UNTUK INDONESIA
Program Gojek yang Hanya Diterapkan di Yogyakarta
Gojek menghadirkan sebuah program yang hanya diterapkan di Yogyakarta yang akan memanjakan para siswa.
Gojek menggandeng para pelajar di Yogyakarta untuk berkendara aman melalui Liga Cerdikiawan. (Foto: Tagar/Switzy Sabandar)

Yogyakarta - Super apps karya anak bangsa, Gojek, menghadirkan sebuah program yang hanya diterapkan di Yogyakarta. Namanya, Liga Cerdikiawan. 

Liga Cerdikiawan berlangsung selama 9 sampai 29 September 2019, mengajak para siswa agar cerdik dalam memilih transportasi yang aman dan memberikan beragam solusi untuk hidupnya.

Pelajar bisa memilih untuk menggunakan transportasi umum atau transportasi berbasis aplikasi seperti Gojek.

“Kami berharap Liga Cerdikiawan dapat mendorong para siswa SMA di Yogyakarta untuk semakin mantap menggunakan transportasi publik serta terasah kreativitasnya dalam menyampaikan ide dan pemecahan masalah sesuai dengan tag line kami #PastiAdaJalan,” ujar Delly Nugraha, VP Region Gojek Jateng DIY, Rabu, 11 September 2019 petang.

Ia mengungkapkan Liga Cerdikiawan muncul dari keprihatinan masih banyaknya pelajar yang belum cukup umur di Yogyakarta mengendarai kendaraan bermotor saat ke sekolah. Program ini hadir sebagai bentuk kampanye keamanan berkendara lewat transportasi berbasis aplikasi.

Berdasarkan data dari Ditlantas Polda DIY, angka kecelakan lalu lintas di DIY cukup tinggi. Bahkan di kuartal pertama 2019, angka kecelakaan lalu-lintas di DIY mencapai 1.831 kasus dengan memakan korban jiwa 117 orang dan rata-rata korban kecelakaan adalah mereka yang masih berusia produktif antara 15 sampai 35 tahun.

Ada dua lomba yang diadakan lewat Liga Cerdikiawan. Pertama, kompetisi video Life Hack Cerdikiawan at School. Lomba ini untuk mengasah kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah bagi para siswa di SMA di DIY.

Karya yang diunggah harus murni karya dari masing-masing peserta dan wajib mencantumkan tagar #PastiAdaJalan dan #CerdikiawanSchooljogja. Tiga pemenang terpilih akan menerima paket dana bantuan pendidikan senilai 12.4 juta rupiah dari Gojek.

Kedua, lomba penggunaan transportasi publik berbasis aplikasi antar sekolah. Gojek bekerja sama dengan 10 sekolah tingkat atas di DIY, antara lain, SMAN 3 Yogyakarta, MAN 1 Yogyakarta, MAN 2 Yogyakarta, dan SMKN 2 Depok

Lomba ini mengajak pelajar dari sekolah tersebut untuk berkompetisi menggunakan Gojek sebanyak-banyaknya selama periode tiga minggu. Hadiah untuk lomba ini senilai Rp 30 juta untuk mendukung kegiatan internal sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo, menuturkan upaya kampanye ini tepat jika dimulai sejak dini, khususnya untuk pengguna Gojek di kalangan pelajar Yogyakarta. 

Sigit mengatakan, kegiatan ini meminimalkan jumlah pelajar yang belum cukup usia membawa kendaraan bermotor saat ke sekolah.

“Pelajar bisa memilih untuk menggunakan transportasi umum atau transportasi berbasis aplikasi seperti Gojek,” kata Sigit. []

Berita terkait
Perwakilan Gojek Tetap Demo Akibat Bos Taksi Malaysia
Perkumpulan Driver Gojek Kerakyatan (PDGK) tetap turun ke jalan sebagai bentuk protes ke Bos Taksi Malaysia.
Kompetitor Gojek di Malaysia Sebut Indonesia Miskin
Gojek disebut tidak cocok untuk masa depan anak muda di Malaysia. Bahkan, bakal kompetitor Gojek di Malaysia menyebut Indonesia negara miskin.
Driver Gojek Siantar Demo, Tolak Kenaikan Tarif
Ratusan driver Gojek di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan tarif sejak 9 Agustus 2019 lalu.
0
Buruh Medan Sebut Kenaikan Iuran BPJS Tak Manusiawi
Buruh meminta Pemko Medan membatalkan kenaikan BPJS Kesehatan yang sangat meresahkan masyarakat dan tidak manusiawi.