UNTUK INDONESIA
Penyebab Pneumonia, Wabah yang Menyerang Tiongkok
Hati-hati dengan penyakit pneumonia karena bisa menyerang kepada saja tanpa mengenal usia.
Ilustrasi Pneumonia. (Foto: medium.com)

Jakarta - Pneumonia menjadi pembahasan serius saat ini, setelah mewabah di Tiongkok. Sehingga penyakit ini ramai diperbincangkan berbagai kalangan di dunia termasuk Indonesia.

Apa itu pneumonia?Penyakit ini suatu infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantung-kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Infeksi ini biasa dikenal di Indonesia dengan sebutan paru-paru basah.

Umumnya kantung udara yang terinfeksi tersebut akan terisi oleh cairan atau pus (dahak purulen). Pneumonia menyerang kepada siapa saja dan tidak mengenal batas usia, termasuk pada bayi yang baru lahir juga bisa terkena penyakit ini.

Penyebab dan Faktor Risiko Pneumonia

Penyebab terjangkitnya penyakit ini beragam, berdasarkan organisme dan tempat penyebarannya.

Pneumonia dibedakan menjadi dua yaitu pneumonia komunitas yang penyebarannya terjadi di komunitas atau lingkungan umum dan yang ditularkan di rumah sakit.

Contoh organisme yang menyebabkan pneumonia ditularkan di tempat umum, antara lain:

  1. Bakteri (Streptococcus pneumoniae)
  2. Organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumonia)
  3. Jamur, umumnya akan menyerang dengan gangguan sistem imun
  4. Virus

Kondisi yang rentan terkena pneumonia:

- Orang dewasa di atas usia 65 tahun

- Anak-anak usia dua tahun atau di bawahnya

- Dirawat di rumah sakit dengan jangka waktu lama

- Dirawat di ruang ICU dengan menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator)

- Orang yang memiliki imunitas tubuh rendah

- Merokok

Gejala yang ditimbulkan ketika terserang pneumonia:

  • Nyeri di dada saat bernapas atau batuk
  • Batuk berdahak
  • Mudah lelah
  • Mual dan muntah
  • Demam dan menggigil
  • Sesak napas
  • Gangguan kesadaran
  • Hipotermia, umumnya terjadi untuk orang dewasa usia di atas 65 tahun dan memiliki gangguan sistem imun
  • Demam tinggi, mudah lelah, nafsu makan menurun, batuk produktif, sesak napas, serta napas cepat menjadi gejala umum kepada anak-anak dan bayi

Diagnosis pneumonia

- Anamnesis atau pemeriksaan fisik

Pada anamnesis dan pemeriksaan fisik, dokter akan mencari tanda dan gejala. Selain itu mengecek suara napas untuk menemukan adanya kelainan.

- Pemeriksaan penunjang

Dalam pemeriksaan ini, umumnya yang sering dilakukan adalah foto rontgen dada. Pada hasil ini dokter melihat lokasi infeksi yang terjadi. Tidak hanya itu, pemeriksaan laboratorium darah dilakukan untuk mengetahui organisme apa yang menyebabkan terjadinya infeksi tersebut.

Pengobatan Pneumonia

Dokter umumnya akan memberikan antibiotik yang harus dikonsumsi sampai habis, jika infeksi disebabkan karena bakteri. Selain itu memberikan terapi suportif, seperti obat penurun demam dan obat batuk.

Dokter juga akan menganjurkan pengidap dirawat inap di rumah sakit, jika terjadi beberapa situasi seperti:

  • Berusia di atas 65 tahun
  • Mengalami gangguan kesadaran
  • Fungsi ginjal yang tidak baik
  • Tekanan sangat rendah
  • Napas cepat
  • Suhu tubuh di bawah normal atau rata-rata
  • Denyut nadi di bawah 50 kali permenit, atau di atas 100 kali permenit.

Cara pencegahan

  1. Vaksinasi
  2. Selalu jaga kebersihan
  3. Tidak merokok
  4. Konsumsi makanan sehat
  5. Rajin berolahraga []

Baca juga:

Berita terkait
Enam Titik Pijat Sembuhkan Sakit Kepala dan Pilek
Sakit kepala dan pilek dapat disembuhkan dengan teknik pijat akupresur, tidak perlu beli lagi obat warung. Yuk dicoba.
Penyakit Justin Bieber, Apa Itu Lyme Disease?
Justin Bieber dikabarkan mengidap penyakit Lyme Disease. Nama penyakit tersebut jarang terdengar, tentu banyak yang penasaran penyakit apakah itu?
Gejala dan Pencegahan Penyakit Asam Lambung
Asam lambung salah satu penyakit yang tak hanya menyerang dewasa, anak kecil pun tak luputm bagaimnana gejala dan pencegahannya?
0
Waspada Bakar Lahan Panas di Aceh 34 Derajat Celsius
Suhu udara di Provinsi Aceh mencapai 34 derajat celsius, masyarakat diminta waspada.