UNTUK INDONESIA
Polda Mulai Usut Dugaan Korupsi Balairung Rajawali Siantar
Polda Sumatera Utara mengusut dugaan korupsi pembangunan pasar rakyat Balairung Rajawali di Kota Pematangsiantar.
Polda Sumatera Utara Kompol Roman Smaradhana Elhaj ketika diwawancarai wartawan. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

Medan - Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor), Polda Sumatera Utara mengusut dugaan korupsi pembangunan pasar rakyat Balairung Rajawali di Kota Pematangsiantar, dan dugaan penggelapan material bongkaran Balairung Rajawali yang dilaporkan oleh Lingkar Rumah Rakyat Indonesia (LRRI).

Polda Sumatera Utara sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi pelapor. Bahkan polisi juga dalam surat panggilan pemeriksaan memberikan catatan agar pelapor membawa dokumen pengguna anggaran (DPA), rencana umum pengadaan (RUP) serta dokumen pendukung terkait dengan laporan.

Pelapor menduga adanya mark up pada pekerjaan pasang cetakan atau bakisting saluran sebesar Rp 48.399.113.48 pada pembangunan Pasar Rakyat Balairung Rajawali, selain itu pada drill saluran sebesar Rp 400.145.136,56. Sehingga diduga terjadi kerugian negara sebesar Rp 448.544.250,04 atau sekitar 27,74 persen.

Kemudian, dugaan penggelapan material bongkaran rangka atap baja existing yang masih bernilai tidak dikembalikan kepada Pemko Pematangsiantar atau Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ).

Terpisah, Kasubdit III Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara Kompol Roman Smaradhana Elhaj, Rabu 7 Agustus 2019 mengaku masih memeriksa berkas.

"Saya belum mengetahui sampai di mana prosesnya, apakah sudah dilakukan pemeriksaan saksi dari pelapor dan lainnya. Karena berkas yang ditangani ada banyak. Sabar ya," kata Kompol Roman.[]

Baca jugaProyek Balairung Rajawali di Siantar, Negara Rugi Rp 448 Juta

Berita terkait
Proyek Balairung Rajawali di Siantar, Negara Rugi Rp 448 Juta
BPK menemukan kerugian negara sebesar Rp 448 juta padaproyek pembangunan Pasar Balairung di Jalan Rajawali, Pematangsiantar.
0
Moeldoko Bocorkan Posisi Jabatan di Kabinet Jokowi
Mantan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan akan tetap membantu Presiden Jokowi dalam periode 2019-2024.