Persiapan Warga Tempel Sleman Hadapi Banjir Lahar Merapi

Erupsi Merapi 2010 terjadi banjir lahar dingin di sejumlah sungai yang berhulu di Merapi, termasuk Sungai Krasak. Berikut persiapan warga Tempel.
Banjir lahar dingin di sungai Krasak pada erupsi Merapi tahun 2010. (Foto: Istimewa)

Sleman - Status Gunung Merapi naik menjadi siaga (level III). Jika gunung yang berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini erupsi, berpotensi terjadi banjir lahar. Terlebih BMKG menyebut ada fenomena La Nina, di mana curah hujan meningkat hingga 40 persen dari kondisi normal.

Berdasarkan peristiwa erupsi Merapi pada 2010, banjir lahar dingin mengalir di sungai yang berhulu di Merapi, termasuk mengalir hingga Sungai Krasak di Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Sleman. Terkait hal itu, warga setempat mulai mempersiapkan diri dan langkah-langkah sejak dini.

Pj Lurah Sumberrejo Supardi mengatakan, secara geografis, wilayah Kalurahan Sumberrejo berjarak 15 Km dari puncak Gunung Merapi. Namun, Sungai Krasak membentang sejauh 3-4 Km di wilayah Kalurahan Sumberrejo. "Kami termasuk KRB I karena berada di bantaran Sungai Krasak,” ujarnya.

Baca Juga:

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan persiapan antara lain ketersediaan barak pengungsian, logistik hingga relawan yang bertugas. “Tanggul di wilayah sini bisa menahan material lahar dingin sampai setinggi 7 meter di tepian sungai,” kata Supardi kepada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa, 17 November 2020.

Banjir Lahar Dingi Merapi 2010Banjir lahar dingin di sungai Krasak pada erupsi Merapi tahun 2010. (Foto: Istimewa)

Meski begitu, lahar dingin tetap merendam area persawahan. Sedikitnya kira-kira ada 60-70 hektare lahan sawah milik warga yang terdampak jika erupsi terjadi. "Kondisi tanggul yang dibangun sekitar 1970 masih bagus dan mampu menahan adanya material Merapi,” ucapnya.

Kami termasuk KRB I karena berada di bantaran Sungai Krasak.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan kebutuhan logistik mitigasi bencana dan perlengkapan dapur umum. Pun menyiapkan barak pengungsian warga nantinya.

Sebagai informasi, Kalurahan Sumberrejo sendiri memiliki gedung yang sengaja dibangun sebagai barak pengungsian bencana Merapi dengan kapasitas 300-400 orang. Namun karena situasi pagebluk seperti saat ini, kapasitas yang dipergunakan nantinya akan mengalami pengurangan.

Baca Juga:

Dia mengatakan, ancaman bahaya erupsi Merapi dapat meluas, tetapi tidak mengancam semua pemukiman penduduk. Namun, BPPTKG memberikan rekomendasi jarak aman bagi sejumlah penduduk terdekat dengan gunung api tersebut sejauh lima kilometer dari puncak.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Arip Pramana mengatakan saat ini sudah tidak banyak penambang yang beraktivitas. Dishub telah membagi personel untuk bertugas dalam tiga kali shift yakni pagi, siang, malam. Khusus petugas jaga malam, mereka juga membawa alat penerangan.

Dari hasil pemantauan pihaknya, sudah tidak ditemukan truk pengangkut tambang yang naik ke wilayah Merapi. “kecuali wilayah sekitar Pedukuhan Gadingan, sekitar 11 Km dari puncak,” katanya. []

Berita terkait
Puluhan Pengungsi Merapi di Sleman Jatuh Sakit
Puluhan pengungsi Merapi di barak Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, mengeluh sakit. Mayoritas mereka lansia.
Barak Pengungsian Merapi Dilengkapi Ruang Isolasi Mandiri
Barak pengungsian Gunung Merapi di Cangkringan Sleman dilengkapi ruang isolasi yang merupakan permintaan Raja Yogyakarta Sri Sultan HB X.
Update Gunung Merapi, Kubah Lava Baru Belum Terbentuk
BPPTKG menyampaikan saat ini belum muncul kubah lava baru meski Gunung Merapi terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
0
Simak 5 Aplikasi dan Situs Simulasi Tes CPNS
Terdapat lima aplikasi dan situs simulai tes CPNS 2021 yang sudah disiapkan untuk mengisi kota sebanyak 105.777 dari 189.102 formasi ASN yang ada.