UNTUK INDONESIA
Pekerja Pabrik di Rembang Tak Libur Meski Ada Corona
Meski tidak libur, PT Perkland World Indonesia di Rembang tetap memberlakukan SOP ketat mencegah penyebaran virus corona.
Pekerja pabrik di Rembang tetap bekerja dengan standar khusus, seperti pemakaian masker, demi mencegah penyebaran virus corona. (Foto: Tagar/Rendy Teguh Wibowo)

Rembang - Libur kerja tidak berlaku bagi perusahaan yang berbasis padat karya di Rembang meski virus corona mengintai. Pabrik dengan jumlah pekerja banyak tetap menjalankan operasional usahanya. 

SOP dari pabrik cukup bagus selama ini untuk menjamin kesehatan para karyawannya.  

PT Parkland World Indonesia (PWI) salah satunya. Pabrik yang berdiri di wilayah Desa Sridadi dan Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, itu hingga saat ini belum mengambil kebijakan untuk meliburkan para karyawan. Alasannya, mempertimbangkan nasib para pekerjanya.

”Kami di sini kan padat karya. Kalau dipekerjakan di rumah ya tidak menghasilkan output apa-apa,” kata Human Resource Development PT PWI Mustofa, Rabu, 25 Maret 2020. 

Meski belum merumahkan karyawannya, standard operational procedure (SOP) dan himbauan untuk mencegah penyebaran virus corona dari pemerintah tetap dilaksanakan. Sebelum masuk pabrik, para karyawan diperiksa suhu tubuhnya. Juga dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

"Misalnya pada hari Senin dan akhir pekan kami cek semua karyawan untuk kesehatannya," ucap dia.

Jika suhu badan melebihi 37,6, karyawan akan dibawa ke klinik pabrik untuk diperiksa dan diberi obat. Jika panasnya tidak turun maka karyawan tersebut akan dipulangkan. Selain pemeriksaan kesehatan, pekerja juga akan diinterview sebelum mulai bekerja kembali.

"Kami cek interview, kemarin karyawan sakitnya kenapa, kami pisahkan dulu, kemudian jika badannya panas kami juga pisahkan di poliklinik, SOP tetap kami jalankan," tutur dia.

Sementara itu, KA salah satu karyawan yang bekerja di pabrik pembuatan sepatu itu mengaku merasa was-was terkait penyebaran Covid-19 saat kerja di pabrik. Namun jika pabrik merumahkan karyawan, pasti akan berimbas pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

"Rasa was-was sih pasti ada ya, cuma kalau pabrik ikut diliburkan terus perekonomian kami bagaimana," kata dia. 

Menurut KA, pelaksanaan SOP pabrik untuk mengantisipasi penularan Covid-19 sudah cukup bagus. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, pemberian masker, penyediaan hand sanitizer dan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan pabrik sudah dilakukan.

"SOP dari pabrik cukup bagus selama ini untuk menjamin kesehatan para karyawannya," ucapnya. []

Baca juga:

Berita terkait
Anjuran WFH, 7 Pekerjaan BKN Ini Tak Bisa di Rumah
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendukung imbauan untuk bekerja dari rumah (work from home - WFM) dalam menekan penyebaran virus corona Covid-19.
Surat Menohok Pekerja Migran untuk Anggota DPRD Blora
Judy Houyai, seorang pekerja migran Indonesia di Hongkong membuat surat terbuka kepada HM Warsit, anggota DPRD Kabupaten Blora.
Pekerja Positif Corona, Pabrik Hyundai Stop Produksi
Satu karyawan positif terinfeksi virus corona (COVID-19), Hyundai menghentikan produksi di pabrik perakitan mobil Amerika Serikat.
0
Jokowi Saksikan Ketua MA Syarifuddin Mengucap Sumpah
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyaksikan pengucapan sumpah M. Syarifuddin sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025.