UNTUK INDONESIA

Polisi Tangkap 5 Pembunuh Remaja saat Tawuran di Surabaya

Polisi berhasil menangkap lima tersangka pembacok remaja berusia 16 tahun saat terjadi tawuran antar pemuda di Surabaya.
Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo bersama Kasatreskrim, Kompol Oki Ahadian saat jumpa pers kasus tawuran yang menyebabkan satu orang meninggal dunia di Halaman Mapolrestabes Surabaya, Rabu, 2 Desember 2020. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menangkap lima tersangka pembacok seorang remaja berusia 16 tahun, Maulana Ramadan saat tawuran antar kelompok di Jalan Tembaan, depan Pusat Grosir Surabaya pada 27 November 2020. Dari lima tersangka, dua diantaranya masih di bawah umur.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Ajun Komisaris Besar Hartoyo mengatakan, lima tersangka terlibat dalam tawuran antara kelompok yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Hari ini setelah sekitar tiga hari kita lakukan pencarian maka kita bisa mengamankan lima orang tersangka. Dua tersangka di bawah umur.

Hartoyo menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka bermula pada kejadian pada Jumat malam, 27 November 2020, saat dua kelompok pemuda saling lempar provokasi melalui media sosial.

"Kemudian terjadi tawuran di sekitar depan PGS. Salah satu kelompok itu ada yang terluka kemudian meninggal dunia. hari ini setelah sekitar tiga hari kita lakukan pencarian maka kita bisa mengamankan lima orang tersangka. Dua tersangka di bawah umur, sementara tiga tersangka lainnya inisialnya AYH,  kemudian RDC dan BLRA  yang sudah dewasa," ujarnya saat jumpa pers di halaman Mapolrestabes Surabaya, Rabu, 2 Desember 2020.

Hartoyo mengungkapkan, dari lima tersangka, salah satu tersangka merupakan admin medsos kelompok pemuda yang digunakan untuk memprovokasi kelompok lain untuk tawuran.

Hartoyo mengaku dari para tersangka diamankan barang bukti sejumlah senjata tajam, dan molotov.

"Alat untuk melakukan penganiayaan sudah kita amankan. Kemudian admin media sosial yang digunakan untuk provokasi lawan, juga sudah kita amankan. Selain itu ada beberapa kendaraan yang kita amankan," kata dia.

Hartoyo mengaku pihaknya sebenarnya sudang mengantisipasi terjadinya perang kelompok di Surabaya. Hanya saja, kelompok tersebut berhasil mengecoh polisi dengan melakukan tawuran pada subuh hari.

"Mereka ini sering mengelabui petugas.  Seperti kejadian ini sudah kita antisipasi, tetapi kejadiannya pada pukul 05.00 pagi. Padahal sudah mulai dari malam kita antisipasi, mereka-mereka ini menunggu petugas lengah sehingga terjadi tawuran," tutur dia.

Hartoyo mengaku sejumlah tempat dijadikan tempat mangkal bagi kelompok sebelum melakukan tawuran. Beberapa tempat tersebut diantaranya di Kalijudan, Bogem, Margesari, dan Kembang.

"Titik rawan sudah kita antisipasi di Kalijudan, kemudian di Bogem, kemudian di Magersari, kemudian di Kia-Kia Jalan Kembang Jepun ini. Jadi ada titik-titik yang digunakan untuk mangkal dan itu sudah kita antisipasi," ucapnya.

Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrstabes Surabaya, Komisaris Oki Ahadian mengatakan para tersangka ditangkap di sejumlah tempat berbeda.

Ia mengaku sejak kejadian pihaknya sudah melakukan profilling terhadap para pelaku tawuran yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

"Kita tangkap di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Memang ada upaya melarikan diri, tetapi kita sudah antisipasi karena sudah kita profilling," ucapnya.

Sementara tersangka berinisial RDC mengaku dirinya ikut tawuran antar kelompok tersebut karena solidaritas. Ia mengaku kelompoknya yakni Tim Gukguk membantu kelompok Jawara yang bentrok dengan kelompok All Star.

"Kelompok jawara minta bantuan karena kampungnya sering diserang sama kelompok All Star," kata dia.

RDC pun mengakui jika dirinya ikut mengeroyok korban dan memukul korban dengan kayu yang dibawanya. Senjata dipinjamkan sama teman," tuturnya.

Ia mengaku saat kejadian dirinya tidak dalam pengaruh minuman keras atau pun narkoba.

"Tidak pesta Miras dan narkoba," ucapnya. []

Berita terkait
Ayah Korban Tawuran di Surabaya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Seorang remaja di Surabaya tewas dengan luka bacok dibagian perutnya. Diduga remaja tersebut korban tawuran antar geng.
Hendak Tawuran, Pemuda di Makassar di Tangkap Polisi
Seorang pemuda diringkus personil Tim Thunder Polda Sulawesi Selatan lantaran hendak melakukan penyerangan terhadap kelompok pemuda lainnya.
Polisi Tangkap Dua Bocah yang Ikut Tawuran di Makassar
Polisi mengamankan dua anak dibawah umur pelaku tawuran antar kelompok pemuda di Kota Makassar.
0
Madra Indriawan Segera Dilantik Jadi Anggota DPRD Solok
Madra Indriawan segera dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Solok menggantikan posisi Jon Firman Pandu.