Populasi Hong Kong Turun karena Perubahan Kondisi Politik dan Pandemi

Reputasi Hong Kong yang sebut dirinya “Kotanya Asia” itu terpukul akibat kerusuhan politik dan langkah-langkah ketat pembatasan Covid-19
Ilustrasi. Hong Kong terus mengalami penurunan jumlah populasi dalam setahun terakhir. (Foto: voaindonesia.com/AP)

TAGAR.id, Hong Kong, China – Hong Kong mengalami penurunan jumlah populasi terbesarnya dalam 12 bulan terakhir. Ini berdasarkan data terbaru.

Reputasi Hong Kong yang menyebut dirinya sebagai “Kotanya Asia” itu terpukul akibat kerusuhan politik dan langkah-langkah ketat pembatasan Covid-19 beberapa tahun terakhir.

Semenjak meletusnya demonstrasi anti-pemerintah tiga tahun lalu, semakin banyak warga yang meninggalkan wilayah Tiongkok itu.

Lebih dari 113.000 penduduk meninggalkan kota itu setahun terakhir, setara dengan penurunan populasi sebesar 1,6 persen – yang terbesar yang pernah tercatat sejak 60 tahun lalu.

Angka itu menyusul penurunan pada tahun sebelumnya (0,3%), ketika 89.200 orang meninggalkan Hong Kong, dan 20.900 lainnya pada 2020.

Populasi kota itu turun dari 7,41 juta menjadi 7,29 juta penduduk, menurut angka terbaru yang dirilis oleh Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong.

warga hong kong pakai maskerWarga pakai masker saat beraktifitas di Hong Kong, 15 Maret 2022 (Foto: voaindonesia.com - AP/Kin Cheung)

Awal tahun ini, beberapa pengamat mengatakan kepada VOA bahwa penurunan itu disebabkan oleh kerusuhan politik dan pembatasan ketat Covid-19 di kota tersebut. Seorang juru bicara pemerintah Hong Kong mengatakan bahwa penurunan populasi disebabkan oleh kurangnya pendatang.

Lucy Jordan, lektor bidang kerja sosial Universitas Hong Kong, telah menetap di kota itu selama 10 tahun. Ia memberi tahu VOA awal pekan ini bahwa eksodus itu jelas semakin cepat terjadi ketika penyebaran COVID-19 memuncak tahun lalu.

“Saya menyebutnya sebagai badai yang sempurna, ketika gelombang COVID kelima melanda pada musim dingin 2022. Ketika itulah kami melihat eksodus terjadi secara besar-besaran dan tiba-tiba. Meski demikian, jika Anda tinggal di sini, Anda tahu bahwa eksodus itu berlangsung secara stabil dan berkelanjutan sebelum dan sesudah puncak pandemi. Anda hanya perlu melihat kalendar sosial Anda untuk melihat acara-acara perpisahan,” ungkapnya. (rd/jm)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Ekonomi Hong Kong Kembali Mengarah ke Resesi Teknis
Ekonomi Hong Kong terbebani oleh meningkatnya suku bunga, melemahnya perdagangan global dan kontrol virus corona (Covid-19) yang ketat
0
Populasi Hong Kong Turun karena Perubahan Kondisi Politik dan Pandemi
Reputasi Hong Kong yang sebut dirinya “Kotanya Asia” itu terpukul akibat kerusuhan politik dan langkah-langkah ketat pembatasan Covid-19