TAGAR.id, Jakarta - Politeknik TEMPO menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk "Memaknai Jurnalisme di Era Content Creator" hari Kamis, 12/2/2026, pagi di Aula HB Jassin, Gedung Ali Sadikin Lt. 4, Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Acara ini mengangkat isu krusial tentang harmonisasi peran jurnalis dan content creator di tengah disrupsi digital, bertepatan dengan Hari Pers Nasional 9 Februari.
Seminar ini akan terbagi dalam 3 panel yang padat dan inspiratif:
Panel Pertama akan membahas "Etika dan Independensi di Era Algoritma". Pembicara pertama adalah Budi Setyarso, Direktur Tempo Inti Media. Selanjutnya Budiman Tanuredjo, Pemimpin Redaksi Harian Kompas periode 2014-2018. Panel ini dilengkapi dengan pandangan akademisi dari Universitas Gunadarma yang juga dari kalangan pers, Prof. Rajab Ritonga.
Panel Sesi 2 akan dikupas pertarungan narasi antara jurnalis dan content creator. Tampil sebagai panelis CCO KapanLagiYouniverse, Wenseslaus Manggut. Ia akan berbagi pandangan dengan Asmara Wreksono, mantan Redaktur Pelaksana The Jakarta Post, yang kini menekuni dunia content creator sebagai afiliator.
Lalu diskusi diakhiri dengan menampilkan Chief Marketing Officer KG Media Dian Gemiano, dan CMO PT Info Media Digital Dodi Ibnu Rusydi. Keduanya akan mengupas inovasi dan model baru bisnis media saat ini. Mereka akan menjelaskan bagaimana media konvensional bertahan di tengah disrupsi digital.
Seminar ini menjadi wadah diskusi untuk mencari titik temu antara praktik jurnalisme tradisional dan konten kreatif modern. "Seminar ini kami selenggarakan sebagai suatu bentuk kepedulian, mengingat saat ini eksistensi jurnalis dan content creator seperti dipertentangkan. Padahal tidak seharusnya demikian. Dalam seminar ini mudah-mudahan akan terlihat titik terangnya," kata Rachma Tri Widuri, Wakil Direktur bidang Kerja Sama dan Non Akademik sekaligus Ketua Panitia.
"Politeknik Tempo sebagai kampus yang lahir dan tumbuh dari industri media, merasa perlu menyelenggarakan seminar yang penting bagi dunia jurnalistik. Momentumnya sengaja kami pilih berdekatan dengan peringatan Hari Pers Nasional 9 Februari," tambah Shalfi Andri, Direktur Politeknik Tempo. []