Pemerintah Dorong Perguruan Tinggi Terapkan PTM Terbatas

Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah mendorong institusi perguruan tinggi di wilayah PPKM Level 1-3 untuk memulai PTM terbatas dengan prokes.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covis-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Tagar/Covid)

Jakarta - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covis-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah mendorong institusi perguruan tinggi di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 sampai 3 untuk memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas demi menekan risiko learning loss.

Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa mengatakan, arahan itu sesuai yang tertuang dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (SE Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek) Nomor 4 Tahun 2021.

SE Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek Nomor 4 Tahun 2021 itu mengatur tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021-2022, yang terbit pada tanggal 13 September 2021.


Jika mendapati kasus positif di kampus maka pemimpin perguruan tinggi harus menghentikan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka di area terkonfirmasi.


Selain itu, ia mengatakan terdapat beberapa aturan teknis PTM terbatas itu. Pertama, kampus diharapkan menyediakan sarana sanitasi, mengurangi tempat berkumpul tertutup, dan menimbulkan kerumunan.

Kedua, seluruh pengajar peserta didik dan individual lain yang berada di lingkungan kampus wajib mengenakan masker dan menjaga jarak.

Ketiga, kapasitas maksimal kelas untuk setiap sesi belajar mengajar adalah 50 persen. Selain itu, demi menjaga kelancaran dan keamanan proses belajar mengajar di kampus, satgas mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk membentuk satgas Covid-19 untuk mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan.

Selanjutnya, menerbitkan pedoman aktivitas kampus, menyediakan ruang isolasi sementara dan dukungan tindakan kedaruratan bagi civitas akademika di kampus serta memastikan mahasiswa dari luar daerah dalam keadaan sehat dan telah melakukan karantina mandiri 14 hari atau tes usap.

"Jika mendapati kasus positif di kampus maka pemimpin perguruan tinggi harus menghentikan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka di area terkonfirmasi," kata Wiku.  

Sebelumnya, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyampaikan kekhawatiran masih banyak sekolah yang dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) namun belum melakukannya yang dapat menyebabkan learning loss pada siswa.

"Saya lebih khawatir bahwa hanya 40 persen dari pada sekolah kita yang bisa melakukan PTM saat ini. Jadi ada 60 persen sekolah kita yang sebenarnya sudah boleh melakukan PTM yang belum," kata Mendikbudristek Nadiem. []

Berita terkait
Satgas Covid-19 NTT Ditegur Polda karena Pelanggaran Prokes
Pengguna LinkedIn menginginkan format video yang lebih kreatif dan menarik dalam konteks profesional untuk tampilan profil di LinkedIn.
Satgas Covid-19 Desak Pemda Percepat Target Vaksinasi
Wiku menjelaskan, pemerintah terus berusaha meningkatkan suplai vaksin sesuai kebutuhan.
Satgas Covid-19: RI Alami Tren Penurunan Selama 4 Minggu Ini
Hal ini disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam siaran pers secara virtual, di Jakarta, Selasa, 17 Agustus 2021.
0
Pemerintah Dorong Perguruan Tinggi Terapkan PTM Terbatas
Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah mendorong institusi perguruan tinggi di wilayah PPKM Level 1-3 untuk memulai PTM terbatas dengan prokes.