Presiden Jabat Tiga Periode untuk Kepentingan Siapa?

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengatakan, Presiden Jokowi sudah dua kali menolak masa jabatan presiden tiga periode.
Guspardi Gaus. (Foto: Tagar/Wikipedia)

Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengatakan, Presiden Jokowi sudah dua kali mengeluarkan pernyataan yang menolak wacana masa jabatan presiden tiga periode, yaitu tanggal 12 Februari 2019 dan 15 Maret 2021.

Anggota DPR asal Sumatera Barat itu menilai, sikap Presiden yang tidak setuju MPR untuk mengamendemen UUD 1945 dan dua kali penolakannya, seharusnya menjadi rujukan semua pihak agar jangan lagi mewacanakan Jokowi tiga periode.

"Dan Saya tidak tahu apa motif mereka dan diklasifikasikan kelompok mana relawan Jokpro 2024 ini. Apakah kelompok ini yang dimaksud ingin menampar muka Jokowi, mencari muka atau menyeret Jokowi untuk tidak taat pada UUD 1945 atau bisa juga 'cari panggung' dan sensasi," kata dia, dilansir Antara, Selasa, 22 Juni 2021.

Guspardi meminta semua pihak jangan lagi bermanuver dan mendorong-dorong kembali usulan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, karena akan membuat kegaduhan baru.

Munurut dia, sebaiknya wacana tersebut diakhiri, karena Presiden Jokowi tegas menolaknya, bahkan Jokowi juga menaruh curiga yang mengusulkan wacana yang justru menjerumuskannya.

Dia mengatakan, pihak yang terus mendorong masa jabatan presiden menjadi tiga periode telah mengkhianati cita-cita reformasi, dan wacana tersebut tidak sesuai dengan amanat UUD NRI 1945.

"Munculnya relawan Jokpro 2024 yang kembali mendorong masa jabatan presiden tiga periode telah mengkhianati cita-cita reformasi dan tidak sesuai dengan amanat konstitusi atau UUD 1945, dan menghambat proses suksesi kepemimpinan serta lahirnya pemimpin baru di tingkat nasional," katanya.

Dia pun merasa heran, kenapa masih ada upaya pihak tertentu mendorong kembali wacana jabatan Presiden Jokowi menjadi tiga periode.


Dan Saya tidak tahu apa motif mereka dan diklasifikasikan kelompok mana relawan Jokpro 2024 ini.


Guspardi mengaku tidak tahu apa motif dan untuk kepentingan siapa wacana tersebut, namun gerakan itu bertolak belakang dengan sikap Presiden Jokowi yang jelas menolak maju tiga kali karena bertentangan UUD 1945.

Menurut dia, jika ditelusuri usulan masa jabatan presiden tiga periode, pertama kali muncul pada November 2019, seiring dengan wacana amendemen terbatas UUD 1945.

"Saat itu Jokowi menyarankan agar MPR membatalkan amendemen UUD 1945 jika usulan liar jabatan presiden tiga periode terus muncul. Lalu, Ketua MPR Bambang Soesatyo pun telah menyatakan, tidak ada pembahasan di internal MPR untuk mengubah Pasal 7 UUD 1945 yang mengatur soal masa jabatan presiden," ujarnya. []

Baca Juga: PDIP Tak Setuju Jokowi Tiga Periode

Berita terkait
Gerakan Jokowi Tiga Periode Manuver Inkonstitusional
Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, peresmian Seknas yang mengusung Jokowi tiga periode mengabaikan konstitusi yang berlaku.
Herzaky Demokrat: Presiden Tiga Periode Kembali ke Orde Baru
Politisi Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, manuver politik tiga periode berpotensi kembali ke era Orde Baru (Orba).
Jabatan Presiden Tiga Periode Mengingkari Reformasi
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI ketiga Profesor Emil Salim menilai usulan masa jabatan presiden menjadi tiga periode mengingkari reformasi.
0
Presiden Jabat Tiga Periode untuk Kepentingan Siapa?
Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengatakan, Presiden Jokowi sudah dua kali menolak masa jabatan presiden tiga periode.