UNTUK INDONESIA
Polisi Grebek Rumah Penimbun Masker di Makassar
Polsek Panakukang kota Makassar menggrebek sebuah apoteker di perumahan Dosen Unhas karena menimbuan ribuan masker berskala besar.
Polisi amankan ribuan masker, Kamis 5 Maret 2020. (Foto: Tagar/Muhammad Ilham).

Makassar - Satuan Resmob Polsek Panakukkang menggerebek sebuah apoteker di Perumahan Dosen Unhas, tempat penimpunan ribuan masker skala besar untuk meraup untung berlipat ganda ditengah merebaknya virus corona, Kamis 5 Maret 2020, dini hari.

Dalam pengerebekan ini tiga orang berhasil ditangkap dan mengamankan ribuan lembar masker berbagai merek disita polisi sebagai barang bukti.

Ini masker akan diperjual belikan dengan harga Rp 290 ribu setiap boksnya. Modalnya Rp 260 ribu.

Penggerebekan penimbunan masker tersebut dilakukan pihak kepolisian di Jalan Moncongloe, perbatasan antara Kota Makassar dengan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Tiga orang pelaku penimbunan masker tersebut masing-masing PNS di Rumah Sakit Daerah Daya Makassar sekaligus apoteker, Lince, dan anaknya DSU bersama rekannya, BP alias Rama.

Ribuan masker ini ditemukan pihak kepolisian di rumah milik Lince yang disimpan di dalam dapur rumahnya.

Penggerebekan ini dilakukan pihak kepolisian berdasarkan hasil penangkapan salah satu pelaku. Sebelum akhirnya polisi menggerebek rumah oknum apoteker penimbunan ribuan lembar masker untuk diperjualbelikan.

Berdasarkan keterangan salah satu pelaku, Lince bahwa ribuan masker ini diperoleh dari berbagai apotik di tiga provinsi.

"Maskernya ada yang diambil dari Makassar, Sulawesi Utara dan Barat," kata Lince saat berada di lokasi.

Ribuan masker-masker tersebut, kata Lince dibeli dengan harga Rp 260 ribu setiap boksnya untuk masker kwalitas terbaik di masing-masing apotik.

"Ini masker akan diperjual belikan dengan harga Rp 290 ribu setiap boksnya. Modalnya Rp 260 ribu," bebernya.

Selain dipasarkan secara eceran, ribuan masker hasil penimbunan ketiga pelaku juga akan menjualnya secara online lewat media sosial dengan harga yang lebih tinggi.

"Sudah tiga minggu jalani bisnis jualan masker ini pak, karena keuntungannya besar," katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga penimbunan masker tersebut langsung dibawa ke kantor polisi.

Keberadaan masker di wilayah Kota Makassar telah mengalami kelangkaan. Jika pun ada dipasaran harganya cukup melonjak tajam dari biasanya yang berada dikisaran Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu per lembarnya. Sedangkan harga per boksnya dijual dengan harga Rp 45 ribu untuk masker kwalitas rendah. []

Berita terkait
Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker 300 Ribu
Polda Metro Jaya menggelar sidak ke Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Ditemukan masker Rp 300 ribu per kotak dalam sidak ini.
Penimbun Semarang Jual Masker 9 Kali Harga Normal
Polisi Jawa Tengah meringkus tiga warga Semarang yang menimbun masker dan antiseptik. Produk itu selanjutnya dijual dengan harga tinggi.
Konsumen Mengeluh, YLKI: Bongkar Penimbun Masker
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi meminta pemerintah melakukan aksi untuk menangani kenaikan harga masker di pasar imbas virus COVID-19.
0
MPU Aceh Barat: PUBG Haram, Pemain Layak Diberi Sanksi Berat
MPU Aceh Barat meminta pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengeluarkan qanun khusus untuk permainan game PUBG di Aceh.