UNTUK INDONESIA
Pasien Meninggal, RSUD Dairi Diminta Akui Kesalahan
Meninggalnya seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara pada Rabu, 29 April 2020 ada kelalaian.
Singkat Nababan, paman L boru B, dikonfirmasi di Dairi Sabtu, 2 Mei 2020 (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

Dairi - Meninggalnya seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara pada Rabu, 29 April 2020, menurut pihak keluarga dikarenakan keterlambatan dirujuk. Namun, manajemen RSUD membantah tuduhan itu.

Singkat Nababan, yang merupakan paman almarhum L boru B, 32 tahun, meminta manajemen RSUD Sidikalang jujur mengakui kesalahan, demi perbaikan pelayanan ke depan. Hal itu dia utarakan kepada Tagar, Sabtu, 2 Mei 2020, saat dikonfirmasi di kediamannya.

Kita tidak minta apa-apa. Jujur sajalah. Sehingga ada perbaikan ke depan.

Singkat Nababan yang juga Kepala Desa Kalang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi itu mengaku kesal dengan manajemen RSUD Sidikalang yang dianggapnya tidak jujur mengakui kesalahan bahwa ada keterlambatan rujukan pada saat penanganan pasien, hanya karena menunggu adanya perawat pendamping.

“Saya sampai mengamuk saat itu. Ku tanya mengapa tidak berangkat? Belum datang perawat pendamping. Tidak tahu saya siapa yang bilang itu. Tak kenal. Bagian jaga di situlah yang bilang ke saya, belum datang perawat pendamping,” kata Singkat.

Singkat kian naik pitam, lantaran melihat mobil ambulans telah standby di depan ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) setengah jam lebih, namun tidak kunjung berangkat.

“Sekitar jam lima sore sudah standby ambulans di depan IGD. Tapi tetap tidak berangkat. Makanya saya marah-marah di situ. Tidak mungkin saya marah kalau tidak ada sebabnya. Mulai jam 3 sore sudah disebut mau dirujuk. Tak jadi-jadi,” ucapnya.

Menurut Singkat, meninggalnya almarhum L boru B tidak terlepas dari lambatnya proses rujukan itu. “Baru 10 menit sampai di Medan (RSU Siloam) dia meninggal. Memang Tuhan yang tahu semua. Tapi kalau lebih cepat kian berangkat dirujuk, entah lainnya ceritanya,” tuturnya.

Dengan kejadian itu, Singkat berharap betul agar semua petugas medis yang bertugas di IGD pada Rabu, 29 April 2020, diberi sanksi tegas. 

“Bila perlu dimutasi. Tidak layak petugas yang begitu bertugas di UGD,” kata dia.

Singkat menyesalkan pihak manajemen RSU yang membantah tidak ada keterlambatan perujukan pasien. Dia menunggu permohonan maaf dari RSUD Sidikalang, untuk jujur mengakui kesalahan bahwa ada kelalaian.

"Kita tidak minta apa-apa. Jujur sajalah. Sehingga ada perbaikan ke depan. Jangan percuma Direktur RSUD sampai diimpor dari luar daerah. Saya juga bagian pemerintah. Saya Kepala Desa. Tapi kalau begini, harus kita protes. Sampai ke mana pun saya siap,” kata Singkat.

Sementara itu, Direktur RSUD Sidikalang, Sugito Panjaitan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Kamis, 30 April 2020 menyebut, peristiwa meninggalnya L boru B, menjadi perhatian dan sedang dalam penyelidikan tim investigasi.

“Lagi masih diaudit ini. Nanti hasilnya kita kasih tertulis. Lagi diproses. Sabarlah. Kronologisnya biar tau kita semua, dari awal masuk sampai RSU Siloam,” ujarnya singkat.

Jumat, 1 Mei 2020 pukul 12.51, melalui website resmi Pemkab Dairi, Sugito Panjaitan akhirnya menyampaikan klarifikasi. Disebut, tim medis RSUD Sidikalang sudah melakukan upaya maksimal sesuai prosedur dalam penanganan pasien L boru B, namun Tuhan berkehendak lain sehingga pasien L boru B wafat dalam perawatan.

Kemudian, pasien masuk ke IGD RSUD Sidikalang, Rabu, 29 April 2020 pukul 10.30 WIB, diantar oleh perawat Klinik Katolik. Pasien diterima dengan keluhan sesak napas.

Hingga pukul 13.00 WIB, dilakukan berbagai tindakan medis. Sekitar pukul 13.25 WIB, kesadaran pasien semakin menurun, sehingga dianjurkan untuk dirujuk. Keluarga mengatakan berunding terlebih dahulu. Pukul 15.55 WIB, keluarga setuju untuk dirujuk.

Lalu, Pukul 16.00 WIB, perawat IGD menghubungi beberapa rumah sakit, namun belum mendapat konfirmasi untuk menerima pasien. Baru pada pukul 17.41, RSU Mitra Sejati Medan mengonfirmasi bahwa rumah sakit tersebut bersedia menerima pasien.

Pukul 18.05, pasien diberangkatkan. Namun, di tengah perjalanan pihak keluarga pasien menelepon perawat rujuk, meminta pasien dibawa ke RSU Siloam. Pukul 21.05 Wib pasien tiba di RSU Siloam dan pukul 22.05 pasien dinyatakan exitus.

Pukul 22.35, pasien yang telah meninggal itu dibawa kembali ke Sidikalang, menggunakan ambulans RSUD Sidikalang. 

“Dari kronologis di atas, bahwa tidak benar terjadi keterlambatan penanganan terhadap pasien,” kata Sugito dalam siaran pers itu. []

Berita terkait
Efek Covid-19, Target PAD Dairi Turun Rp 8,3 Miliar
Dampak pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, merasionalisasi target Pendapatan Asli Daerah.
Dana Covid Dairi Rp 53 M, ASN Dikutip Ratusan Juta
Pemkab Dairi anggarkan Rp 53 miliar lebih untuk penanganan Covid-19. ASN juga dikutip ratujan juta.
Kementerian PUPR Bangun Rusunawa SMK di Dairi
Kementerian PUPR alokasikan Rp 17 miliar untuk pembangunan rusunawa di SMK Rismaduma, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi.
0
Pasien Meninggal, RSUD Dairi Diminta Akui Kesalahan
Meninggalnya seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara pada Rabu, 29 April 2020 ada kelalaian.