Perlu Adanya Inovasi dalam Investasi Ritel Indonesia

Mantan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan mengatakan jika potensi investasi ritel Indonesia masih terbuka sangat besar.
Nicky Hogan Mantan Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Tagar/Bareksa)

Jakarta – Mantan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan mengatakan jika potensi investasi ritel Indonesia masih terbuka sangat besar. Menurutnya kunci sukses perkembangan investasi bidang ritel untuk masa depan adalah mampu bermain dibidang digital.

Nicky menjelaskan jika perkembangan investor di Indonesia dalam 2- 3 tahun belakangan sangatlah pesat. Perkembangan tersebut terjadi di berbagai sektor seperti transaksi, jumlah investor hingga jumlah perusahaan yang mengalami IPO.

Perkembangan ini merupakan suatu hal yang sangat berdampak baik terhadap perkembangan dunia investasi Indonesia. Menurutnya hal ini juga akan direspon baik oleh para broker sehingga broker akan menambah jumlah training dan edukasi-edukasi kepada penggunanya.


Tergerus atau mulai melirik kepada potensi dari investor ritel jadi sekali lagi kita bicara potensi investor ritel kita masih sangat besar untuk dikembangkan.


“Jadi ini hal kecil yang justru berdampak positif terhadap perkembangan kedepannya untuk investor kita dan juga untuk bursa,” ujar Nicky Hogan mantan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dilansir dari kanal YouTube CNBC Indonesia Minggu, 5 Desember 2021.

Namun, dibalik perkembangan dalam bidang investasi ritel Nicky menjelaskan jika terdapat kemungkinan investor ritel ini tergerus perkembangan zaman. 

Ia menjelaskan jika dunia investasi ritel indonesia entah akan tergerus zaman atau akan memanfaatkan perkembangan yang terjadi.

“Tergerus atau mulai melirik kepada potensi dari investor ritel jadi sekali lagi kita bicara potensi investor ritel kita masih sangat besar untuk dikembangkan,” kata Nicky.

Nicky menjelaskan jika improvement yang perlu dilakukan oleh investasi ritel adalah penggunaan teknologi kedalamnya. Menurutnya data terkait pemain investasi yang ada dipasaran saat ini mayoritas didominasi kaum milenial hingga usia 40 tahun mencapai angka kurang lebih 80 %.

Di lain sisi Berita terkait tutupnya beberapa broker di Indonesia tidak berarti dunia investasi indonesia akan berakhir. Dirinya menjelaskan jika meskipun ada broker yang berhenti namun paray investasi Indonesia masih menginginkan adanya broker-broker baru yang muncul.

“Saat ini boleh saja di berita dikabarkan ada beberapa broker-broker yang hengkang, tapi asal kita tahu permintaan terhadap broker baru para investor-investor yang ingin menanamkan dananya di perusahaan-perusahaan sekuritas juga mengingat,” ucap Nicky.

(Dimas Rafika)

Berita terkait
Cara Investasi dengan Strategi Dollar Cost Average
Jadi meskipun strategi DCA ini dapat mengurangi atau meminimalisir risiko, kamu juga harus berhati-hati dan memahami apa yang kamu investasikan.
Cek Guys, Ini Panduan Lengkap Cara Investasi untuk Milenial
Berinvestasi mungkin terdengar rumit, tetapi lebih mudah daripada yang kamu bayangkan untuk memulainya.
Cara Memilih Perusahaan Blue Chip yang Bagus untuk Investasi
Direkomendasikan bagi investor pemula yang tidak tau ingin membeli saham apa dan cocok untuk investasi jangka panjang.
0
Perlu Adanya Inovasi dalam Investasi Ritel Indonesia
Mantan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan mengatakan jika potensi investasi ritel Indonesia masih terbuka sangat besar.