Pembunuhan Berantai Berawal dari Kenalan di Facebook

Dua perempuan muda berinisial DP 18 tahun dan EL 23 tahun menjadi korban pembunuhan berantai yang diawali dengan kenalan di media sosial Facebook.
Ilustrasi - Hati-hati berkenalan dengan orang asing lewat media sosial termasuk Facebook. (Foto: Tagar/Pixabay/Erik_lucatero)

Jakarta - Dua perempuan muda berinisal DP usia 18 tahun dan EL usia 23 tahun, menjadi korban pembunuhan berantai yang diawali dengan kenalan di jejaring pertemanan Facebook. Jasad DP ditemukan dalam kantong plastik hitam di pinggir Jalan Raya Cilebut, Kota Bogor, Kamis pagi, 25 Februari 2021. Dua pekan berikutnya jasad EL ditemukan tergeletak di pinggir jalan Desa Pasir Angin, Mengamendung, Kabupaten Bogor, Rabu, 10 Maret 2021. 

Di penginapan di daerah Puncak, di tempat yang sama, hanya berbeda kamar.

Pada jasad DP terdapat tanda bekas luka benda tumpul di leher. DP kemudian diketahui berasal dari Kecamatan Cibungbulang, Bogor. Sementara pada jasad EL saat ditekan terdapat bercak darah di mulut. EL kemudian diketahui adalah warga Kecamatan Caringin, Bogor.

Keadaan DP dan EL tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Resort Kota Bogor Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro, Kamis, 11 Maret 2021, pada hari tertangkapnya terduga pelaku berinisial MRI usia 21 tahun.

Susatyo mengatakan terdapat kesamaan modus dan cara eksekusi, diduga dua pembunuhan tersebut dilakukan satu orang, yaitu MRI. Modusnya berdasarkan keterangan MRI kepada penyidik, MRI berkenalan dengan DP dan EL di Facebook.

Pada hari berbeda, DP dan EL dibawa ke penginapan di kawasan Puncak, Bogor. Saat di dalam kamar, MRI mengekseskui DP dan EL dengan cara mencekiknya kemudian MRI merampas harta benda mereka.

"Di penginapan di daerah Puncak, di tempat yang sama, hanya berbeda kamar," ujar Susatyo.

MRI setelah melihat DP dan EL tidak bernyawa, jasadnya dimasukkan ke dalam ransel besar, digendong dengan menggunakan sepeda motor.

MRI warga Bojong Gede, pada saat ditangkap ia positif mengonsumsi narkoba sabu dan pil ineks. Kepada penyidik, MRI mengatakan dalam keadaan sadar ketika membunuh DP dan EL. [] 

Berita terkait
Pelajar Prancis Berbohong Terkait Guru Korban Pembunuhan
Seorang pelajar Prancis mengaku berbohong soal guru yang akhirnya dibunuh karena tunjukkan karikatur Nabi Muhammad
Kasus Pembunuhan Terhadap Perempuan Ditutup-tutupi di Turki
Sedikitnya 300 wanita dibunuh di Turki pada tahun 2020, selain itu banyak kasus pembunuhan perempuan (femisida) ditutup-tutupi
76 Warga Saudi Dicekal Amerika Terkait Pembunuhan Khashoggi
Badan intelijen AS merilis laporan kematian Khashoggi kepada Kongres yang berujung pada pencekalan 76 warga Arab Saudi
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.