UNTUK INDONESIA
PDIP Pilih Anak Jokowi, Gibran: Terima Kasih FX Rudy
Hubungan Jokowi dan Rudy dikabarkan sempat merenggang akibat Gibran. Selain sama-sama kader PDIP, Jokowi-Rudi pernah bersama memimpin Kota Solo.
Ketua Bidang Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan PDI Perjuangan Puan Maharani (kiri) bersama Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto (kedua kiri) dan bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan Achmad Purnomo (kedua kanan) berjalan usai uji kelayakan dan kepatutan penjaringan calon Wali Kota Solo di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Senin 10 Februari 2020. Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Gibran Rakabuming Raka dan pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa sebagai bakal calon Wali Kota Solo pada Pilkada Solo tahun 2020. (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Jakarta - PDIP akhirnya resmi mencalonkan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wali kota (cawalkot) Solo. Dalam sambutannya, Gibran tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPC PDIP Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo yang sempat enggan merestuinya sebagai cawalkot.

"Terima kasih kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo hingga akhirnya kami mendapat rekomendasi," kata Gibran saat memberikan sambutan pada telekonferensi di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Semarang, Jumat, 17 Juli 2020.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Surakarta yang juga Wali Kota Solo mengusulkan Wakil Wali Kota Achmad Pranomo sebagai cawalikot. Tapi kemudian Gibran juga mendaftarkan dirinya ke DPP PDIP sebagai cawalkot Solo.

Rudy sempat menasihati Gibran agar menunda bertarung di Pilkada lantaran usianya masih muda. Memimpin Kota Solo, kata Rudy, bukan sesuatu yang mudah.

Namun Gibran enggan mundur. Justru Purnomo yang sempat menyatakan mundur dengan alasan ingin fokus menangani Covid-19.

Hubungan Jokowi dan Rudy juga dikabarkan sempat merenggang akibat persoalan ini. Selain sama-sama kader PDIP, keduanya pernah bersama memimpin Kota Solo ketika Jokowi menjabat wali kota dan Rudy wakilnya.

Baca juga:

Usai menerima rekomendasi dari PDIP, Gibran mengajak semua pihak bersatu. "Marilah kami semua menjadikan pilkada kali ini tidak hanya sebagai proses politik dan demokrasi, tapi juga sebagai bentuk gotong royong untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19," ujarnya.

Marilah kami semua menjadikan pilkada kali ini tidak hanya sebagai proses politik

PDIP mengusung Gibran yang berpasangan dengan Teguh Prakosa, mantan Ketua DPRD Surakata. Partai kepala banteng akan mendaftarkan keduanya untuk bertarung di Pilkada Solo pada Desember 2020.

Sebelum menerima rekomendasi di kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, Gibran dan Teguh Prakosa menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rumah dinas gubernur. Dalam pertemuan tersebut, Ganjar memberikan 'wejangan' kepada Gibran setelah mendapat rekomendasi maju di Pilkada Surakarta.

"Dengan dinamika Solo yang luar biasa, soliditas partai hari ini nomor satu. Semuanya harus dikumpulkan lagi. Karena sudah ada keputusan dari Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri), maka tegak lurusnya harus dibuktikan. Itu yang paling penting," katanya.

Ganjar juga berpesan agar Gibran merangkul semua pihak yang ada di Kota Surakarta dan semua harus dihormati serta legawa menerima apapun keputusan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.[]


Berita terkait
Akhyar Nasution dan Bobby Nasution Tunggu Tiket PDIP
Dua sosok kandidat calon kepala daerah dari PDIP dalam Pilkada Kota Medan diprediksi Akhyar Nasution, dan Bobby Nasution.
PKS Tuding Gibran Maju Wali Kota Manfaatkan Jokowi
PKS menyebut majunya Gibran Rakabuming dalam kontestasi Pilwalkot Solo hanya memanfaatkan sang ayah, Presiden Joko Widodo.
Pidato Lengkap Cawalkot Surakarta Gibran Rakabuming Raka
Berikut pidato lengkap Gibran Rakabuming Raka Calon Wali Kota Surakarta dari PDI Perjuangan dalam Pilkada Solo 2020.
0
Demo Tolak UU Omnibus Law di Makassar, Mobil NasDem Dibakar
Unjuk rasa mahasiswa UNM Makassar menolak UU omnibus law berlangsung ricuh di Kota Makassar, mobil ambulance milik Partai NasDem dibakar.