UNTUK INDONESIA
Pemeran Vina Garut Positif HIV, Kenali Tiga Fasenya
Human Immunodeficiency Virus atau HIV terdengar menakutkan. Berdasarkan data dari UNAIDS, pada 2017 ada 36,9 juta hidup bersama HIV dan AIDS.
Ilustrasi hasil tes HIV (Sumber: GETTY IMAGES)

Jakarta - Human Immunodeficiency Virus atau HIV terdengar menakutkan. Sempat viral pemeran video Vina Garut yang terinfeksi HIV, belum lama ini ia dikabarkan meninggal dunia.

Berdasarkan data dari UNAIDS, pada 2017 ada 36,9 juta masyarakat dari berbagai negara hidup bersama HIV dan AIDS.  Menyedihkannya lagi, 1,8 juta di antaranya adalah anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Selebihnya orang dewasa sejumlah 35,1 juta penderita. 

Sebagian orang bisa dilihat pada dua minggu awal setelah terpapar.

Penderita HIV dan AIDS lebih banyak diderita oleh kaum wanita, yakni sebanyak 18,2 juta penderita. Sementara laki-laki sebanyak 16,9 juta penderita. 25 persen di antaranya, sekitar 9,9 juta penderita, tidak mengetahui bahwa mereka terserang HIV atau bahkan mengidap AIDS.

Virus HIV ketika menginfeksi tidak langsung menimbulkan gejala-gejala berat. Perlu waktu yang cukup lama hingga infeksi HIV berkembang menjadi kondisi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Menurut US Department of Health and Human Services, sebagian orang bisa dilihat pada dua minggu awal setelah terpapar. Namun, gejala awal tidak ditunjukkan oleh semua orang. Ada beberapa orang yang justru tidak menunjukkan tanda-tanda, tetapi ternyata terinfeksi HIV.

Berikut tiga fase infeksi HIV sepert dikutip hellosehat. 

1. Fase pertama 

Diikenal juga sebagai infeksi HIV primer atau disebut juga sindrom retroviral akut.

Pada tahap ini, akan mengalami gejala yang mirip flu, sering kali menginfeksi saluran cerna atau saluran pernapasan.

2. Fase kedua

Fase Ini adalah tahap laten klinis. Virus menjadi kurang aktif, meski masih dalam tubuh tidak mengalami gejala apapun saat virus berkembang. 

Periode latensi bisa bertahan satu dekade atau lebih tidak menunjukkan gejala apapun. Tahap ini patut diwaspadai, karena virus akan terus berkembang tanpa disadari.

3. Fase terakhir 

Fase terakhir HIV adalah AIDS. Di fase akhir, sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan parah dan rentan terhadap infeksi oportunistik. 

Infeksi oportunistik ialah infeksi yang menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk.

Ketika HIV sudah berkembang menjadi AIDS, gejala seperti mual, muntah, kelelahan, dan demam baru terlihat. 

Selain itu, penurunan berat badan, infeksi kuku, sakit kepala serta sering berkeringat di malam hari, salah satu tanda AIDS pada tahapan awal. []

Berita terkait
Kena HIV, Otak Pembuatan Video Vina Garut Meninggal
Pemeran dan pembuat video porno Vina Garut, A alias Raya meninggal dunia setelah sebelumnya dirawat karena sakit HIV dan komplikasi.
Penyakit HIV/AIDS Meningkat Tajam di Kabupaten Pessel
Peningkatan jumlah kasus penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terjadi sejak tiga tahun terakhir.
Setiap Ibu Hamil Wajib Tes HIV/AIDS
Setiap ibu hamil wajib tes HIV/AIDS. Upaya itu mengantisipasi bayi tertular virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.
0
Tiga Kuliner Indonesia Favorit Orang Asing
Tiga masakan favorit tersebut adalah sate ayam, nasi goreng kampung, gado-gado, dan kerupuk udang.