UNTUK INDONESIA
Perubahan Iklim Jadi Perdebatan Kampanye Pilpres AS
Masalah perubahan iklim menjadi isu hangat dalam perdebatan kampanye pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat.
Calon presiden Joe Biden saat kampanye pemiliham presiden (pilpres) di Amerika Serikat (AS). (Foto: Getty Images).

Jakarta - Masalah perubahan iklim menjadi isu hangat dalam perdebatan kampanye pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat. Kedua calon presiden menyoroti kebakaran hutan parah yang terjasdi di sepanjang Pantai Barat AS.

Seperti diberitakan dari BBC News, Selasa, 15 September 2020, saat mengunjungi California yang dilanda kebakaran, Presiden Donald Trump meremehkan peran planet bumi yang semakin memanas. Ia menyebutkan bahwa kebakaran yang baru-baru ini terjadi karena pengelolaan hutan yang tidak tepat sasaran.

Baca Juga: Pilpres AS, Donald Trump Serang Joe Biden Soal China

"Saya kira sains sebenarnya tidak tahu," kata Trump, saat diberi tahu bahwa sains tidak sesuai dengan kesimpulannya

Sementara itu, lawan politiknya, Joe Biden menyerang Trump dengan menuduh ia "krisis sentral" yang dihadapi bangsa. "Jika Anda memberi seorang pelaku pembakaran iklim empat tahun lagi di Gedung Putih, mengapa ada orang yang terkejut jika kita memiliki lebih banyak wilayah Amerika yang terbakar?"

Perjanjian Paris menghambat ekonomi Amerika Serikat untuk mendapatkan pujian dari ibu kota asing dan aktivis global yang telah lama berusaha mendapatkan kekayaan dengan biaya negara kami.

Dia bertanya. "Jika Anda penyangkal iklim empat tahun lagi di Gedung Putih, mengapa ada orang yang terkejut ketika lebih banyak bagian Amerika yang berada di bawah air?"

Selama ini masalah lingkungan tidak menjadi isu sentral perebutan kursi Gedung Putih. Selama kampanye utama Partai Demokrat, dalam debat kandidat, isu itu jarang dibahas.

Gubernur Washington, Jay Inslee, yang menjadikan perubahan iklim sebagai fokus pembahasan dalam pencalonannya sebagai presiden. Namun ia kemudian mengundurkan diri dalam pencalonan.

Tom Steyer, seorang miliarder yang mendanai kampanyenya sendiri, juga menjadikan masalah lingkungan sebagai prioritas. Namun, kampanyenya tidak pernah mendapatkan daya tarik yang signifikan dari publik.

Donald TrumpPresiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara selama Rapat Kabinet di Ruang Timur Gedung Putih pada hari Selasa. (Foto: poynter.org/AP Photo/Evan Vucci)

Trump sebelumnya menolak gagasan perubahan iklim buatan manusia sebagai "tipuan" yang dilakukan oleh China. Ia mundur dari retorika seperti itu, komentarnya pada Senin mencerminkan kurangnya perhatian yang dia curahkan untuk masalah lingkungan.

Sebaliknya, Trump lebih berfokus pada promosi manufaktur AS dan industri energi. Pemerintahannya membatalkan lebih dari 70 peraturan lingkungan - banyak di antaranya menangani perubahan iklim.

Trump juga menindaklanjuti janji kampanye untuk menarik AS dari Perjanjian Iklim Paris di bulan keenam masa kepresidenannya. "Perjanjian Paris menghambat ekonomi Amerika Serikat untuk mendapatkan pujian dari ibu kota asing dan aktivis global yang telah lama berusaha mendapatkan kekayaan dengan biaya negara kami," katanya saat itu.

Biden, di sisi lain, mengatakan dia akan bergabung kembali dengan Perjanjian Paris pada hari pertama masa kepresidenannya jika terpilih dalam Pilpres AS. Ia menyatakan akan memulihkan banyak peraturan lingkungan yang telah dicabut Trump.

Baca Juga: Pilpres AS: China Pilih Mana, Trump atau Biden

Dalam kampanyenya, Biden menyatakan jika terpilih akan memperluas rencana awalnya untuk meningkatkan dana infrastruktur dan pembangunan hijau dari US$ 1,7 triliun selama 10 tahun menjadi US$ 2 triliun selama empat tahun. Ia juga berjanji untuk membuat pasokan listrik AS bebas karbon dalam 15 tahun. []

Berita terkait
Pilpres AS, Bloomberg Sumbang US$ 100 Juta untuk Biden
miliader pemilik media, Mike Bloomberg menjanjikan akan memberikan donasi senilai US$ 100 juta untuk membantuk kampanye calon presiden, Joe Biden.
Pence: Biden Menang Pilpres, AS Tidak Aman
Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence memperingatkan kekerasan akan menyebar di Amerika jika Joe Biden memenangkan pemilihan presiden.
Pilpres AS, Joe Biden dan Kamala Serang Donald Trump
Calon prsiden AS Joe Biden dan wakilnya, Kamala Haris menyerang Presiden Donald Trump dengan menyebutkan sebagai pimpinan yang tidak kompeten.
0
Stok Gas LPG 3 Kilogram Tersisa 6,5 Juta Tabung di Sumbar
Stok gas LPG ukuran tiga kilogram di Sumatera Barat (Sumbar) tersisa 6,5 juta tabung hingga akhir tahun 2020.