UNTUK INDONESIA
Pria di Bulukumba Tewas Ditebas Parang Adik Ipar
Seorang pria di Bulukumba, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas dengan luka sabetan parang disekujur tubu.
Pelaku Munir (tengah) saat diamankan di Mapolres Bulukumba, Sul-Sel. (Foto: Tagar/Lodi Aprianto)

Bulukumba - Seorang pria bernama Wiraji Suraji, 40 tahun, ditemukan tewas dengan kondisi tubuh penuh luka di Masegana, Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sul-Sel), Sabtu 30 November 2019.

Korban mengalami luka sabetan parang di sekujur tubuhnya. Ia diduga meninggal dunia usai terlibat perkelahian dengan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bery Juana Putra, mengatakan Wiraji meninggal dunia usai dianiaya adik iparnya sendiri, Munir, 39 tahun. Wiraji tewas mengenaskan dengan luka tebasan senjata tajam jenis parang dan ditemukan tergeletak dipinggir jalan.

"Korban mengalami luka sabetan parang di sekujur tubuhnya. Ia diduga meninggal dunia usai terlibat perkelahian dengan pelaku," kata Bery Juana kepada Tagar, Minggu 1 Desember 2019.

Peristiwa ini bermula ketika Wiraji datang dengan menendang galon air minum. Lalu saat itu, Munir yang tengah berada di lokasi kejadian menegurnya dan berkata "Jangan begitu ka Aji, banyak orang". Tak terima ditegur oleh adik iparnya itu, Wiraji kemudian mengambil sebilah pisau dapur lalu menyerang Munir.

"Munir saat itu tengah menggendong anaknya yang baru berusia 6 tahun. Ia tiba-tiba diserang dengan pisau oleh korban, tapi sempat lari lalu menyalamatkan diri," katanya.

Tak berhasil menganiaya Munir, Wiraji Suraji ini kemudian masuk ke dalam rumahnya lalu mengunci pintu. Setibanya di rumah, ia langsung mengamuk menyerang kedua orang tuanya dengan sebilah pisau. Akibatnya, ibunya mengalami luka tikaman di wajahnya, sedangkan ayahnya juga ditinju pada bagian dada hingga sesak nafas.

Setelah menganiaya orang tuanya, Wiraji Suraji ke luar rumah lalu mengambil parang dan kembali menyerang Munir. Wiraji menebas parang Munir dan mengenai jari tangan kanan dan telinga kiri serta pergelangan tangan kiri. Saat itu, Munir sempat berusaha lari dan terus dikejar oleh Wiraji hingga terjatuh.

"Pelaku saat diserang, masih sempat untuk lari dan menyelamatkan diri. Merasa terdesak dan Munir pun juga langsung mengambil parang di teras rumahnya lalu juga menebas Wiraji hingga tewas" katanya.

Wiraji meningga dunia karena mengalami luka terbuka pada bagian pipi sebelah kanan, bagian dagu sambung ke leher, luka pada lengan tangan kanan dan nyaris putus. Kemudian, Wiraji juga mengalami luka tebasan paran pada bagian dada kiri dan kanan serta luka pada pelipis dan mata kiri.

Mendapat informasi pertengkaran itu, jajaran Satreskrim Polres Bulukumba langsung bergerak ke lokasi kejadian. Petugas pun melakukan penyelidikan dan tak butuh waktu lama, pelaku berhasil ditangkap.

"Saat mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku masih berada di sekitar TKP, kami langsung melakukan penyelidikan dan tidak lama kemudian anggota berhasil menangkap terduga pelaku," tuturnya.

Selain menangkap pelaku bernama Munir alias Unni tersebut, petugas juga menyita barang bukti berupa parang dengan panjang sekitar 30 centimeter yang digunakan untuk membunuh korban.

Petugas juga mengamankan sebilah parang dengan panjang sekitar 25 centimeter dan sebilah pisau dapur dengan panjang sekitar 15 centimeter yang diduga sempat digunakan korban pada saat melukai orang tuanya dan terduga pelaku.

"Pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Bulukumba. Sementara korban juga kini telah dimakamkan di kampugnya," katanya. []

Berita terkait
Badan Pemotor di Bulukumba Terpisah Digilas Truk
Kecelakaan tragis terjadi antara mobil truk dan sepeda motor di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Ini kronolodinya.
Suami Parangi Istri dan Iparnya di Bulukumba
Seorang suami di Bulukumba tega menganiaya istri dan iparnya, dengan cara menebas ke duanya menggunakan parang.
Emak-Emak Perusak Kantor Bupati Bulukumba Ditangkap
Timsus Polres Bulukumba berhasil menangkap perempuan yang merusak fasilitas di kantor Bupati Bulukumba. Dia ditangkap tanpa perlawanan.
0
Perjanjian Damai Batal, AS Gempur Taliban
AS melancarkan serangan udara pertama ke milisi Taliban di Afganistan Rabu (4/3/2020). Perjanjian damai antara keduanya batal.