Pratikno Bantah Isu Reshuffle 18 Menteri Jokowi

Pratikno menepis adanya isu yang menyebutkan Presiden Joko Widodo akan melakukan perombakan (reshuffle) kabinet besar-besaran.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. (Foto: Tagar/Fernandho P)

Jakarta - Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menepis adanya isu yang menyebutkan Presiden Joko Widodo akan melakukan perombakan (reshuffle) menteri besar-besaran. Pratikno menyebut Kabinet Indonesia Maju saat ini tengah fokus untuk menangani krisis akibat pandemi C-19.

"Jadi kita semua terkejut dengan rilis yang mengatakan ada 18 menteri yang akan di-reshuffle. Itu tidak benar, karena hari-hari ini kita konsentrasi luar biasa untuk menghadapi krisis kesehatan dan krisis perekonomian," kata Pratikno di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020.

Jadi kita semua terkejut dengan rilis yang mengatakan ada 18 menteri yang akan di-reshuffle.

 Baca juga: Fadjroel Luruskan Kabar Jokowi Reshuffle 18 Menteri

Pratikno menuturkan seluruh menteri yang menjabat di Kabinet Indonesia Maju beserta jajaran di bawahnya tengah bekerja keras untuk menangani dampak pandemi. Menurutnya, kerja para menteri sesuai dengan arahan Jokowi agar jajarannya memanfaatkan momentum krisis untuk lompatan kemajuan.

"Pak Presiden selalu perintahkan kepada menteri untuk fokus bekerja, fokus menyelesaikan krisis, dan fokus membajak momentum krisis ini untuk melakukan lompatan kemajuan di segala bidang," ujar dia.

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan akan ada 18 menteri yang bakal di reshuffle oleh Jokowi. Tidak hanya itu, ia menyebut PDI Perjuangan juga akan mendapat tambahan pos jabatan menteri.

"Rotasi dan pergantian kabinet sepertinya akan dilakukan Presiden Jokowi setelah pergantian Panglima TNI. Sementara pergantian Kapolri akan dilakukan sesuai jadwal, yakni pensiunnya Jenderal Idham Azis pada awal Januari 2021. Demikian informasi yang diperoleh dari berbagai sumber," ucap Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 20 Agustus 2020.

Beberapa menteri yang disebut IPW akan direshuffle di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Baca juga: 18 Menteri di Reshuffle, AHY - Sandiaga Uno Bergabung?

Nama lainnya, yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, dan Kepala Bulog Budi Waseso.

Kabar ini juga berembus saat Politisi PDIP Adian Yunus Yusak Napitupulu meyakini Presiden Jokowi bakal merotasi (reshuffle) kabinetnya. Alasannya, kata Adian Napitupulu, pemerintah dan masyarakat membutuhkan komposisi menteri yang mampu bekerja menyikapi krisis akibat pandemi C-19.

"Kalau saya baca tandanya, pasti terjadi reshuffle," kata Adian Napitupulu dalam sebuah diskusi di sebuah kafe, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2020. []

Berita terkait
Adian Napitupulu: Jokowi Pasti Lakukan Reshuffle
Adian Napitupulu berkata pemerintah dan masyarakat membutuhkan komposisi menteri yang mampu bekerja menyikapi krisis akibat pandemi Covid-19.
Ancaman Reshuffle Berkaitan dengan Penolakan RUU HIP
Pakar Komunikasi Politik, Kennorton Hutasoit menilai ancaman reshuffle yang diutarakan Jokowi bisa dikaitkan dengan isu penolakan RUU HIP.
Demokrat-PAN Incar Jabatan Menteri Jika Reshuffle
Ujang Komarudin mengatakan isu reshuffle yang masih terus berkembang hingga saat ini menjadi rebutan para partai politik (parpol).
0
Empat Kali Berturut-turut! Pemprov DKI Pertahankan Opini WTP
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil mempertahankan Opini WTP dari BPK RI selama empat kali berturut-turut di tengah pandemi yang belum usai.