Indonesia
PDIP Condong Usung Hendy di Pilkada Semarang
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memiliki kans besar untuk kembali diusung oleh PDIP dalam Pilkada 2020.
Hendrar Prihadi saat menyerahkan laporan harta kekayaan pada Pilwalkot 2015 di Sekretariat KPU Kota Semarang. (Foto: Istimewa)

Semarang - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memiliki kans besar untuk kembali diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020. Ketua DPC PDIP Kota Semarang itu dinilai pantas memimpin kembali Kota Atlas lima tahun berikutnya.

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto di sela-sela konferensi daerah di Pantai Marhaen, Kota Semarang, pada Senin 15 Juli 2019 lalu menyebut, pihaknya tidak bermaksud mendahului rekomendasi DPP PDIP. Namun jika melihat kondisi saat ini, wali kota yang karib disapa Hendy itu sangat layak diusung.

"Kalau di internal, mungkin sudah terlihat. Saya kira Hendy kemungkinan dicalonkan lagi, karena peraturannya masih memungkinkan. Saya tidak mengatakan pasti, karena ada faktor dewan pimpinan pusat partai," katanya.

Namun menurut Bambang, dalam Pilkada 2020 belum terlihat calon pesaing PDIP. "Kalau tanya hari ini, internal dan eksternal, kita belum bisa petakan. Peta makro bisa, tapi peta pertempuran detail belum bisa. Karena calon lawan belum kelihatan, kita sendiri belum punya calon," ucapnya.

Dia menyebut dalam Pilkada 2020 di beberapa daerah di Jawa Tengah, PDIP harus mencari kader terbaik. Beberapa figur sudah tidak bisa mencalonkan kembali karena telah menjabat dua periode.

Memang demokrasi kita situasi seperti ini. Orang baik saja bisa dipilih, saya jawab tidak bisa. Butuh biaya juga

Seperti Wali Kota Surakarta FX Rudy Hardiatmo, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dan Bupati Boyolali Seno Samodro. "Pemalang dua periode. Wonogiri hampir pasti incumbent dan Klaten ya Sri Mulyani," ucapnya.

Pilkada Butuh Biaya

Bambang mengatakan, pilkada merupakan pertempuran demokrasi tanpa ada darah yang mengalir. Tapi yang hampir pasti, ada duit mengalir.

Saat ini kata dia, demokrasi di Indonesia membutuhkan dana yang besar. Kekuatan yang digunakan oleh partainya untuk bisa bertempur adalah dengan cara gotong royong, dan iuran sesama anggota, karena PDIP tidak memiliki dana abadi.

"Memang demokrasi kita situasi seperti ini. Orang baik saja bisa dipilih, saya jawab tidak bisa. Butuh biaya juga," katanya. []

Baca juga:

Berita terkait
0
India Pererat Hubungan dengan DIY
Duta Besar India, Pradeep Kumar Rawat bersilaturahmi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.