UNTUK INDONESIA
Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker 300 Ribu
Polda Metro Jaya menggelar sidak ke Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Ditemukan masker Rp 300 ribu per kotak dalam sidak ini.
Pedagang menata masker yang dijual di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Jumat, 28 Februari 2020. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta - Polda Metro Jaya menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Ditemukan masker Rp 300 ribu per kotak dalam sidak ini. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan sidak menyusul kelangkaan masker dan harga yang melonjak tinggi setelah dua warga Depok, Jawa Barat positif terinfeksi virus corona. 

Padahal ini sebenarnya cuma sekitar Rp 29 ribu kalau hari biasa.

"Kita ambil contoh aja ini, salah satu merek (masker). Harganya Rp 300 ribu dijual ke masyarakat. Padahal ini sebenarnya cuma sekitar Rp 29 ribu kalau hari biasa. Ini contoh satu merek. Ini akan kita coba selidiki lagi," ujar Yusri di Pasar Pramuka, Rabu, 4 Maret 2020.

Tak hanya soal melonjaknya harga, kepolisian juga menemukan beberapa masker yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Memang kita menemukan beberapa merek masker yang berbeda-beda dengan harga termasuk tinggi. Ada beberapa yang kita temukan tidak ada SNI atau standar dari Dinas Kesehatan. Ini nanti dari tim akan menyelidiki, karena kita kemarin sudah membongkar satu pabrik pembuatan yang ini," katanya.

Yusri menjelaskan, pihak asosiasi pedagang juga telah mengeluarkan surat edaran ke setiap toko, agar para pembeli hanya diperbolehkan membeli 5 buah kotak masker saja dan mengimbau agar tidak menjual dengan harga tinggi.

"Itu surat edaran disampaikan tetapi ada beberapa toko kendalanya masih ada distributor-distributor yang jual ke toko-toko dengan harga tinggi. Kita akan sidak semuanya, dan menindak penimbun yang ada. Ini merugikan masyarakat," ujar Yusri.

Sementara, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Pramuka Edi Haryanto yang turut menemani sidak kepolisian mengimbau masyarakat agar teliti dan tidak terpaku pada merek tertentu. "Tapi tanyakan, apakah masker tersebut memiliki fungsi antiseptik atau hanya standar pabrik yang hanya menyaring debu saja," katanya.

Dia pun memastikan ketersediaan masker masih mencukupi. Untuk itu, dia berharap masyarakat tidak panik dan melakukan pembelian masker secara besar-besaran.

"Masyarakat tidak perlu panik, karena kepanikan masyarakat justru akan membuat harga tidak stabil. Kami yakinkan stok barang bisa tercukupi Insya Allah," tutur dia. []

Berita terkait
Konsumen Mengeluh, YLKI: Bongkar Penimbun Masker
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi meminta pemerintah melakukan aksi untuk menangani kenaikan harga masker di pasar imbas virus COVID-19.
Supermarket di Padang Batasi Penjualan Masker
Supermarket di Kota Padang, Sumatera Barat, membatasi masyarakat membeli masker dan gula pasir.
Penimbun Semarang Jual Masker 9 Kali Harga Normal
Polisi Jawa Tengah meringkus tiga warga Semarang yang menimbun masker dan antiseptik. Produk itu selanjutnya dijual dengan harga tinggi.
0
Tingkatkan Minat Baca dan Literasi Indonesia
Tingkat baca rendah jadi alasan BBW hadir membawa bazar buku murah dan berkualitas ke Indonesia