Petani Payaman Kudus Meninggal Tersetrum di Sawah

Seorang petani warga Payaman Kudus ditemukan meninggal dunia tersetrum listrik di sawah miliknya.
Prosesi pemakaman petani warga Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, yang ditemukan meninggal dunia tersetrum di sawahnya, Senin, 16 November 2020. (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Sayudi, 54 tahun, petani warga Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia tersetrum di sawah, Senin, 16 November 2020. Jasadnya ditemukan keluarga beberapa jam setelah pamit pergi ke sawah.

Kepala Polsek Mejobo Inspektur Polisi Satu , Iptu Cipto mengatakan korban ditemukan meninggal di kawasan persawahan Desa Payaman oleh keluarganya pada Senin dini hari. Saat ditemukan, sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Meninggalnya Bapak Sayudi, murni karena tersetrum aliran listrik dari genset yang digunakannya untuk membasmi tikus di sawahnya.

Pada Senin pagi, dokter Puskesmas Jepang melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Dari pemeriksaan tersebut, dokter tidak menemukan adanya bekas penganiayaan atau kekerasan.

"Meninggalnya Bapak Sayudi, murni karena tersetrum aliran listrik dari genset yang digunakannya untuk membasmi tikus di sawahnya," jelas Cipto.

Terpisah, Camat Mejobo Fitriyanto mengungkapkan kronologi meninggalnya Suryadi. Dari informasi yang didapatnya, pada Minggu sore, 15 November 2020, Suryadi pamit kepada keluarganya untuk pergi ke sawah.

Ditunggu hingga jelang tengah malam, pria paruh baya itu tak kunjung pulang ke rumah. Padahal biasanya ia pergi ke sawah pada sore hari dan pulang sekitar pukul 20.00 atau 21.00 WIB.

"Ditunggu hingga dini hari sekitar pukul 02.00 WIB korban belum juga pulang. Cemas, istri dan keluarga korban memberanikan diri mencari korban ke sawah," ujarnya.

Baca juga: 

Di sawah, istri dan keluarga dibuat kaget sebab menemukan Sayudi dalam keadaan telah meninggal dunia. Malam itu, jenazahanya langsung dibawa pulang ke rumah duka dan dimakamkan tadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Adanya kejadian ini, Fitriyanto mengimbau para petani di Kecamatan Mejobo untuk tidak menggunakan setrum guna membasmi hama tikus. Ia menyarankan petani untuk menggunakan cara gropyok masal, burung hantu atau pestisida dalam mengusir hama.

"Boleh pakai setrum untuk menghilangkan hama tikus. Tapi harus ditunggui, jangan sampai ditinggal pergi. Agar kejadian semacam ini tidak terjadi lagi," pesannya. []

Berita terkait
Tragis! Pencari Ikan Itu Tewas Tersetrum Alat Pencari Ikannya Sendiri
"Setelah beberapa jam mencari, tiba tiba ditemukan dalam kondisi terbujur kaku dengan badan tengkurap. Kepala di sebelah selatan dan kaki di sebelah utara, di sungai."
Dua Penjual Ban dan Velg Tewas Kesetrum Listrik di Makassar
Dua orang karyawan penjual ban dan velg mobil di Makassar tewas kesetrum listrik. Ini kronologinya.
Hari Listrik Nasional, Kenali 5 Tindakan Tolong Korban Kesetrum
Sebagai bagian memperingati Hari Listrik Nasional, mari kita kenali tindakan pertama tolong korban kesetrum.
0
Jepang Gencar Dorong Warga Vaksinasi Covid-19
Jepang berjuang mendorong warganya vaksinasi Covid-19 yang sebelumnya berjalan sangat lambat jelang Olimpiade Tokyo 2020