Populi Center: Persaingan Ketat Dua Paslon Pilkada Surabaya

Populi Center merilis elektabilitas Eri-Armudji mengungguli Mahcfud-Mujiaman. Secara popularitas Machfud lebih dikenal daripada Eri.
Dua peneliti Populi Center, Jefri Adriansyah (kiri) dan Hartanto Rosojati (kanan) saat rilis hasil survei dua paslon di Pilkada Surabaya di Best Western Papilio Hotel, Jumat, 30 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Adi Suprayitno)

Surabaya - Persaingan dua pasangan calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya yakni Eri Cahyadi-Armudji dan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno selama masa kampanye. Persaingan ketat dua paslon Pilkada Surabaya terlihat dalam survei yang dilakukan Populi Center yang dilakukan 6 hingga 13 Oktober 2020.

Peneliti Populi Center, Jefri Adriansyah membenarkan persaingan ketat dua pasangan calon di Pilkada Surabaya. Apalagi, berdasarkan hasil survei dilakukan pihaknya elektabilitas hanya berselisih 3,3 persen antara Eri-Armudji dengan Machfud-Mujiaman.

Secara popularitas Machfud Arifin mengalahkan Eri Cahyadi. Terlihat masyarakat yang mengenal Machfud Arifin mencapai 74 persen, sementara Eri Cahyadi hanya 68,8 persen.

"Tak bisa dipungkiri di Pilkada Surabaya dua paslon ini bersaing ketat. Selisih elektabilitas belum melewati margin of error 4,0 persen," ujarnya saat jumpa pers rilis Survei Populi Center di Best Western Papilio Hotel Surabaya, Jumat, 30 Oktober 2020.

Secara luas, Jefri memaparkan elektabilitas pasangan Eri-Armudji mencapai 41,0 persen, sementara Machfud-Mujiaman baru menyentuh 37,7 persen. Hasil survei tersebut didapatkan dengan metode wawancara tatap muka dengan besaran sampel 600 responden, multistage random sampling (pemilihan secara acak bertingkat) di 60 kelurahan di Kota Surabaya.

Baca juga:

"Secara popularitas Machfud Arifin mengalahkan Eri Cahyadi. Terlihat masyarakat yang mengenal Machfud Arifin mencapai 74 persen, sementara Eri Cahyadi hanya 68,8 persen," tuturnya.

Sementara untuk posisi calon wakil wali kota, popularitas Armudji lebih tinggi dibandingkan Mujiaman Sukirno. Hasil survei terlihat jika popularitas Armudji mencapai 55 persen, sementara Mujiaman Sukirno 50,2 persen.

Meski secara elektabilitas Eri-Armudji mengungguli Machfud-Mujiaman, tetapi masih banyak warga Surabaya yang belum memantapkan pilihannya atay undecided voters di Pilkada Surabaya. Hal tersebut terlihat masih 48 persen warga Surabaya belum menentukan pilihan.

"Masyarakat yang sudah mantap dengan pilihannya di Pilkada Surabaya mencapai 52 persen. Sementara yang masih mungkin berubah 31,8 persen, dan yang menjawab tidak tahu 16 persen. Undecided voters di Pilkada Surabaya mencapai 48 persen," kata dia.

Sementara itu, untuk tingkat partisipasi, Jefri mengaku 80,7 persen warga Surabaya akan menggunakan hak pilihnya di Pilkada serentak nanti. Sementara 14,2 persen menjawab masih mempertimbangkan.

"Sementara yang memastikan tidak menggunakan hak pilihnya 2,3 persen," ucapnya.

Keunggulan elektabilitas Eri-Armudji tak lepas dari pilihan warga Surabaya yang ingin dipimpin oleh seorang birokrat sebesar 21,2 persen. Selanjutnya akademisi sebesar 13,2 persen dan politisi 12,8 persen.

"Berikutnya polisi/militer 11 persen, pengusaha 11,3 persen, dan pemuka agama 8,7 persen," ucapnya.

Tak hanya itu, pemilih Eri-Armudji juga didominasi perempuan yakni sebesar 42,3 persen, sementara pemilih laki-laki 39,7 persen.

"Pasangan Machfud-Mujiaman untuk pemilih laki-laki 38,7 persen dan perempuan 36,6 persen," tuturnya.[]

Berita terkait
Dukungan Milenial Surabaya Menangkan Eri - Armuji di Pilkada
Kaum milenial yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan Surabaya mendukung Paslon nomor urut 01 Eri-Armuji di Pilkada Surabaya.
Pemkot Surabaya Akan Penilaian Prokes Tahapan Pilkada
Untuk pelaksanaan tahapan Pilkada, Pemkot Surabaya membentuk tim independen berisi para pakar untuk memberikan assessment.
Janji Eri-Armuji Lanjutkan Program Risma di Surabaya
Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi-Armuji akan melanjutkan program Risma membangun Kota Surabaya.
0
Prakiraan Cuaca Jakarta, Rabu 2 Juni 2021
BMKG menyampaikan peringatan dini waspada potensi hujan, kilat, petir, dan angin kencang, di wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore dan malam hari.