Pesan Imam Besar Al Azhar di Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

El-Tayyeb menggambarkan Nabi Muhammad sebagai orang pemaaf yang tidak pernah kasar atau berkata buruk atau tidak bermoral.
Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed El-Tayyeb. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed El-Tayyeb berpesan kepada umat Islam di seluruhh dunia agar menghidupkan kembali tuntunan Nabi Muhammad. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk menyelamatkan umat Islam dari orang-orang yang secara salah mengklaim mematuhi instruksi nabi dan mengikuti agama serta yurisprudensinya, sementara mereka membunuh orang tak bersalah.

Hal itu disampaikan Al-Tayyeb di Manara International Conference Centre di New Cairo, Imam besar Al-Azhar, perayaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Wakaf ini turut dihadiri oleh Presiden Mesir Abdel-Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Mostafa Madbouly, pejabat negara, dan ulama.

Dalam cerahmahnya, El-Tayyeb menyampaikan kekagumannya kepada mendiang penulis Irlandia terkenal George Bernard Shaw yang memuji Islam sebagai sistem yang menegakkan pilar perdamaian dan memuji Nabi Muhammad sebagai orang yang akan menyelesaikan semua masalah kemanusiaan saat ini.

"Jika Bernard Shaw berpikir kembalinya bimbingan Muhammad diperlukan untuk menyelamatkan dunia kita hari ini, saya melihat bahwa ini telah menjadi lebih dari kebutuhan untuk menyelamatkan komunitas Muslim kita dari kondisi yang tidak manusiawi," kata El-Tayyeb, dilansir dari laman Ahram, Senin 18 Oktober 2021.

El-Tayyeb mengecam orang-orang yang mengklaim diri mereka mematuhi instruksi Nabi dan mengikuti agama serta yurisprudensinya, tetapi mereka membunuh orang-orang yang tak bersalah.

"Beberapa orang yang mengklaim bahwa mereka mematuhi instruksi nabi, dan agama dan yurisprudensinya, sementara mereka membunuh orang yang tidak bersalah," lanjutnya.



Dia bukan orang yang lantang yang meninggikan suaranya di jalanan dan pasar. Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan dengan pengampunan dan pengampunan.



Kerena itulah El-Tayyeb mengutuk orang-orang yang melakukan tindak kekerasan terhadap umat bergama.

 "Mengubah masjid Allah, menjadi arena perang di mana nyawa hilang, darah tertumpah, tubuh hancur, kesucian dilanggar, dan hak-hak orang, dan hak-hak perempuan, anak perempuan dan anak-anak disia-siakan," tuturnya.

Imam besar Al-Azhar juga memperingatkan bahwa pembunuhan brutal yang dilakukan oleh Muslim terhadap Muslim memicu kecenderungan sayap kanan di Barat dan Timur serta meningkatkan tindakan Islamofobia.

El-Tayyeb menggambarkan Nabi Muhammad sebagai orang pemaaf yang tidak pernah kasar atau berkata buruk atau tidak bermoral. 

"Dia bukan orang yang lantang yang meninggikan suaranya di jalanan dan pasar. Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan dengan pengampunan dan pengampunan," tegasnya.

Dia juga menambahkan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah memukul seseorang dengan tangannya kecuali dalam Jihad. 

"Nabi juga tidak pernah memukul seorang hamba atau wanita, dan tidak pernah terlihat membalas ketidakadilan yang dideritanya selama larangan Allah tidak dilanggar," kata El-Tayyeb. []


Baca Juga








Berita terkait
Imam Besar Al Azhar Minta Afghanistan Izinkan Wanita Sekolah
Pemerintah Afghanistan saat ini telah membatasi akses wanita dan anak perempuan atas pendidikan di tahun ajaran baru di Afghanistan.
Habib Musthofa bin Ja'far Assegaf Meninggal Dunia Saat Baca Maulid
Ulama dari Majelis Nurul Mustofa, Habib Musthofa bin Jafar Assegaf, meninggal dunia pada Minggu, 14 Maret 2021.
Jemaah Muslim Rayakan Maulid di Yerusalem
Di tengah-tengah pandemi dan ketegangan negara-negara Muslim dengan Prancis umat Islam merayakan Maulid Nabi di kota tua Yerusalem
0
Bertemu Anak Setelah 27 Tahun, Piet Pagau Akui Pernah Nikah Siri
Dijenguk oleh sosok yang mengaku sebagai putranya saat sedang dirawat di rumah sakit, Piet Pagau ungkap bahwa ia pernah menikah siri.