UNTUK INDONESIA
Pengais Rezeki di Malioboro Yogyakarta Panen Raya
Libur panjang pergantian tahun mendatangkan keberkahan para pengais rezeki di Malioboro Yogyakarta. PKL, kusir andong dan becak panen raya.
Andong menjadi alat transportasi tradisional di tengah keramaian wisatawan di Jalan Malioboro. Selama liburan panjang kusir andong mendapatkan keuntungan melimpah. (Foto: Tagar/Agung Raharjo)

Yogyakarta - Libur panjang pergantian tahun mendatangkan keberkahan para pengais rezeki di Malioboro Yogyakarta. Ratusan ribu wisatawan yang berkunjung di ikon Kota Yogyakarta ini mendongkrak pendapatan mereka. Baik pedagang kaki lima (PKL), jasa transportasi tradisional andong serta becak.

Pemilik lesehan Cita Rasa Malioboro Kasamto, mengaku meraih keutungan berlipat. Bahkan pada malam pergantian tahun omzet naik 300 persen. "Sejak hari raya Natal hingga Tahun Bau rata-rata per malam mendapatkan omzet sekitar Rp 9 juta sampai Rp 10 juta," katanya kepada Tagar di Yogyakarta, Jumat 3 Januari 2020.

Lesehan yang berada di depan Gedung DPRD DIY mengatakan hari biasanya per malam rata-rata omzet sebesar Rp 3 juta. "Biasanya (menanak) beras 20 kilogram selama liburan panjang menjadi 60 kg," katanya.

Menurut dia meski ada kenaikan omzet yang tajam, jika keuntungannya masih di bawah liburan panjang pergantian tahun sebelumnya. Ada penurunan omzet sekitar 10 persen dibanding liburan panjang tahun lalu. Dia tidak tahu penyebab turunnya pendapatan itu. "Gak tau ya, apa mungkin karena hujan," katanya.

Bapak satu anak ini mengatakan untuk tarif menu makanan, tidak memanfaatkan aji umpung karena sedang ada liburan. Memang tarifnya ada kenaikan, tetapi hanya sebesar seribu rupiah. "Rata-rata makan di sini harganya Rp 25 ribu, jika liburan kali ini dinaikkan menjadi Rp 26 ribu saja," katanya.

Kasamto yang sejak tahun 1996 sudah membuka lesehan di lokasi tersebut, menyadari jika para pedagang harus menjaga image Kota Yogyakarta. Terlebih setiap pedagang lesehan Malioboro sudah terbina dalam Paguyuban Persatuan Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM). "Jadi harganya tidak nggepok (naik seenaknya)," katanya.

Dari omzet yang mencapai Rp 10 juta per malam tersebut, setidaknya 60 persen menjadi hasil pendapatan bersih. "Ya kita segitu," katanya, singkat.

Rezeki berlipat juga dialami para kusir andong. Jika hari biasa mereka mendapat penumpang per-hari rata-rata dua kali, namun pada liburan panjang bisa membawa penumpang 5-6 kali. "Lima kali tarikan, kalau hari biasa 2 kali," kata seorang kusir Andong, Heru Purwanto.

Pria asal Jambitan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul ini mengungkapkan biasa membawa penumpang sekedar jalan-jalan memutar menuju kawasan Istana Agung, dan belok kanan lewat jalan Bayangkara dan kembali pangkalan. "Tarifnya kalau pas liburan Rp 150 ribu, dari hari biasa Rp 100 ribu," kata ayah tiga anak itu.

pkl malioboroPedagang PKL Malioboro dagangannya laris manis saat liburan akhir tahun. (Foto: Tagar/Agung Raharjo)

Kusir lainnya, Samsuri warga Kertopaten, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, mengakui kenaikan tarif penumpang dari Rp 100 ribu menjadi Rp150 ribu sudah menjadi kesepakatan antar kusir di Malioboro. Tarif tersebut berlaku satu kali jalan, dengan jumlah penumpang maksimal lima atau enam orang sesuai kapasitas andong.

"Rutenya sama, memutar sampai Mirota belok kanan. Tapi kalau macetnya terlalu padat, belok kanan di persimpangan Pajeksan, sekali memutar butuh waktu 30 menit jika macet," katanya.

Lebih Semarak Liburan Panjang Tahun Lalu

Bapak yang menjalani kusir sejak 1978 ini mengakui memang ada kenaikan omzet. Namun masih kalah dibanding liburan tahun sebelumnya. 

"Kalau berapa kali nariknya sama, cuma penumpang sekarang banyak yang gak mampir di Bakpia 75, sehingga kehilangan komisi. Padahal setiap penjualan satu kotak bakpia, mendapatkan komisi Rp 15 ribu," katanya.

Para kusir mengakui tidak ada kendala dalam menjalankan pekerjaannya di kawasan Malioboro. Hanya saja, satu hal mereka kadang mengeluh karena sempitnya cekungan untuk mangkal andong. "Setiap cekungan ada gambarnya, apakah untuk andong atau becak. Padahal ada sekitar 300 andong yang bergantian operasi di Malioboro," katanya.

Tidak hanya bagi pedagang lesehan ataupun kusir andong, keuntungan selama libur akhir tahun 2018 dan tahun baru 2020 juga diperoleh para PKL yang mendasarkan di emperan pertokoan sebelah barat jalan Malioboro.

Untuk lengan pendek Rp 35 ribu, untuk lengan panjang Rp 45 ribu dan untuk bordir Rp 40 ribu.

Aris Pramono pedagang kaos dari Blunyaharjo Jetis, Kota Yogyakarta, mengakui ada kenaikan penjualan kaos dari hari biasanya dua kodi meningkat terjual hingga delapan kodi. Dia juga tidak menaikkan harga kaos saat liburan panjang. Setiap pembeli membaca harga kaos, yang sudah dipasang. 

"Untuk lengan pendek Rp 35 ribu, untuk lengan panjang Rp 45 ribu dan untuk bordir Rp 40 ribu," katanya.

wisatawan malioboroMalioboro Yogyakata dikunjungi ratusan ribu wisatawan saat liburan akhir tahun 2019 lalu. Pengais rezeki di Malioboro pun pendapatannya melonjak. (Foto: Tagar/Raharjo)

Pria yang membuka lapak di depan toko alat lukis APECO Jalan Malioboro ini mengatakan meski ada kenaikan pendapatan dibanding hari biasa, namun ada penurunan omzet jika dibanding liburan akhir tahun 2018. "Masih ramai duhulu, nggak tau kenapa," katanya.

Semua pelaku usaha di Malioboro di atas, menyebutkan hal sama yaitu meskipun ada kenaikam omzet cukup tinggi namun ada penurunan omzet jika dibandingkan tahun liburan akhir tahun 2018. Selain itu bagi pedagang lesehan di sisi timur Jalan Malioboro dan PKL di sisi barat Jalan Malioboro, sama-sama keberatan jika direlokasi.

Mereka siap ditata, tapi keberatan kalau direlokasi. "Kalau ditata saya siap, warung suruh merapikan maka saya rapikan. Namun kalau harus dipindah, saya pribadi keberatan," kata Kasamto.

"Kalau PKL direlokasi dalam satu gedung tinggi maka tidak ada bedanya dengan swalayan, tidak ada bedanya dengan kota-kota lain. Ciri khas Yogyakarta akan hilang. Kalau saya secara pribadi ya, keberatan jika nantinya pemerintah akan melakukan relokasi," sambung Aris. []

Baca Juga:

Berita terkait
Mereka Tumbang Saat Malam Tahun Baru di Malioboro
Ratusan ribu orang memadati kawasan Malioboro merayakan malam pergantian tahun. Belasan orang tumbang atau pingsan, dua dirujuk di rumah sakit.
Warga Klaten Korban Letusan Kembang Api di Malioboro
Warga Klaten menjadi korban letusan kembang api saat malam Tahun Baru 2020 di Malioboro Yogyakarta. Korban saat ini dirawat di RSU Bathesda.
PKL Malioboro dan Warga Adu Jotos Saat Razia Pol PP
Saat razia Pol PP di kawasan Malioboro, PKL mendorong gerobaknya cepat. Namun malah menyerempet pengguna jalan akhirnya menyebabkan adu jotos.
0
IGJ Desak Pemerintah Indonesia Tolak Keputusan AS
IGJ mendesak pemerintah Indonesia menolak keputusan sepihak pemerintah Amerika Serikat yang mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang.