UNTUK INDONESIA
Pemkot Tangerang Imbau Agar Pejabat Seleksi Wartawan
Seorang wartawan gadungan sering minta uang di SDN 2 Karawaci, Pemkot Tangerang imbau jajaran OPD lebih selektif terima wartawan
Yosep yang mengaku wartawan saat marah-marah di sekolah dan memalak (meminta uang) kepada pihak sekolah SDN 2 Karawaci, Tangerang. (Foto: Tagar/Mauladi Fachrian).

Kota Tangerang - Videonya sempat viral.  Seorang pria berambut gondrong yang mendatangi sekolah SD Negeri 02 Karawaci, Tangerang, Banten, pada 19 Februari 2020 sedang marah-marah di depan guru dan murid SD. Ia (Yosep) mengaku bekerja sebagai wartawan, namun dirinya sering meminta uang kepada pihak sekolah.

Dalam video yang beredar, siang itu Yosep datang ke sekolah, meminta uang kepada guru yang menghadapinya dengan cara memaksa. Yosep juga sempat mengancam guru yang merekamnya ketika sedang marah-marah.

Atas kejadian tersebut, Pemkot Tangerang mengimbau kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih jeli melihat kehadiran wartawan. OPD harus bisa memilah-milih mana wartawan yang benar-benar bertugas dalam kerja pemberitaan, dan mana wartawan yang ingin memanfaatkan pekerjaan untuk cari uang dengan cara-cara yang tidak benar.

"Sudah disampaikan kepada kepala-kepala OPD bahwa bila ada permasalahan jurnalistik bisa dilaporkan ke kami,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Tangerang, Buceu Gartina.

Terkait keberadaan laki-laki yang mengaku wartawan tersebut, Pemkot Tangerang juga memberi pelayanan pendampingan hukum dalam kasus pelaporan SDN 2 Karawaci yang dilakukan oleh laki-laki yang mengaku wartawan tersebut. “Ya, tetap kami dampingi dari pemkot melalui bagian hukum. Jadi pihak sekolah melaporkan, kami yang dampingi,” kata Buceu.

Sebelumnya, menurut keterangan Kepala SDN 2 Karawaci, Dedeh Deniati, sejak tahun 2015 Yosep memang sering datang ke sekolah dan ujung-ujungnya minta uang, kalau belum dikasih ia belum pergi.

Karena terus meresahkan, kini Yosep sudah dilaporkan ke Polres Kota Tangerang pada 20 Februari 2020. "Sudah (dilaporkan-red.), atas arahan dari atasan kami, sudah di laporkan," kata dedeh.

Pada hari yang bersamaan, Yosep sempat diamankan oleh Satpol PP Kota Tangerang dan langsung dimintai keterangan di kantor Satpol PP. Tetapi, tak lama setelah sampai di kantor Satpol PP, Yosep segera dijemput oleh temannya yang mengaku sebagai wartawan juga.

Satpol PP melepaskan Yosep karena alasan dari keluarga Yosep yang mengatakan kalau Yosep pernah mengalami gangguan jiwa. Akhirnya Yosep digiring ke Polsek dan keluarganya pun ikut mengantarnya. Namun, sayangnya belum sampai ke Polsek, Yosep hilang bersama para keluarga yang mengantarnya.

Yosep ditangkap oleh Satpol PP Kota Tangerang setelah video rekaman itu beredar luas. Pernyataan itu dikatakan Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Kota Tangerang Agapito De Araujo. "Iya dia ngaku wartawan juga, dia bawa surat kabar sinar apa gitu ke mana-mana. Diamankan karena membuat kegaduhan di depan anak-anak SD," kata Agapito. []

Berita terkait
Wartawan di Labuhanbatu Diteror Lewat Telepon
Wartawan media online di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, mendapat teror dan ancaman dari seorang lewat telepon.
0
Fahira Idris Batal Penuhi Panggilan Bareskrim
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris batal memenuhi panggilan polisi terkait cuitan yang dianggap hoaks oleh Muannas Alaidid