Pesan Gubsu untuk PSMS Medan: Juara Liga 2

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meyampaikan pesan kepada PSMS Medan, yaitu juara Liga 2 2020. Namun PSMS harus lolos dulu dari Grup D.
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (kiri) berpesan kepada PSMS Medan agar menjadi juara Liga 2 2020. Gubsu memperlihatkan aksi jugglig bola saat mengunjungi tim di Stadion Kebun Bunga, Medan, Selasa, 25 Agustus 2020. (Foto: Humas Sumut)

Medan - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meyampaikan pesan khusus kepada PSMS Medan yang akan bertarung di Liga 2 2020. Gubsu ingin PSMS menjadi juara sehingga kembali promosi ke Liga 1. Namun PSMS harus menyelesaikan tugas pertama lebih dulu, lolos dari penyisihan Grup D yang digelar di kandang sendiri di Medan.  

PSMS berada di grup yang tidak ringan saat mengarungi Liga 2 yang bergulir mulai 17 Oktober 2020 hingga 5 Desember 2020. Bahkan boleh dibilang mereka berada di grup maut karena bersaing dengan 2 tim kuat, Semen Padang FC dan Sriwijaya FC. Keduanya sudah malang-melintang di kasta tertinggi sebelum akhirnya terdegradasi. 

Baik Semen Padang dan Sriwijaya FC berambisi kembali ke kasta tertinggi. Selain mereka ada Sulut United, Persekap Tegal, dan juara Liga 3 Persijap Jepara. 

Saatnya PSMS bangkit. Saya dukung kalian agar menjadi juara. Kita yakini semoga nama Sumut ini kembali pulih dalam persepakbolaan

Bila lolos ke babak berikutnya, PSMS bertemu lawan dari Grup C. Di grup itu diisi tuan rumah PSPS Riau, Mitra Kukar, Martapura FC, Putra Sinar Giri, AS Abadi Tiga Naga dan PSIM Yogyakarta.

Menyikapi hasil pembagian grup ini, Gubernur Edy Rahmayadi optimistis PSMS akan meraih sukses di Liga 2. Tak sekadar promosi, tetapi mereka bisa menjadi juara liga. 

Apalagi, materi pemain PSMS Medan cukup baik, dengan banyaknya pemain eks Liga 1 yang bergabung. Striker Ferdinand Sinaga misalnya yang dipinjam dari PSM Makassar bisa mempertajam daya gedor. Sedangkan Paolo Sitanggang direkrut dari Persik Kediri.

"Persiapannya, pertama vitamin untuk pemain. Kedua, berlatih khusus untuk menghadapi liga ini," kata Edy tak lama setelah meninjau kesiapan PSMS di Stadion Kebun Bunga, Medan, Selasa, 25 Agustus 2020.

"Kenali musuhmu, kenali kekuatan kita sendiri. 1.000 kali main, 1.000 kali menang," ujar mantan Ketua Umum PSSI ini menegaskan. 

Namun semua itu tidak berarti apa-apa bila PSMS gagal di kandang sendiri. Sebagai langkah awal, Gubsu ingin tim Ayan Kinantan menjadi juara Grup D. 

PSMS Pulihkan Kejayaan Sepak Bola Sumut

Edy juga optimistis PSMS akan memulihkan Sumut yang pernah berjaya dalam dunia persepakbolaan. PSMS yang melegenda di era Perserikatan juga sudah saatnya untuk bangkit di pentas sepak bola nasional.

"Saatnya PSMS bangkit. Saya dukung kalian agar menjadi juara. Kita yakini semoga nama Sumut ini kembali pulih dalam persepakbolaan. Jangan menjadi cemoohan karena kita tak pernah lagi menyandang juara," kata Gubernur.

Baca juga: 

Ferdinand dan Paulo, Siapa Lagi Menyusul ke PSMS

Ferdinand Diharapkan Bawa PSMS Medan ke Liga 1

Sementara, Pelaksana Tugas Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menuturkan telah melakukan beberapa persiapan sebagai tuan rumah penyisihan grup. Termasuk kesiapan Stadion Teladan yang menjadi tempat untuk pertandingan. 

"Kami sudah meninjau Stadion Teladan terkait kesiapan untuk pertandingan Grup D Liga 2. Kami akan melakukan pembenahan. Ada sedikit pembenahan seperti pemangkasan rumput lapangan dan beberapa perbaikan fisik bangunan," kata Akhyar. []

Berita terkait
Tuan Rumah Liga 2, PSMS Medan Benahi 2 Stadion
PSMS Medan membenahi Stadion Teladan dan Stadion Baharoeddin Lubuk Pakam. Ini langkah persiapan PSMS sebagai tuan rumah Grup D Liga 2.
Tuan Rumah Liga 2, PSMS Medan Tak Boleh Main Jelek
PSMS Medan tidak berleha-leha setelah terpilih sebagai tuan rumah Grup D Liga 2. Di grup itu, PSMS bersaing dengan Semen Padang dan Sriwijaya FC.
Pembagian Grup Liga 2, Semen Padang Saingi PSMS
Semen Padang FC berada di grup berat dalam lanjutan Liga 2, Oktober mendatang. Mereka akan bersaing dengan tuan rumah PSMS Medan dan Sriwijaya FC.
0
Dewas KPK Pecat Penyidik Robin Terkait Suap Tanjung Balai
Dewan Pengawas KPK memecat penyidik Stepanus Robin Pattuju karena terbukti berhubungan dengan perkara Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial.