UNTUK INDONESIA
Tanda-tanda Terkena Penyakit Pneumonia
Pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang paru-paru yang disebabkan oleh virus dan bakteri.
Pneumonia menyerang paru-paru. (Foto:pixabay)

Jakarta - Pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang paru-paru yang disebabkan oleh virus dan bakteri.

Untuk lebih gampang dimengerti, nama lain pneumonia adalah penyakit paru-paru basah. Penyakit ini akan menunjukkan kondisi paru-paru yang dipenuhi air atau cairan lendir yang menganggu pengiriman oksigen dalam tubuh.

Hal itu disebabkan kantung udara di dalam paru-paru meradang dan membengkak. Kondisi ini disebut sangat berbahaya bahkan menjadi salah satu penyebab tingkat kematian. 

Berdasarkan data dari badan kesehatan dunia atau WHO bahwa penyakit pneumonia adalah penyebab kematian balita di dunia tahun 2015 sebesar 16 persen.

Sementara, di Indonesia penyakit pneumonia dapat menyebabkan kematian 2-3 balita setiap jamnya. Tidak hanya balita, penyakit paru-paru basah ini dapat menyerang siapa saja.

Untuk mengetahui, apa saja tanda dan gejala umum yang tampak dari pneumonia. Berikut Tagar merangkum dari berbagai sumber.

  1. Batuk secara terus menerus yang disertai dahak
  2. Demam
  3. Berkeringat
  4. Menggigil
  5. Susah bernapas
  6. Dada sakit
  7. Nafsu makan menurun
  8. Detak jantung terasa cepat

Sementara gejala yang jarang terjadi tetapi akan tetap muncul adalah kepala sakit, lemas dan lelah, mual dan muntah, nyeri sendi dan otot, dan batuk disertai darah.

Beberapa gejala-gejala tersebut dapat terjadi bagi pengidap pneumonia ketika berlangsung sekitar 24-48 jam. Virus dan bakteri penyebab pneumonia dapat dengan mudah keluar melalui hidung atau mulut saat bersin dan kemudian menginfeksi tubuh yang lain.

Tidak heran jika peluang terkena penyakit semakin besar. Namun, tidak terjadi begitu saja yakni disebabkan oleh beberapa faktor resiko seperti bayi berusia 0-2 tahu, lansia yang memasuki usia di atas 65 tahun, memiliki riwayat penyakit stroke, cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lemah, memiki kebiasaan merokok, karena dapat menyebabkan penumpukan lendir dan cairan dalam paru-paru.

Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti, asma, diabetes, gagal jantung, cystic fibrosis, HIV dan AIDS, sedang menjalani pengobatan kanker. Pengobatan kanker seperti kemoterapi dapat menurunkan kekebalan tubuh sehingga bakteri atau virus penyebab paru-paru basah ini dapat masuk. 

Bahkan, seseorang yang sedang dirawat di rumah sakit, paru-paru akan lebih cepat terinfeksi. Pasalnya, virus dan bakteri penyakit cukup banyak ditemukan di sana.

Pola Hidup Sehat

Untuk mencegah paru-paru basah (pneumonia) dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Misalnya, dengan tidak merokok dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol. Namun tidak hanya itu, masih ada tindakan pencegahan lain yang bisa dilakukan, yaitu:

Menjaga kebersihan demi menangkal penyebaran kuman. Mencuci tangan secara rutin demi menghindari penularan kuman dari orang yang satu ke lainnya atau ke benda yang disentuh.

Buanglah tisu atau alat pembersih lain yang memungkinkan kuman-kuman dapat tumbuh serta menyerang mulut dan hidung manusia. Menutup mulut dan hidung dengan sapu tangan ketika bersin.

Konsultasikan kepada dokter jika kesehatan Anda menurun karena gejala paru-paru basah. Segera periksakan diri Anda kepada dokter jika mengalami gejala paru-paru basah seperti nyeri dada, sering merasa linglung, dan sesak napas. []

Berita terkait
Ibu Wajib Baca Ini, Bayi Tidur Pulas Bisa Lupa Napas Karena Pneumonia
"Ini peringatan bagi para orang tua, jangan berpikir bayi yang tidur pulas tanda sehat. Bayi tertidur pulas bisa lupa napas sehingga terjadi kematian mendadak."
Infografis: Manfaat Air Putih Bagi Kesehatan
Berikut manfaat air putih yang dapat menyehatkan tubuh dan takarannya ketika dikonsumsi sehari-hari.
Manfaat Kesehatan Konsumsi Sup Iga
Siapa yang tidak suka dengan sup iga. Di balik kelezatan sup iga juga banyak sekali manfaat kesehatan bagi tubuh.
0
Gara-Gara Corona, Tarif Listrik Tak Naik 3 Bulan
Kementerian ESDM memutuskan tidak akan menaikan tarif listrik (tariff adjustment) dalam tiga bulan ke depan lantaran virus corona.