UNTUK INDONESIA
Pesan Berantai Isu Corona Modus Rampok di Bantaeng
Beredar pesan berantai di sosial media WhatsApp di Bantaeng tentang perampokan bermodus semprot vaksinasi virus corona. Ini penjelasan polisi.
Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri saat ditemui Tagar, Rabu, 11 Maret 2020. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Bantaeng - Beredar pesan berantai di sosial media WhatsApp di Bantaeng tentang perampokan bermodus semprot vaksinasi virus corona. Dalam pesan broadcast tersebut bernarasi bahwa modus baru perampokan tersebut memanfaatkan situasi saat ini

Berikut narasi pesan berantai yang beredsr di grup-grup WhatsApp:

Bismillah....Kalau ada yang suruh buka pintu buat semprot virus corona jangan dibuka pintunya,  mereka itu adalah perampok, mereka akan bilang, alasannya dari pemerintah program semprot kuman biar steril.

Perlu dicek terlebih dahulu sumber informasi dari mana, karena saat ini rawan kabar hoaks.

Jangan diizinkan, jika tidak  ada pemberitahuan dari RT / RW setempat. Informasikan kepada anggota keluarga lain. Hati-hati modus baru yang memaanfaatkan situasi saat ini, semoga bermanfaat bagi saudaraku semua.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. Andi Ihsan mengimbau agar masyarakat waspada terhadap orang yang mengaku dari pihak Kesehatan dan Pemda Bantaeng, jika mengatasnamakan hendak melakukan penyemprotan vaksin corona.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak serta merta mempercayai ketika ada yang menawarkan jasa dengan berbagai modus yang pada akhirnya melakukan pencurian ataupun perampokan," kata Andi Ihsan, saat dikonfirmasi Tagar, Rabu, 11 Maret 2020.

Dia juga meminta agar masyarakat memastikan apakah betul petugas kesehatan atau bukan dengan melihat identitas dan surat tugas yang diberikan oleh pimpinan Puskesmas ataupun Dinas Kesehatan Bantaeng.

Selain itu, dari pihak kepolisian, Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri mengimbau agar masyarakat tidak serta merta percaya dengan pesan berantai yang beredar.

Warganet sebaiknya lebih teliti dan bijak menyikapi era informasi yang dinamis.

"Perlu dicek terlebih dahulu sumber informasi dari mana, karena saat ini rawan kabar hoaks. Selain itu ada baiknya menghubungi dinas terkait, dalam hal ini dinas kesehatan tentunya," ujar Wawan. []

Berita terkait
Pemuda Asal Pajukukang Bantaeng, Tewas Digigit Ular
Seorang pemuda di Bantaeng Sulsel ditemukan tewas dan seluruh badannya menghitam. Dia disinyalir meninggal karena digigit ular.
Iuran Tak Naik, Ini Kata Kepala BPJS Bantaeng
BPJS belum bisa memberi keterangan lebih lanjut terkait judicial review pembatalan kenaikan iuran BPJS
Hari Pedih Keluarga Buruh Miskin di Bantaeng
Hari pedih Farida dan Darwis, keluarga buruh miskin di Bantaeng, saat cucu sakit, menggadai televisi, nyaris disangka gila, cucu tak tertolong.
0
Ditjen Perumahan Salurkan Bansos PUPR Peduli Covid-19
Keluarga besar Direktorat Jenderal Perumahan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan PUPR Peduli Covid-19.