Pemerintah China Tolak Pernikahan Sejenis

China tetap hanya mengakui pernikahan antara pria dan wanita. Demikian kata seorang juru bicara parlemen.
Ilustrasi pernikahan sesama jenis. (Wikimedia Commons/Dennis Bratl)

Jakarta - Pemerintah China menolak pernikahan sejenis. China tidak mau mengikuti Taiwan yang melegalkan pernikahan sesama jenis kendati ada tekanan dari para aktivis.

China tetap hanya mengakui pernikahan antara pria dan wanita, demikian kata seorang juru bicara parlemen, Rabu, 21 Agustus 2019, dikutip dari Antara.

Sejauh yang saya tahu, sebagian besar negara di dunia tidak mengakui legalisasi pernikahan sesama jenis

Parlemen Taiwan mengesahkan RUU pada Mei 2019 yang mendukung pernikahan sesama jenis. Undang-undang itu dihasilkan setelah perdebatan sengit tentang kesetaraan pernikahan berlangsung bertahun-tahun hingga menimbulkan perpecahan di pulau yang punya pemerintahan sendiri dan demokratis itu.

China, yang menganggap Taiwan sebagai wilayahnya menghadapi perkembangan kelompok gay di kota-kota besar, tetapi hanya ada sedikit pertanda bahwa Partai Komunis yang berkuasa akan melegalkan pernikahan sejenis.

Ketika ditanya di sebuah acara jumpa pers soal apakah China akan melegalkan pernikahan sesama jenis, Zang Tiewei, juru bicara komisi urusan hukum parlemen menegaskan bahwa hukum China hanya mengizinkan pernikahan antara satu pria dan satu wanita.

"Aturan ini sesuai dengan kondisi nasional dan tradisi sejarah dan budaya negara kita," katanya.

"Sejauh yang saya tahu, sebagian besar negara di dunia tidak mengakui legalisasi pernikahan sesama jenis," ujar Zang.

Beberapa anggota parlemen China kadang-kadang dalam beberapa tahun terakhir mengusulkan undang-undang, dalam pertemuan tahunan parlemen yang diadakan China setiap Maret, untuk melegalkan pernikahan sesama jenis, tapi tidak berhasil.

Sebenarnya tidak ada undang-undang yang melarang hubungan sesama jenis di China meskipun isu-isu LGBT semakin meningkat, komunitas itu telah menjadi sasaran sensor China dalam beberapa bulan terakhir hingga memicu kekhawatiran bahwa perlakuan intoleransi akan meningkat.

Para aktivis telah meminta orang-orang di China untuk mengusulkan amandemen rancangan undang-undang sipil secara massal, meskipun mengakui bahwa mereka melihat sedikit peluang untuk berhasil.

Zang mengatakan bahwa bagian pernikahan dari rancangan hukum perdata tetap akan mempertahankan sistem pernikahan antara pria dan wanita. []

Berita terkait
Kabupaten LGBT Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim ke-6
Empat kabupaten di Jawa Timur menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi.
Prabowo-Sandiaga Didukung Kaum LGBT di Jawa Barat, Ini Tanggapan BPN
Prabowo-Sandiaga mendapat dukungan dari komunitas lesbian, gay, bisexual, and transgender (LGBT) di Jawa Barat.
Kata Mahfud MD Tentang Emak-emak Pepes Penyebar Fitnah 'LGBT dan Azan'
Ini kata Mahfud MD tentang emak-emak Pepes penyebar fitnah 'Jokowi legalkan LGBT dan tiadakan suara azan'.
0
Mendagri: Belanja Pemerintah Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi
Mendagri mengatakan, belanja pemerintah baik pusat maupun daerah merupakan tulang punggung utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional.