Pemerintah Tak Mau Buru-Buru Buka Pariwisata untuk Wisman

Warga asing yang akan masuk ke Indonesia juga wajib melalui proses yang sangat ketat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: Tagar/ANTARA)

Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menegaskan, pemerintah tidak mau terburu-buru untuk membuka destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara (wisman) meskipun situasi Covid-19 mulai membaik.

Meskipun angka kasus Covid-1 menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, tingkat kepatuhan dan kedisplinan masyarakat maupun pengelola destinasi masih harus ditingkatkan demi menecegah adanya gelombang baru penularan virus."

Saya selalu dikejar-kejar kapan pariwisata dibuka untuk wisman, kita tidak mau terburu-buru dan sembrono," kata Sandiaga dalam Konferensi Pers Global Tourism Forum 2021, Selasa, 14 September 2021.

Saat ini, warga asing yang akan masuk ke Indonesia juga wajib melalui proses yang sangat ketat untuk memberikan rasa kepercayaan terhadap dunia bahwa Indonesia sangat menjaga keamanan dari potensi penularan Covid-19. Sandiaga berharap hal ini  memberikan keyakinan kepada pelaku industri pariwisata bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengatasi pandemi agar aman terkendali sehingga industri kembali bergeliat.

"Saat ini saya ingin sosialisasi yang baik terlebih dahulu ke seluruh pelaku pariwisata dan setelah siap, baru kita buka dengan penuh ketaatan dan kedisplinan," ujarnya

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan sebanyak 20 tempat wisata di wilayah Jawa-Bali mulai telah dibuka mulai Senin, 13 September 2021 dalam masa uji coba khusus untuk wisatawan dalam negeri. Pemerintah akan memantau ketat perkembangan aktivitas di tempat wisata untuk menjadi pertimbangan kebijakan selanjutnya.



Saya selalu dikejar-kejar kapan pariwisata dibuka untuk wisman, kita tidak mau terburu-buru dan sembrono.



Terdapat sejumlah syarat utama bagi destinasi untuk bisa dibuka, yakni destinasi sudah tersertifikasi CHSE oleh Kemenparekraf dan seluruh karyawan telah mendapat dosis vaksinasi secara lengkap.

"Harus diperhatikan durasi pengunjung, jarak antar pengunjung dan aktivitas touchless harus bisa diterapkan. Juga penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk screening masuk karena ini akan menjadi gold standard," kata Sandiaga.

Meskipun angka Covid-19 telah dalam tren penurunan, Sandiaga tetap meminta asyarakat untuk waspada dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pemerintah, juga akan terus melakukan evaluasi agar bisa melakukan penyesuaian kebijakan yang dinamis sesuai kondisi riil.

"Uji coba 20 destinasi wisata ini akan menjadi bahan pertimbangan kami ke depan dan saya sampaikan kita memantau ketat destinasi yang saat ini mulai dibuka," ujarnya.  []


Baca Juga : 








Berita terkait
Konsep Pariwisata Green Tourism Bisa Jadi Peluang Bisnis
Indonesia dinilai bisa menjadi green tourisim destination, konsep ini dapat menjadi salah satu peluang bisnis untuk masa depan.
Sandiaga: Pariwisata di Kawasan PPKM Level 3-4 Masih Ditutup
Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan kepada para pelaku usaha parekraf untuk menahan diri sebab pariwisata di wilayah PPKM Level 3-4 masih ditutup.
Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 dua tahun terakhir telah berdampak luas terhadap sektor ekonomi masyarakat, khususnya bidang pariwisata
0
Gebrakan Baru Jokowi: Pecat PNS Jika Bolos 10 Hari
Salah satu dalam peraturan ini yakni mengatur jenis pelanggaran dan hukuman terhadap pegawai negeri sipil atau PNS.