UNTUK INDONESIA
Pelaku Persekusi Banser NU Diciduk Polisi
Petugas Polres Metro Jakarta Selatan menciduk pelaku persekusi terhadap anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU). Dia dijerat dengan pasal berlapis.
Tangkapan layar dokumentasi persekusi dua anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) yang viral di media sosial. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Petugas Polres Metro Jakarta Selatan menciduk pelaku persekusi terhadap anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) asal Depok berinisial ES dan WS. 

Kafir dong lu! Eh tar dulu takbir dulu kalau muslim, orang Islam harus takbir.

Baca juga: Pernusa: Dulu FPI Ditakuti, Sekarang Macan Ompong

"Kita akan rilis setelah magrib," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Bastoni Purnawa di Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019, dilansir Antara.

Bastoni belum membocorkan identitas, jumlah pelaku, maupun lokasi penangkapan terhadap pelaku persekusi yang videonya viral di media sosial Twitter

Bastoni menjelaskan kronologis kejadian, berawal saat korban ES dan WS melintasi Pasar Jumat Jakarta Selatan menuju Depok, Jawa Barat pada Selasa, 10 Desember 2019.

Saat melintasi Jalan Ciputat Raya, ES dan WS dibuntuti sejumlah orang. Kemudian keduanya dipepet, dihina dan diintimidasi dengan kata kasar, bahkan pelaku mendokumentasikan melalui telepon genggam yang menjadi barang bukti utama.

Baca juga: Pedemo DWP: Anies Baswedan Pilihan Umat Pro Maksiat

Usai kejadian, kedua korban melapor ke Ketua Banser NU Jakarta Selatan. Lalu, mereka sepakat membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan. 

Dari hasil pemeriksaan saksi dan penyidikan, Bastoni mengungkapkan pelaku berinisial H, terancam Pasal 310, Pasal 311, dan Pasal 335 tentang penghinaan, perbuatan tidak menyenangkan, serta UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Baca juga: Sukmawati-Gus Muwafiq Bakal Didemo 10 Ribu Massa 212

Banser NUAnggota Banser NU dihina hingga disebut kafir. (Foto: Istimewa/Screenshot video)

Sebelumnya, video berdurasi 1 menit 3 detik viral di jagad maya. Pelaku persekusi yang mengenakan pakaian berwarna hitam mempertanyakan tujuan anggota Banser NU datang ke daerah Jakarta. 

Sementara, dua anggota Banser itu terlihat menahan emosi meski dicecar banyak pertanyaan.

"Mana KTP lu. Gue mau lihat, mana sini identitas lu. Ngapain di Jakarta tanah gue Betawi," kata pria itu dengan nada keras ke anggota Banser.

Anggota Banser itu kemudian menjawab kalau keberadaan mereka di Jakarta terkait Gus Muwafiq.

Pria berkaus hitam yang merekam video itu kemudian meminta dua anggota Banser tersebut untuk mengucap takbir. Namun, anggota Banser mempertanyakan alasan mengapa dia harus mengucap takbir saat itu.

"Gue ada tugas mengkawal Gus Muwafik," ujar anggota Banser tersebut.

"Takbir, Allahuakbar. Lu Islam bukan?" ucap pria berkaus hitam itu.

"Islam, kenapa?" timpal anggota Banser.

"Yaudah takbir," kata pria berinisial 'H' itu.

"Buat apa?" tanya anggota Banser.

"Kok buat apa? Kafir dong lu! Eh tar dulu takbir dulu kalau muslim, orang Islam harus takbir," tutur pelaku.

"Islam itu cukup ucapkan kalimat syahadat," kata anggota Banser NU. []

Berita terkait
Pelaku Persekusi 2 Anggota Banser NU Melarikan Diri
Polres Jakarta Selatan menyebut telah mengantongi identitas pelaku persekusi terhadap 2 anggota Banser NU. Pria berinisial H itu melarikan diri.
Persekusi Banser NU Bisa Picu Konflik Antar Ormas
Persekusi terhadap dua anggota Banser NU bisa memicu konflik antar organisasi masyarakat (ormas) di Jakarta Selatan (Jaksel).
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Persekusi Banser NU
kepolisian telah mengantongi identitas pelaku persekusi dua anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU).
0
Sosok Ayah Tiri Pelaku Kekerasan Anak di Kudus
Warga sekitar indekos Nv di Kudus tak menyangka jika Nv tega melakukan kekerasan terhadap anak tirinya, SW. Seperti apa sosok ayah tiri itu?