Pemerintah dan Masyarakat Bali Lestarikan Satwa & Lingkungan

Wamen LHK Alue Dohong, mengunjungi lokasi pelestarian Penyu, Curik Bali, dan Buaya Sinyulong di sejumlah wilayah di Provinsi Bali.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong melepasliarkan penyu di Bali. (Foto:Tagar/KLHK)

Jakarta - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong, melakukan serangkaian kunjungan disejumlah wilayah di Provinsi Bali. Dalam kunjungan yang dilakukan pada 22-24 Oktober itu, Wamen LHK mengunjungi lokasi pelestarian Penyu, Curik Bali dan Buaya Sinyulong.

Pada kesempatan itu, Wamen LHK mengapresiasi sinergi antara pemerintah dan masyarakat Provinsi Bali yang telah berupaya dan berhasil melestarikan satwa yang dilindungi.

Wamen LHK Alue DohongWakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong melepasliarkan penyu di Bali. (Foto:Tagar/KLHK)

“Pemerintah, khususnya yang ada di Bali, harus terus bekerjasama, mendukung kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah diinisiasi pemerintah maupun masyarakat terkait pelestarian satwa dan lingkungan. Upaya sinergi yang bagus sejauh ini sudah saya lihat, namun harus terus dilanjutkan”, kata Alue.

Selain itu, Alue Dohong juga menjelaskan, jika di masa pandemi ini, semua harus keroyokan dan kerja bersama agar perekonomian semua membaik.

“Potensi penyu yang ada mencapai empat ratus ribuan ini bisa dikembangkan pelestariannya. Mungkin lewat program-program adopsi namun tetap dilepasliarkan, sehingga proses pelestarian bisa tetap berjalan, dan masyarakat juga terbantu perekonomiannya,” ucapnya.

Wamen LHK Alue DohongWakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong saat melakukan kunjungan ke Bali. (Foto:Tagar/KLHK)

Dalam kesempatan itu, Ada 2 lokasi pelestarian penyu yang dikunjungi Wamen LHK, yaitu di Desa Perancak, Kabupaten Jembrana dan Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Di Desa Perancak, penyu dilestarikan oleh Kelompok Pelestarian Penyu Kurma Asih.

Desa Perancak, sebelumnya dikenal sebagai kawasan pemasok penyu untuk di konsumsi, namun sejak tahun 1997 masyarakat setempat telah mengubah kegiatannya dari memburu menjadi pelestaripenyu. Hingga kini, sudah lebih dari dua ratus ribu telur penyu berhasil menetas dan dilepasliarkan oleh Kelompok Pelestarian Penyu Kurma Asih.

Sementara di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Wamen LHK melepasliarkan penyu yang diadopsi oleh Kelompok Pembudidaya Karang Hias Nusantara. Pada kesempatan itu, sebanyak seratus tukik dilepasliarkan.

Alue DohongWakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong melepasliarkan burung Curik Bali. (Foto:Tagar/KLHK)

Selanjutnya, Wamen Alue melepasliarkan Burung Curik Bali di kawasan Taman Nasional Bali Barat. Kali ini, 7 pasang Curik Bali dilepasliarkan yang merupakan hasil penangkaran yang dilakukan oleh Taman Nasional Bali Barat.

“Saya sangat setuju dengan ide Desa Blimbing Sari yang memiliki visi ingin disetiap rumah terdengar kicauan burung curik. Kedepannya mungkin bisa ditambahkan dengan program adopsi Curik Bali oleh masyarakat lain, baik lokal maupun mancanegara, yang hasil transaksi adopsinya dapat digunakan masyarakat untuk kembali melestarikan curik dan juga untuk mensejahterakan masyarakat, Jelasnya.

Pemerintah, khususnya yang ada di Bali, harus terus bekerjasama, mendukung kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah diinisiasi pemerintah maupun masyarakat terkait pelestarian satwa dan lingkungan.

Namun, Wamen Alue menyarankan agar curik-curik yang diadopsi tersebut bisa diberi cincin, seperti yang dilakukan pada burung di Sanctuary, lalu dilepasliarkan secara virtual. Sehingga sang pengadopsi bisa menyaksikan langsung bahwa burung itu sudah diberi tanda dan dilepasliarkan.

Menutup kunjungannya, Wamen LHK mengunjungi Bali Safari Marine Park. Pada tempat tersebut, Wamen Alue memuji keberhasilan pelestarian Buaya Sinyulong atau Aldo Crocodilus yang langka.

Menurut Wamen Alue, berdasarkan kondisi terbaru, lokasi-lokasi taman wisata alam sudah mulai dibuka satu per satu tergantung kondisi daerah masing-masing dengan harus melakukan 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker.[]

Berita terkait
KLHK: Padat Karya Penanaman Mangrove Pulihkan Perekonomian
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memperluas cakupan Kegiatan Padat Karya di 34 provinsi.
KLHK: 7 Taman Nasional Indonesia Masuk ASEAN Heritage Park
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan, saat ini jumlah ASEAN Heritage Park mencapai 49, dan 7 diantaranya ada di Indonesia.
KLHK Resmi Gelar Festival Iklim 2020
Wakil Menteri LHK Alue Dohong, resmi membuka Festival Iklim 2020
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan