UNTUK INDONESIA

Profil Partai Demokrat, Prahara SBY Vs Moeldoko

Partai Demokrat merupakan salah satu partai politik di Indonesia yang dibentuk pada 9 September 2001 dan disahkan pada 27 Agustus 2003.
Manuver Partai Demokrat yang awalnya mendukung UU Ciptaker lalu menolak. (Tagar/Wikipedia)

Jakarta - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dibalik isu kudeta partai. Menurut SBY, langkah Moeldoko merugikan nama baik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Secara pribadi, apa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi. Saya juga yakin bahwa Presiden Jokowi miliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu," tutur SBY dalam sebuah video di Youtube, Rabu, 24 Februari 2021.

SBY juga menyatakan, nama selain Moeldoko yang juga disebut-sebut terlibat dalam kudeta sesungguhnya tak tahu menahu. Menurutnya, nama mereka hanya dicatut dalam isu kudeta PD.

"Sementara itu saya juga punya keyakinan bahwa nama Menko Polhukam Profesor Mahfud dan Menkum HAM Yasonna juga dicatut namanya. Demikian juga nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan KaBIN (Kepala BIN) Jenderal Budi Gunawan yang juga disebut-sebut namanya," katanya.

Profil Partai Demokrat

Partai Demokrat merupakan salah satu partai politik di Indonesia. Partai ini dibentuk pada 9 September 2001 dan disahkan pada 27 Agustus 2003. Partai ini didirikan dengan niat membawa Susilo Bambang Yudhoyono atau yang dikenal dengan sebutan SBY, yang kala itu menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan di bawah Presiden Megawati, menjadi presiden.

Pada Kongres IV Partai Demokrat yang diadakan di Hotel Shangri-La, Surabaya, 12 Mei 2015, SBY kembali terpilih menjadi ketua umum pada periode 2015-2020.

Partai ini pertama kali mengikuti pemilihan umum pada tahun 2004, saat itu Demokrat berhasil meraih suara sebanyak 7,45% dari total suara dan mendapatkan kursi sebanyak 57 di DPR. Dengan perolehan suara tersebut, partai ini meraih peringkat ke-5 Pemilu Legislatif 2004. Menjelang Pemilu 2004, partai ini cukup terdongkrak dengan naiknya popularitas Yudhoyono saat itu.

Pada Pemilu 2009, partai ini menjadi pemenang Pemilu Legislatif 2009. Dengan perolehan suara sebanyak 20,4% dan mendapatkan 150 kursi. Partai Demokrat meraih suara terbanyak di banyak provinsi.

Pada Pemilu 2014, jumlah perolehan suara dan kursi di DPR untuk partai ini turun drastis. Partai ini menduduki posisi ke-4 dari 10 partai di DPR, dengan perolehan suara sebanyak 10,19% suara nasional. Penurunan suara tersebut karena adanya beberapa kasus kader partai terkait masalah hukum yang membuat citra Partai Demokrat menurun di mata publik.

Pada Pemilu 2019, jumlah perolehan suara sebanyak 7,77% partai ini mengalami penuruan drastis lagi dengan menduduki posisi ke-7 dari 9 partai di DPR.

SBY mengakui partainya tersebut kerap kalah suara saat membahas kebijakan di DPR. Menurutnya, kekalahannya tersebut menghilangkan harapan Demokrat untuk menang. Namun, disisi lain dirinya mengaku bangga kepada seluruh kader dalam menghadapi beratnya perjuangan.

“Saya bangga, karena saudara semua, para kader Demokrat, dalam menghadapi beratnya perjuangan tersebut, tidak pernah menyerah, tidak patah semangat, dan tidak pernah surut memperjuangkan aspirasi rakyat,” tuturnya.

Ketua Umum

  1. 2001-2005 Subur Budhisantoso
  2. 2005-2010 Hadi Utomo
  3. 2010-2013 Anas Urbaningrum
  4. 2013-2020 Susilo Bambang Yudhoyono
  5. 2020-2025 Agus Harimurti Yudhoyono

Struktur Kepengurusan

  1. Ketua Umum: Agus Harimurti Yudhoyono
  2. Wakil Ketua Umum: Edhie Baskoro Yudhoyono
  3. Benny Kabur Harman
  4. Yansen Tipa Padan
  5. Vera Febyanthy Rumangkang
  6. Willem Wandik
  7. Marwan Cik Asan
  8. Sekretaris Jenderal : Teuku Riefky Harsa
  9. Wakil Sekretaris Jenderal: Andi Timo Pangerang
  10. Putu Supadma Rudana
  11. Renanda Bachtar
  12. Inggrid Kansil
  13. Muhammad Rifai Darus
  14. Siti Nur Azizah
  15. Jansen Sitindaon
  16. Imelda Sari
  17. Irwan
  18. Agust Jovan Latuconsina
  19. Bendahara Umum : Renville Antonio
  20. Wakil Bendahara Umum : Eka Putra
  21. Lasmi Indaryani
  22. Tatyana S. Sutara
  23. Chairul Yaqin Hidayat
  24. Edwin Jannerli Tandjung
  25. Bramantyo Suwondo
  26. Indyastari Wikan
  27. Lokot Nasution
  28. Direktur Eksekutif: Sigit Raditya

Kepala Departemen

  1. Departemen Luar Negeri dan Keamanan Nasional: Didi Irawadi Syamsuddin
  2. Departemen Politik dan Pemerintahan: Umar Arsal
  3. Departemen Hukum dan HAM: Didik Mukrianto
  4. Departemen Pertanian, Kehutanan dan Kemaritiman: Muslim
  5. Departemen Infrastruktur dan Perhubungan: Michael Wattimena
  6. Departemen Perindustrian, Perdagangan dan Investasi: Linda Megawati
  7. Departemen Energi, Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi: Rusda Mahmud
  8. Departemen Agama dan Sosial: RA Munawar Fuad, Noeh
  9. Departemen Kesehatan dan Ketenagakerjaan: Aliyah Mustika Ilham
  10. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pariwisata dan Pemuda: Dede Yusuf
  11. Departemen Perekonomian Nasional: Sartono Hutomo

Baca juga: 

Kepala Badan

  1. Badan Pemenangan Pemilu: Andi Arief
  2. Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan: Herman Khaeron
  3. Badan Penelitian dan Pengembangan: Herzaky Mahendra Putra
  4. Badan Komunikasi Strategis: Ossy Dermawan
  5. Badan Doktrin, Pendidikan dan Latihan: Yudha Pratomo Mahyudin
  6. Badan Pembinaan Jaringan Konstituen: Zulfikar Hamonanga
  7. Badan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat: Ali Mohamad Johan
  8. Badan Hukum dan Pengamanan Partai: MM Ardy Mbalembout. []
Berita terkait
Profil Partai Demokrat yang Sedang Diterpa Isu Kudeta AHY
Partai Demokrat diterpa isu kudeta, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, dituding ingin menggulingkan AHY. Ini profil pertai berlambang Mercy itu.
Dosen UGM: Isu Kudeta Partai Demokrat Bikin Rakyat Indonesia Bodoh
Isu kudeta Partai Demokrat bikin rakyat Indonesia bodoh. Kalau tidak mampu menyelesaikan masalah internal, bubar saja, Indonesia tidak akan rugi.
Tanggapi Isu Kudeta Demokrat, Moeldoko: Kayak Dagelan Saja
Moeldoko menilai isu kudeta kepemimpinan Partai Demokrat seperti dagelan yang dipertontonkan.
0
Bola Liar Partai Demokrat Setelah Marzuki Alie Dipecat Tidak Hormat
Gonjang-ganjing konflik internal Partai Demokrat membuat gaduh dan menjadi bola liar setelah dipecatnya Marzuki Alie dan kawan-kawan.