UNTUK INDONESIA
Persiapan Barongsai Makassar Jelang Imlek
Kaum milenial Makassar yang tergabung dalam komunitas Barongsai, kini tengah mempersiapkan diri menyamut hari raya Imlek 2571.
Para atlet Barongsai Makassar saat melakukan latihan jelang Imlek 2571 (Foto: Tagar/ Muhammad Ilham)

Makassar - Kaum milenial Tionghoa yang tergabung dalam komunitas Barongsai di Makassar, Sulawesi Selatan, secara rutin terus menggelar latihan menjelang Imlek 2571, untuk menjaga kekompakan dan gerakan atraksi Barongsai.

Komunitas Barongsai Naga Langit merupakan salah satu komunitas tertua dari enam komunitas Barongsai yang ada di Kota Makassar dan masih eksis hingga hari ini. Meski latihan menggunakan sarana olah raga kantoran para atlet tetap semangat latihan.

Latihan yang dilakukan para atlet Barongsai Naga Langit menggunakan sarana olahraga perkantoran swasta yang terletak di Jalan Mukhtar Lutfi, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 21 Januari 2020, malam.

Persiapan ini juga untuk memenuhi panggilan jadwal show jelang malam Imlek.

Salah satu atlet Barongsai Naga Langit, Erdin Tios mengatakan, menyambut Imlek 2571 mereka sibuk melakukan latihan di antaranya dalam penyesuaian tonggak dan mempersiapkan kelengkapan Barongsai seperti sepatu dan Barongsai itu sendiri.

"Persiapan ini juga untuk memenuhi panggilan jadwal show jelang malam Imlek di sejumlah klenteng di Kota Makassar," kata Erdin yang masih berstatus sebagai pelajar ini.

Erdin menerangkan, dalam memantapkan atraksi yang sangat dibutuhkan bagi para atlet Barongsai adalah stamina serta fisik yang kuat.

Erdin yang dipasangkan dengan Indra Tios yang memainkan kepala Barongsai selama tiga tahun, menuturkan, jika tonggak kepala Barongsai tersebut memiliki berat sekitar enam kilogram.

Meski Erdin dan Indra pernah mengalami cedera serius, namun hal itu tidak mematahkan semangat mereka untuk terus melestarikan budaya leluhur.

"Untuk memainkan Barongsai ini sangat dibutuhkan stamina dan fisik yang cukup kuat. Kita pernah cedera tapi karena hobi kita tidak pernah jera, justru semakin memacu kita untuk giat berlatih," bebernya.

Sementara, pelatih Tim Barongsai Naga Langit, Denny Gosal menyebutkan jika Barongsai Naga Lagi tergabung dalam induk organisasi Federasi Barongsai Indonesia atau FOBI yang terbentuk sejak zaman Presiden KH Abdurrahman Wahid tahun 2000 silam.

Naga Langit telah mengukir sejumlah prestasi gemilang di kancah nasional serta internasional, di antaranya menyabet juara 4 dunia saat mengikuti ajang kompetisi Barongsai Internasional.

"Komunitas Barongsai ini harus jatuh bangun dalam melakukan pembinaan, karena besarnya biaya peralatan jika ada yang rusak. Namun, sampai hari ini kita masih bisa bertahan," bebernya.

Pendiri Barongsai Naga Langit, Hendrik Horas menuturkan, para anggota Naga Langit yang dibentuknya ini merupakan dari kalangan muda milenial.

"Diharapkan juga sebagai bentuk pelestarian budaya Barongsai agar dapat menarik anak-anak muda milenial Tionghoa lainnya untuk ikut melestarikan Barongsai di Indonesia," harapnya.

Kaum muda milenial yang tergabung dalam komunitas Barongsai Naga Langit ini selain melestarikan budaya leluhur, kata Hendrik mereka juga memiliki kegiatan positif khususnya di bidang olahraga.

"Sekaligus mengukir prestasi baru dengan beregenerasi," tutupnya. []

Berita terkait
Eks Sekretaris KPU Makassar Divonis 5,6 Tahun
Majelis hakim tindak pidana korupsi Pengadilan Tipikor Makassar memvonis bersalah terhadap dua terdakwa korupsi dana hibah KPU Makassar.
Mahasiswa UMI Makassar Ditangkap Karena Narkoba
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berinisial HN, 20 tahun ditangkap polisi karena mengedarkan narkoba.
Warga BTP Makassar Kesulitan Dapatkan Air Bersih
Sebanmyak 30 rumah warga yang bermukim di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar sudah enam bulan tidak mendapatkan air bersih dari PDAM.
0
Hiu Paus 2 Ton Terjerat Jaring Pukat Nelayan Aceh
Hiu Paus dengan panjang 12 meter terlilit jaring pukat nelayan, di Bakongan Timur, Aceh Selatan, Aceh.