UNTUK INDONESIA
Penjualan Gudang Garam Turun, Bagaimana Saham GGRM
Manajemen Gudang Garam memberikan pernyataan penjualan perusahaan turun lebih dalam sejak April 2020. Hal ini tentu berdampak pada saham GGRM.
Gedung Gudang Garam. (Foto: gudanggaramtbk.com)

Manajemen Gudang Garam memberikan pernyataan bahwa penjualan perusahaan turun lebih dalam sejak April 2020 karena kenaikan cukai dan daya beli rendah akibat pandemi Covid-19. Hal ini tentu berdampak pada saham GGRM. 

Berdasarkan informasi resmi dari manajemen PT Gudang Garam Tbk atau GGRM kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa perusahaan mengalami gangguan akibat pandemi Covid-19. Di mana terjadi penghentian atau pembatasan operasional dari GGRM akibat dari pandemi virus corona ini. Dan diperkirakan penghentian operasional akan berlangsung antara satu hingga tiga bulan.

Biasanya setiap tahun GGRM menetapkan kebijakan cuti bersama untuk karyawannya yang berlangsung selama dua minggu yaitu pada waktu Idul Fitri dan Natal atau tahun baru.

Baca juga: Semenarik Apa Saham GGRM atau Gudang Garam Saat Ini

Namun akibat pandemi Covid-19 cuti bersama diperpanjang untuk Idul Fitri mulai 1 Mei hingga 3 Juni 2020, jadi mencapai hingga 30 hari. Namun perusahaan memastikan bahwa selama berlangsungnya libur tersebut pemenuhan persedian barang atau produk selalu siap untuk memenuhi pasar.

Estimasi Penurunan Kinerja GGRM di Kuartal II 2020 

Manajemen Gudang Garam atau GGRM memperkirakan dampak dari Covid-19 akan menurunkan pendapatan perusahaan lebih rendah dari -25%. Demikian juga pada laba bersih GGRM yang diperkirakan akan mengalami penurunan lebih kecil dari -25%. Hal ini tampak dari volume penjualan GGRM dari April hingga Mei 2020 terlihat menunjukkan penurunan yang lebih tajam. Menurut manajemen GGRM, hal ini terjadi akibat dari kenaikan juga yang cukup tinggi di tahun 2020 serta daya beli masyarakat yang cenderung lesu.

Dari Januari hingga Mei 2020, Gudang Garam belum melakukan PHK atau merumahkan karyawan dan tidak ada pemotongan gaji. Manajemen GGRM menyatakan akan tetap mampu memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek dan tidak ada permasalahan hukum yang dihadapi GGRM seperti gugatan pailit atau PKPU akibat dari pandemi Covid-19.

GGRM berusaha untuk mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementrian kesehatan dan World Health Organization, dan memberikan fasilitas rapid tes bagi karyawan distribusi yang berhadapan langsung dengan pelanggan, serta bagi karyawan yang bekerja dari rumah GGRM menyediakan prasarana agar dapat tetap melakukan pekerjaan nya dengan baik.

Valuasi Saham GGRM 

Dalam setahun terakhir, saham GGRM sudah drop -39,42% dan sejak awal Januari 2020 telah turun sebesar -8,62% ke level harga Rp 48.750 di penutupan Mei 2020.

Saham Gudang GaramGrafik harga saham GGRM dalam setahun terakhir (Yahoo Finance)

Jika mengambil estimasi konservatif yaitu penurunan sebesar 25%, maka diperoleh laba bersih dari PT Gudang Garam Tbk atau GGRM akan turun dari Rp 10,88 triliun di 2019 menjadi Rp 8,3 triliun pada tahun ini. Dan Earning per share atau EPS saham GGRM akan turun dari 5.655 menjadi 4.277 di 2020.

Jika melihat rata rata PER GGRM dalam enam tahun terakhir yaitu 13,9 kali, maka dengan EPS 4.277 diperoleh harga diskon dari saham GGRM mulai dari 59.636 artinya harga saat ini di 48.750 sudah tergolong diskon.

Kembali kami ingatkan bahwa keputusan jual beli dari saham GGRM ini sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami dari Tim tagar menuliskan analisa ini dengan tujuan untuk membantu pembaca mengetahui cara untuk melakukan analisa terhadap kinerja perusahaan sebelum memilih untuk diinvestasikan. []

*Yossy Girsang, Pengamat Ekonomi dan Praktisi Pasar Modal
Tim Ekonomi Tagar

Berita terkait
Resmi, Gudang Garam Bangun Bandara Dhoho Kediri Esok
Produsen rokok terbesar di Tanah Air PT Gudang Garam Tbk siap melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bandar Udara Dhoho di Kota Kediri.
Bos Gudang Garam Punya 133 Triliun Rupiah, Bisa Beli Apa ya?
Harta Susilo naik US$ 8,8 miliar dari tahun lalu, seiring melajunya harga saham Gudang Garam.
Anak Pemilik Gudang Garam, Undang Pentolan Westlife di Pernikahannya
Meskipun sang Ayah masuk jajaran tiga orang terkaya di Indonesia, pernikahan Indra jauh dari sorotan media.
0
Penjualan Gudang Garam Turun, Bagaimana Saham GGRM
Manajemen Gudang Garam memberikan pernyataan penjualan perusahaan turun lebih dalam sejak April 2020. Hal ini tentu berdampak pada saham GGRM.