UNTUK INDONESIA
Pekerja Migran Asal Indramayu Meninggal di Jeddah
Kabar seorang buruh migran Indonesia meninggal di Arab disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu, Juwarih
TKI (Foto: Wikipedia).

Indramayu - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Blok Winong, RT 005/RW 002, Desa Bojong Slawi, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kuraesin BT Tarmad Milah, 33 tahun, dikabarkan meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai empat di salah satu tempat penampungan agency (Syarikah Saed) di Kota Jeddah, Arab Saudi, saat hendak melarikan diri.

Kabar meninggalnya wanita pahlawan devisa itu disampaikan Ketua Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) cabang Kabupaten Indramayu, Juwarih, setelah ia mendengar langsung dari suami Kurasein, Caslam di Indramayu.

"Saya dapat informasi terkait meninggalnya PMI bernama Kuraesin dari Caslam, suami Kuraesin dan juga kabar (meninggalnya Kurasein) dibenarkan oleh pihak perekrut saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp," ungkap Juwarih, di Indramayu, Senin, 2 Maret 2020.

buruhPekerja migran asal Kabupaten Indramayu, Kurasein, yang meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi. (Foto: Tagar/istimewa).

Juwarih menjelaskan, berdasarkan keterangan dari keluarga,M, pada 9 Februari 2020 Caslam mendapatkan kabar bahwa istrinya telah meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai empat di tempat penampungan agency (Syarikah Saed) saat hendak melarikan diri karena meminta dipulangkan selalu tidak ditanggapi.

"Sebelum meninggal, pada 24 Desember 2019 almarhumah menghubungi saya meminta pertolongan agar dirinya segera dipulangkan ke Indonesia karena bekerja tidak sesuai apa yang sudah dijanjikan oleh pihak perekrut," ungkap Juwarih.

Juwarih melanjutkan, setelah dirinya mendapat aduan dari almarhumah, beberapa hari kemudian melayangkan pesan somasi ke perekrut bernama Idah melalui whatsapp, meminta agar Kuraesin segera dipulangkan ke Indonesia.

"Berdasarkan pengakuan dari almarhumah, orang tuanya mendapat intimidasi dari pihak perekrut setelah saya memberikan pesan somasi ke sponsor," pungkasnya.

Berdasarkan pengakuan dari Kuraesin melalui pesan chat dan voice WhatsApp ke Ketua SBMI Indramayu, awalnya ia menemui Idah, sponsor warga Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu berkeinginan untuk bekerja ke Hong Kong.

Namun, oleh Idah diarahkan ke Arab Saudi dengan dijanjikan bekerja menjaga anak kecil, proses cepat, gaji dan uang fee besar. karena dapat tawaran tersebut akhirnya almarhumah berminat.

Setelah berminat, kemudian oleh Idah diproses mengikuti tes kesehatan atau medikal cek up, setelah itu oleh sponsor dibawa ke sponsor lainnya bernama Rini warga Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Oleh Rini, Kuraesin dilimpahkan ke perekrut di Jakarta bernama Nadia, sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi, oleh Nadia, almarhumah di tempatkan di penampungan di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur.

Setelah dua minggu berada di tempat penampungan kemudian pada pada, 5 November 2019, Kuraesin diberangkatkan dari Bandara Soekarno - Hatta menuju Singapura, dari Singapura kemudian ke Arab Saudi.

Dua bulan bekerja di Arab Saudi, Kuraesin gonta ganti majikan sebanyak 5 kali, sehingga membuat dirinya ingin pulang karena kenyataan yang Kuraesin alami selama bekerja di Arab Saudi tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh pihak perekrut.

Dari hasil konfirmasi SBMI Kabupaten Indramayu pada Minggu, 1 Maret 2020 ke SBMI Jeddah dan KJRI di Jeddah, Kurasein rencananya akan dimakamkan di Jeddah. "Setelah saya konfirmasi ke SBMI Jeddah dan KJRI di Jeddah, jenazah Kuraesin akan dimakamkan di sana (Jeddah) dan infonya sudah ada persetujuan dari pihak keluarga," kata Juwarih.

Namun, lanjut Juwarih, ia akan menanyakan lagi hal tersebut kepada pihak keluarga almarhumah karena sehari sebelumnya, saat mendatangi rumah Kuraesin, pihak keluarga meminta agar jenazah Kuraesin dimakamkan di Indramayu.

"Tapi pada hari Sabtu (29 Februari 2020) saat saya ke rumah keluarga almarhumah, keluarganya meminta agar jenazah Kuraesin dimakamkan di Indramayu. Nanti sebentar sore (Senin sore, 2 Maret 2020) saya mau konfirmasi ke keluarganya lagi apa benar mereka sudah setuju,"kata Juwarih. []

Berita terkait
Setiap Kasus yang Dialami TKI, Arab Saudi Wajib Beri Kabar
Disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB dan WTO di hadapan Presiden Komnas HAM Arab Saudi di Swiss.
Hindari Hukuman Mati, Fahri Hamzah Minta TKI Jangan Bawa Jimat ke Arab Saudi
Menariknya, dari 20 kasus tersebut ada lima kasus terkait masalah sihir. 15 kasus lainnya adalah kasus pembunuhan.
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.