PPKM Masih Level 4, Banjarmasin Batal Buka Objek Wisata

Pariwisata di Kota Banjarmasin memang sudah lama tidak dibuka karena pandemi Covid-19 belum berakhir.
Susur Sungai Naik Kelotok yang berada di Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ikhsan Al-Haq menyampaikan pihaknya batal membatalkan rencana pembukaan objek wisata karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 masih diperpanjang hingga 18 Oktober 2021.

"Kerena masih PPKM level 4, kita tidak berani menyatakan resmi dibuka," kata dia.

Pariwisata di Kota Banjarmasin memang sudah lama tidak dibuka karena pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga belum ada izin dari Satgas Covid-19, apalagi saat ini, status Banjarmasin masih PPKM level 4.

"Penentuan PPKM level 4 ini ditentukan pemerintah pusat, dan pemerintah daerah harus menaatinya, tentunya aturan main dalam pembatasan ini objek wisata harus ditutup," ujarnya.

Memang ada kelonggaran pembukaan pariwisata di daerah yang memungkinkan dibuka 25 persen dari kapasitas pada masa saat ini, tentunya ini jadi dilema bagi Banjarmasin yang terkenal dengan wisata siring sungai, yaitu Susur Sungai Naik Kelotok yang berada di Sungai Martapura dan wisata pasar terapung.



Kalau kita mau buka wisata pasar terapung, harus dimusyawarahkan dulu dengan berbagai pihak termasuk Satgas Covid-19. Karena jika pasar terapung hadir, pasti berjubel orang datang, bagaimana protokol kesehatannya.



"Kapasitas 25 persen itu, berlaku untuk ruang tertutup atau wilayah yang berpagar. Kalau objek wisata siring sungai di daerah kita wilayahnya terbuka, sulit mengatur bagaimana 25 persen itu," jelas Ikhsan.

Jika objek wisata pasar terapung di Siring Sungai Martapura di Jalan Piare Tendean itu dibuka secara resmi, maka akan mengundang kerumunan yang sulit dihindari.

"Kalau kita mau buka wisata pasar terapung, harus dimusyawarahkan dulu dengan berbagai pihak termasuk Satgas Covid-19. Karena jika pasar terapung hadir, pasti berjubel orang datang, bagaimana protokol kesehatannya," kata Ikhsan.

Karena itulah, pembukaan objek wisata di Banjarmasin harus disiapkan sungguh-sungguh dan tidak bisa sembarangan, sebab penanganan Covid-19 di daerah ini sudah maksimal dilakukan, bahkan memakan waktu yang lama, hingga saat ini kasusnya sudah turun signifikan.

"Jangan sampai kondisi ini berubah lagi parah, jadi pembukaan pariwisata di daerah kita memang harus betul-betul diperhitungkan," pungkasnya. []


Baca Juga :




Berita terkait
Jokowi Minta Agar Jembatan Sei Alalak di Banjarmasin Segera Dibuka
Jembatan yang berada di Kalimantan Selatan ini menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala menuju Kalimantan Tengah
Ketua KPU Kota Banjarmasin Ditahan Dugaan Asusila
Ketua (non aktif) KPU Kota Banjarmasin, Kalsel ditahan atas dugaan asusila terhadap anak di bawah umur.
Menkes Setuju PSBB di Banjarmasin dan Tarakan
Menkes Terawan Agus Putranto, setujui permohonan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Kota Banjarmasin, dan Kota Tarakan
0
PPKM Masih Level 4, Banjarmasin Batal Buka Objek Wisata
Pariwisata di Kota Banjarmasin memang sudah lama tidak dibuka karena pandemi Covid-19 belum berakhir.