UNTUK INDONESIA

Profil Henry Yosodiningrat, Desak Polisi Usut Kasus Rizieq Shihab

Henry Yosodiningrat dikenal sebagai pengacara dan politisi PDIP hingga pernah menjadi anggota DPR RI.
Henry Yosodiningrat. (Foto: Instagram/@henryyosodiningrat)

Jakarta - Advokat sekaligus politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Henry Yosodiningrat meminta polisi menindaklanjuti laporan pencemaran baik terhadapnya oleh pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. 

Menurutnya tidak ada alasan lagi untuk membiarkan kasus tersebut karena Rizieq saat ini telah kembali ke Indonesia.

“Sekarang yang bersangkutan sudah datang," kata Henry di Polda Metro Jaya, Rabu, 11 November 2020.

Saya merasa terhina dikatakan politisi yang berhaluan komunis, dikatakan memusuhi umat Islam

Henry mengaku tidak pernah mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) setelah melaporkan Rizieq pada 31 Januari 2017. Sebab, Rizieq Shihab kemudian pergi umrah ke Arab Saudi hingga selama 3,5 tahun baru pulang.

"Jadi saya bisa memaklumi, tapi kalau sekarang tidak ada alasan," ujar dia.

Henry melayangkan surat kepada Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana untuk mendesak menindaklanjuti laporan terhadap Rizieq. 

"Saya merasa terhina dikatakan politisi yang berhaluan komunis, dikatakan memusuhi umat Islam," ujarnya.

Profil Henry Yosodiningrat

Henry Yosodiningrat dikenal sebagai pengacara dan politisi PDIP hingga pernah menjadi anggota DPR RI. Ia juga menjadi pendiri lembaga antinarkoba dengan nama Granat (Gerakan Nasional Antipenyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obatan Berbahaya).

Pria kelahiran Krui, Pesisir Barat, Lampung, 01 April 1954 itu menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan berpindah-pindah mengikuti tugas sang ayah sebagai camat. 

Mulanya ia menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat di Krui, Pugung Tampak kemudian SD Negeri I Liwa dan di Metro. Setelah tamat SD di SD Negeri 8 Metro pada tahun 1967, Henry melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri di Metro dan lulus pada tahun 1970.

Setelah melanjutkan SMA Negeri Metro, tak lama kemudian ia kembali pindah ke SMA Negeri 3 Palembang dan kembali lagi ke Metro hingga kemudian pindah jauh ke Yogyakarta. 

Henry menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia dan meraih gelar Sarjana Hukum pada 1981. 

Henry aktif di berbagai organisasi intra maupun ekstra sejak SMP, perguruan tinggi, bahkan hingga sekarang. Beberapa teman Henry menuliskan kesaksian, semua aktivitas itu membawa Henry ke ketajaman pemikiran, berpendirian kuat, dan bersemangat.

Saat di bangku kuliah ia pernah menjadi Redaksi Kepala Majalah Keadilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Ia bercerita, di majalah yang tadinya dijual sekitar Rp 5000, ia gratiskan kepada semua warga kampus, karena majalah tersebut sangat diminati dan mampu menghasilkan iklan dari produk-produk makanan atau jasa travel yang cukup lumayan untuk menghidupi produksi dan uang jajan awak redaksinya.

Sebagai keturunan dari generasi ke-13 Sai Batin marga Pugung Penengahan, Henry diberi gelar Kapitan Mahkota Raja ketika ia menikah dengan Rr. Soeltiana Endang Moerniningsih.

Henry juga sempat menjadi anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Lampung II periode 2014-2019. Ia ditugaskan di komisi II di bidang Pemerintahan dalam negeri & otnomi daerah. Aparatur dan reformasi, briokrasi, kepemiluan, pertahanan dan performa agraria.

Riwayat Pendidikan

  1. SDN 6 Metro. 1961 - 1967
  2. SMP N Metro. 1967 - 1970
  3. SMA N I Yogyakarta. 1972 - 1975
  4. S1 Hukum, Univ. Islam Indonesia. 1981 - 1981

Riwayat Pekerjaan

  1. Law Firm Henry Yosodiningrat, Sebagai: Pimpinan. 1984 
  2. Advokat Harjono Mitrosoebroto, SH, 1982 - 1984

Riwayat Organisasi

  1. Ikadin, Sebagai: Dewan Kehormatan. 2010 - Sekarang
  2. Peradi, Sebagai: Dewan Kehormatan. 2007 - Serkaran
  3. Gerakan Nasaional Anti Narkoba , Sebagai: Ketua Umum. 1999 - Sekarang
  4. Lembaga Keadilan Indonesia (LKI), Sebagai: Sekjen. 1999 
  5. Ikatan Alumni UII Yogya, Sebagai: Ketua DPP. 1999
  6. LBH Trisula (SAKSI), Sebagai: Sekjen. 1988
  7. Ikatan Ahli Hukum ASEAN, Sebagai: Anggota. 1987 
  8. Ikatan Advokat Internasional, Sebagai: Anggota.  1986 
  9. Ikatan Sarjana MKGRI/SOKSI, Sebagai: Wakil Sekjen/Ketua. 1985 - 1986
  10. Himpunan Mahasiswa Pengemban HAM, Sebagai: Anggota/Wakil Ketua. 1980 - 1984
  11. Radaksi Majalah Keadilan FH. UII, Sebagai: Pimpinan. 1978 
  12. HMI FH. UII/Senat, Sebagai: Ketua/Komisaris. 1977 
  13. Ketua OSIS SMA, Sebagai: Ketua. 1973. []

Baca juga: 

Berita terkait
Profil Joe Biden, Siap Melenggang ke Gedung Putih
Joe Biden diprediksi kuat bakal mengalahkan Trump setelah mengungguli perolehan suara dari lawan terberatnya itu.
Profil Rahayu Saraswati Calon Wakil Wali Kota Tangsel
Rahayu Saraswati atau Sara maju sebagai calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, berikut profilnya.
Profil dan Perjalanan Idham Aziz Hingga Menjabat Kapolri
Genap satu tahun Idham Aziz menjabat. Lalu siapa dan bagaimana perjalanan Idham hingga berada di jabatannya yang sekarang?
0
Hartopo Rekomendasi UMK Kudus 2021 Naik 3,27 Persen
Plt Bupati Kudus Hartopo merekomendasikan UMK naik 3,37% ke Gubernur Jawa Tengah. Rekomendasi itu sesuai hasil usulan dari Dewan Pengupahan.