Presiden Tiga Periode Cuma Modus Politik Kelompok Tertentu

Fernando Emas mengatakan dorongan untuk perpanjangan jabatan Presiden Jokowi sepertinya bukan dari kalangan pendukung.
Direktu Rumah Politik, Fernando EMaS. (Foto: Tagar)

Jakarta - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengatakan dorongan untuk perpanjangan jabatan Presiden Jokowi sepertinya bukan dari kalangan pendukung.

"Kalau pendukung Jokowi sangat mengerti bahwa Jokowi tidak memiliki keinginan untuk memperpanjang masa jabatannya dengan alasan pandemi Covid-19," kata Fernando, Senin, 6 September 2021.

Fernando curiga ada yang memiliki agenda untuk memperpanjang masa jabatan Jokowi adalah para kepala daerah dan anggota legislatif yang ingin menikmati jabatan tanpa berjuang.


Kalau pendukung Jokowi sangat mengerti bahwa Jokowi tidak memiliki keinginan untuk memperpanjang masa jabatannya dengan alasan pandemi Covid-19.


Kelompok itu, menurut Fernando, sebagai tameng untuk kepentingan sempit. Jika perjuangan perpanjangan masa jabatan Jokowi dikabulkan, kelompok itu juga akan menuntut perpanjangan masa jabatan Kepala Daerah dan anggota legislatif.

"Sebaiknya semua pihak yang ingin menikmati jabatan dengan cara gratisan tanpa berjuang agar menghentikan mimpi mereka. Keinginan mereka sama saja dengan bermimpi di dalam mimpi," ujarnya.[]

Baca Juga:

Berita terkait
Fernando EMaS: Jokowi Sibuk Kerja, Harap Jangan Nyinyir
Para elit harusnya memberikan contoh konkrit kepada masyarakat bukan sibuk untuk mengambil keuntungan politik di tengah situasi krisis.
Fernando: AHY Fokus Saja Hadapi Gugatan KLB Deli Serdang
Fernando Emas, menyarankan kepada Parati Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menghadapi proses gugatan di PTUN
Fernando Emas: Demokrat KLB Harus Bisa Buktikan di PTUN
Fernando Emas mengatakan, gugatan tersebut sebagai tempat terakhir bagi Demokrat kubu KLB Deli Serdang untuk mendapat pengesahan dari pemerintah.
0
Presiden Tiga Periode Cuma Modus Politik Kelompok Tertentu
Fernando Emas mengatakan dorongan untuk perpanjangan jabatan Presiden Jokowi sepertinya bukan dari kalangan pendukung.