.

Ia menyebut, karantina harus dilakukan di beberapa daerah yang perusahaannya melibatkan para pekerja dari negara asal virus corona tersebut.

"Ini dilakukan daerah dan kerja sama dengan perusahaan yang standar dilakukan adalah memisahkan mereka dari kelompok lain untuk dilakukan observasi yang sarananya disiapkan perusahaan," kata dia.

Nantinya, lanjut dia, protokol kekarantinaan ini akan terus memantau kondisi para pekerja tersebut. "Kegiatan pematauan kesehatan mereka dilakukan dinas kesehatan setempat, ini sudah dilakukan di mana-mana dan ini sudah berjalan. []

Baca juga:

Berita terkait
Strategi Airin Rachmi Diany Cegah Corona di Tangsel
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany melakukan berbagai cara untuk melindungi warganya dari ancaman virus corona.
Kondisi Terkini Pasien Suspect Corona Covid-19 di Subang
Pasien diduga kena virus corona Covid-19 dirawat di ruang isolasi RSUD Subang sejak Kamis siang, 5 Maret 2020. Begini kondisi terkininya.
Pelajar Indonesia Diimbau Hindari Negara Episentrum Corona
Pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik diimbau tidak melakukan perjalanan ke negara-negara episentrum virus corona covid-19.
0
Anggota DPR Minta Data Penerima Bansos Diperbaiki
Anggota DPR, Intan Fauzi menyebutkan penyaluran dana bansos masih kerap salah sasaran akibat data penerima tidak valid.